
Kembali ke tempat Freya Sadam yang sudah nyaman, di rumah Freya bukanya pulang dia ikut Bibi membuat adonan kue karena dia di tinggal Freya ke kamarnya.
Freya sangat kaget melihat Sadam yang penuh dengan tepung.
Dia iseng dan Video mau di tunjukan ke Aksa.
Tuan kenapa belum pulang ini sudah malam, dan kenapa main tepung seperti ini, lihatlah bahan kue ku mubazir semua, aduh kenapa jadi berantakan seperti ini, Bibi kenapa di biarkan Abang toyib " Sadam dan semuanya diam saja, saat meneteskan semua yang berantakan.
" Maaf "
" Heem"
" Maaf"
" Cepat pulang sana "Usir Freya.
" Iya ini mau pulang, tapi beneran Jagan marahin mereka Aku yang salah disini, aku cuma minta di ajarin bikin kue " Ucapan Sadam membuat Freya ingin tertawa tapi di tahan.
" Bersihkan muka kamu dulu baru pulang, dikira hantu tepung kamu nanti " Ucapan Freya membuat semua tertawa dan Seperti biasa CCtv hidup mengirim gambar dan video.
" Iya nona Freya di mana kamar mandinya saya numpang " Ucap Sadam.
"Lurus belok kiri ".
"Oke"
" Bantu bereskan baru boleh pulang,kalian juga ikut ikutan orang aneh berantakan ini semua, tapi lucu juga dia tadi hahahaha " Freya tertawa.
" Semuanya saya pamit pulang, karena sudah di usir, Nona Freya saya pamit pulang saya minta maaf ya, sebagai gantinya kamu boleh minta apapun " Ucap Sadam.
" Nieh kue buatan kamu, bawa pulang lumayan kok rasanya , sudah akau coba " Ucapan Freya membuat Sadam tersenyum, membuat hati Freya berdesir melihat senyum Sadam yang sangat manis dan tampan.
" Ya hati-hati langsung pulang"
" Siap Bunda " dan Langsung pergi menuju mobilnya.Ucapan Sadam membuat Freya mematung, orang yang di sana tersenyum.
" Hais enak saja, Bunda cuma khusus Aksa " Omel Freya.
Seminggu berlalu, Aksa setiap hari datang ke rumah Freya , karena Sang papi Pergi ke luar kota ada proyek.
" Sayang ayo pulang, ya tuh di jemput oma dan opa besok kesini lagi ya gantengnya bunda " Rayu Freya pada Aksa.
" Freya maaf ya tante setiap hari selalu merepotkan kamu buat menjaga Aksa, tapi besok tante sudah tidak ada acara lagi kok" Merasa tidak enak tapi tidak ada pilihan lain, tapi Freya tetap di dampingi mbk Siti jadi Freya juga tidak terlalu repot.
" Saya tidak merasa di repotkan di sini juga ada mbk Siti, malah saya yang Terima kasih ada mbk Siti membantu saya, jadi kasir, karena Ana ada acara keluarga " Tante merasa beruntung ada Freya yang baik dan tulus, seperti bundanya.
" Kamu seperti Bundamu nak, tulus baik maaf kalau tante mengingatkanmu pada Bundamu "
__ADS_1
" Gak apa tante, saya setiap hari juga ingat Bunda dan Ayah, karena setiap langkahku ada doa mereka"
" Alhamdulillah nak "
" Lihatlah papa melihat pegawai mu sedang membikin kue, asal Jagan seperti Abi ya , menghancurkan haha tawa mama" Ternyata Videonya sudah sampai mama Freya jadi malu.
" Tante ayo di makan kue terbaru yang Freya buat, biasanya mamanya Ana bagian pertma, berhubung mereka luar kota tante saja " Ternyata Oma Aksa juga suka bikin konten di kirim ke group arisan dan Ibu ibu sosialitanya.
" Kue kamu pasti Viral sayang setelah ini " Ucap mamah sambil memakan kuenya.
