JEBAKAN OM DUDA

JEBAKAN OM DUDA
Episode 50.Rahasia Yang Tersembunyi.


__ADS_3

"Ada apa dengan data ini pah, sepertinya sangat penting, aku ingin membuka tapi Papi bilang menunggunya karena harus ada penjelasan dulu supaya tidak ada salah paham.


" Sayang mamah dan papah sudah pernah cerita kam mengenai kedua orang tua kamu "


" Iya pah "


" Ayah kamu sebenarnya bukan orang sembarangan nak, dia anak orang sangat kaya raya dan... " Papah menjeda ucapnya.


" Dia memilih Bunda kamu yang notabene hanya seorang wanita biasa dia rela pergi dari keluarganya dan menghilang entah kemana mereka seperti di telan Bumi, saat papah tanpa sengaja bertemu dia bilang, ingin menitipkan putrinya, nanti kalau dewasa akan di jodohkan dengan anak Papah namanya adalah Freya seperti permintaan Mamah dulu, dan Nama Sadam juga pemberian dari bunda kamu sayang, saat dewasa kalau dia tidak sanggup cerita dia meminta papah yang menceritakan semuanya papah menunggu sampai waktu itu tiba " Ucapan papa terhenti dan mengambil nafas panjang.


" Artinya Freya dan Abang Sadam memang sudah berjodoh ya om " ucap Ana dan mendapatkan pelototi dari kedua orang tuanya.


" Lanjutkan saja Tuan " Ucap Mama Ana.


" Tidak papa Nyoya supaya tidak Tegang " jawab papah memang suka humor.


" Dan mereka kembali menghilang tanpa jejak dan Sampai Sadam dewasa juga masih belum bisa menemukan papamu Adalah Hikers paling handal kalau soal menyembunyikan diri dan ternyata dia hanya menjadi kepala sekolah, hanya hidup sederhana, papah sangat menyesal,


Sayang kamu tau perusahan papah 50 ℅ adalah punya papah kamu sebelum dia menghilang lagi dia menitipkan itu, untuk kamu nanti papah mau cerita menunggu waktu yang tepat, Papah sangat senang saat senang saat menemukan kamu, yang tidak senang adalah papah terlambat mereka sudah tidak ada " Semuanya yang ada di ruangan itu sudah penuh dengan air mata, Freya dalam dekapan Sadam, Sadam tau Freya membutuhkan dirinya untuk bersandar.


" Mulai sekarang, papah akan memberikan hak kamu nak dan papah sudah membuat atas nama kamu tapi papah menambahnya dengan nama Freya Aurora Saquina Ragata, supaya tidak akan ada yang berani mengusiknya.


" Ini surat suratnya sayang kamu simpan ya dan sekarang papah akan menceritakan siapa keluarga kamu, dan Sadam sudah menghubungi keluarga kamu, karena kamu butuh wali saudara Ayahmu ini yang paling baik nak di antara semuanya yang gila harta " ucap Papah.


" Jadi saudara papah masih ada pah! " tanya Freya.


"Masih lengkap kakek kamu juga masih ada, dia sangat menderita semenjak kepergian ayah kamu, nenek kamu meninggal karena kesedihan berlarut-larut " Cerita papah.


" Apa aku boleh bertemu dengannya pah! " tanya Freya.


" Setelah kalian menikah papah dan Abi akan mempertemukan nak kalau sekarang belum aman, kamu belum punya pelindung " karena kedua adik papa kamu sangat gila harta, dia tidak tangung-tangung melenyapkan siapapun yang menghalanginya " cerita papah membuat Freya sangat penasaran.


" Sepeninggal Ayah kamu, Om kamu yang adik Ayah kamu yang paling kecil selalu menjadi korban keserakahan mereka " Cerita papah.

__ADS_1


" Kapan Aku bertemu om aku yang adik Ayah nomer 1 Pah? tanya Freya.


" Setelah ini beliau kesini sayang tunggu ya " Ucapan papah membuat Freya kaget.