" papa "
" Papa buka mulut mama suapin, gimana rasanya "
" Waah ini kok lain ada rasa kopinya, papa mau dong ma lagi, kok dikit amat " papa langsung memburu ke ruang tamu.
" Itu baru tester Om besok kalau Oke Freya buat Varian rasa " ucap Freya.
" Oke besok kirim ke kantor Om ya, sekalian campur campur, ada meeting dengan orang-orang penting, supaya kue kamu semakin rame dan siap-siap tambah pegawai lagi Freya " Ucapan Om di senyumin sama Freya.
" Masih Om dan tante yang kesini kebanyakan dari Om dan tante " ucap Freya.
" Sama-sama sayang " Lah apa ini kok banyak banget, Siti kamu ngerampok Freya ini " Canda Oma Aksa.
" Tidak nyonya dari mbk Freya kok "
" Oh Oke tante Terima dan Terima kasih ya, Ayo Aksa pamit Bunda "
" Dadah Unda Aca ulang " Mencium Freya tanda perpisahan.
Setelah Aksa pulang, rumah terasa sepi menurut Freya.
Keesoakan Harinya saat Freya berangkat sekolah tanpa sengaja dia bertemu dengan Mobil Alex di jalan.
" Lekx cepat kejar, bukannya dia gadis tepung itu cepat Jagan sampai kehilangan jejaknya " Freya yang sudah tau dia di kejar, dia tidak kehabisan akal dia mencari gang sempit yang hanya bisa di lalui motor saja.
Haha Freya di lawan, belum waktunya Om kamu tau siapa aku, nanti nunggu waktu yang tepat ya, kita main-main dulu.
" Sialan licik sekali rumah kecil itu, huft cepat cari tau Alex, yang di kafe kamu juga belum mendapat infonya huft".
" Maaf tuan saya sudah mengerahkan semua, anak buah saya tapi satupun dari mereka tidak bisa, seperti ada yang menutup nya "
" Hais aku tidak mau tau pokoknya "
" Siap Tuan "
" Segera "
__ADS_1
" Aku ingin ke toko Freya, untuk mengembalikan Mood ku "
" Tuan harus buat janji, takut nona Freya pergi "
" Kamu seperti Asisten Freya saja"
" Coba saja tuan Telepon "
Saat telepon dan Sengaja di angkat oleh Freya supaya mereka tidak curiga.
" Bagaimana Tuan apakah ucapan Saya benar"
" Iya, langsung ke kantor nanti pulang saja Aku kagen kuenya "
" Eheem kuenya, atau pemiliknya " Sindir Alex.
" Sok tau...! fokus mengemudinya "
" Siap Bos, obrolan di dalam mobil.
Setelah pulang ternyata Sadam minta antar ke tempat Freya dan dia langsung masuk ke tempat pembuatan kue tanpa permisi, membuat Alex geleng-geleng.
" Freya dimana kok tidak ada "ucap Sadam pada pegawai Freya.
" Oh nona Freya masih belum datang tuan silahkan duduk di depan saya bikinkan kopi dan kue nanti saya antar ke depan " Ucapan pegawai membuat Sadam terdiam.
Alex yang melihatnya , ingin tertawa tapi di tahan, kangen sama Freya saja gengsi.
" Kenapa kuenya tidak di makan Tuan, katanya kangen kue Freya " Sindiran Alex membuat Sadam sedikit malu, dengan cepat dia memakan kuenya.
" Tentu kue ini sangat lezat, mangkanya aku kangen makan ini " Sadam berusaha mengalihkan perhatian Alex.
Saat Freya datang dan tidak Sendiri, bersama pria hati Sadam sedikit panas apalagi Freya, terlihat sangat Akrab. dan mereka bersenda gurau.
" Ehem " Deheman Sadam membuat Freya kaget, untung dia tadi sempat membeli baju dan ke salon.
" Saya permisi nona "
" Oke terimakasih " Ucap Freya ada lelaki yang mengantarnya.
" Siapa dia "
" Dia... !"
" Ada apa Tuan Sadam Apa Anda mengenalnya "
" Tidak penting! Alex Ayo kita pulang... " Teriak Sadam kesal.
__ADS_1