" Wajahnya sangat mirip Ayah kamu dia sebaik Ayah kamu, dia yang membantu mencari selama ini cuma dia yang paling dekat karena usianya sangat jauh dari Ayah kamu seingat papa waktu Ayah kamu pergi dia masih SD kalau tidak salah. " cerita papah.


" Papah tidak mau, kamu membuka Surat- Surat ini tanpa penjelasan takut salah paham sama papa juga, karena saham Ayah kamu ada di papah juga" Penjelasan papah pada Freya.


Yang di tunggu mereka sudah tiba.


" Sebentar dia sudah datang sepertinya papah ke depan dulu ya menjemputnya" ucap Papah Sadam.


Saat masuk mereka sangat kaget siapa yang di lihatnya adalah orang yang pernah di tolong Freya dan lebih terkejutnya apa benar gadis yang mirip Mas Fredi Adalah keponakanku " tanpa Ragu Fredi langsung memeluk Freya.


Semua tercengang saat Fredi tanpa ragu memeluk Freya.


" Ternyata pertemuan kita bukan hanya kebetulan sayang adalah petunjuk saat aku mencari dan terus mencari rumah kamu kebakaran dan kedua orang tuamu juga sudah meninggal " ucap Sandi.


" Jadi Om adalah adik papa wajah Om sangat mirip dengan Almarhum Ayah " ucap Freya yang kembali memeluk sangat Om.


" Iya kami juga keluarga Freya keponakanku Tuan Sandiago " Ucap Papa Ana.


" Maafkan Saya Mas mb saya lalai menjaganya sampai peristiwa naas itu aku tidak ada di tempat " Ucap Sandi pada Kedua orang tua Ana.


" Lupakanlah masa lalu, Jagan terus larut dalam kesedihan, lanjutkan masa depan kamu, lihatlah Sadam dapat daun muda cantik seperti keponakammu, dan kamu juga belum tua banget masih 35 kan ucap Papa Ana.


" Iya " menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Om ini cicipi dulu buatan Freya " ucap Sadam.


" Ini sangat enak seperti buatan kak aya " ucap Sandi berkaca-kaca.


" Iya resepnya dari bunda om, Sebelum bunda pergi selalu mengajari Freya membuatnya " cerita Freya.

__ADS_1


" Saat om masih kecil selalu di ajak mas Fredi bertemu kam Aya dan dia selalu membuatkan aku kue " ucap Sandi memeluk Freya dan menangis tanpa malu. Sadam menahan cemburunya pada Sandi.


" Om lepasin Freya tuh pawangnya sudah cemburu " Goda Ana.


" Hallo oh nama kamu Ana, terimaksh ya sudah menjadi sahabat Freya " ucap Sandi pada Ana.


" Sama-sama Om "


" Ana tuh Om aku duda kaya, katanya tadi pagi mau duda kaya " ucapan Freya membuat Ana sangat malu rasanya dia ingin menyumpal mulut Freya.


"Kalau Om Sandi tidak usah di tanya, tajir melintir ini Ana " Goda Sadam Balik.


" Kalau mamah sich gak apa mama sama papa selisih 15 tahun sama papa kamu Ana" jawab mamah menggoda Ana.


" Ehem "deheman Om Sandi membuat semuanya tertawa.


" Hari sabtu menginaplah di sini jadi minggu pagi acaranya tidak harus menunggu " ucap Papa.


" Siap Mas" jawab Sandi.


" Sekalian pedekate " Bisik sang papa pada Sandi.


" Mas bisa saja "


" kalau begitu saya pamit Mas, saya takut ada yang membuntuti, untunglah ini rumah Abi jadi mereka tidak curiga, sebaiknya Freya Jagan keluar rumah sayang sampai kamu SAH bahaya " Pesan Om Sandi ketika mau pergi.


" Baik Om, Freya akan dengarkan kalian " ucap Freya.


Setelah kepergian Sandi mereka, menggoda Ana terus menerus.


" kalau papa sih juga, oke dia anak baik, asal bisa melindungi Ana" ucap papa Ana.


" Kebalikan iya ana yang melindunginya " ucapan Ana membuat semua melongo.

__ADS_1


" Maaf salah bicara tadi " Ana langsung kabur.


__ADS_2