
MOHON TERUS BERI DUKUNGAN BUAT AUTHOR YA SEMOGA SELALU BISA UPDATE SETIAP HARI.
TANPA DUKUNGAN KALIAN, TERASA HAMBAR, MENULIS TIDAK SEMANGAT MENULIS.
BANTU JUGA LIKE, KOMENTAR, VOTE DAN RATE. YA Terimaksih.
SELAMAT MEMBACA.
Sampai mereka di toko Ana tau kondisi sahabatnya.
Ana meminta Siti dan Pandu untuk membawa Aksa mandi lalu Sarapan pagi, karena dia mau menemui Freya.
" Mbk Siti dan Pandu segera bawa Aksa ya, aku ada perlu dengan Freya aku harap kalian paham dan tetap waspada " pesan Ana pada mereka.
Ana segera menuju kamar Freya, untuk menanyakan apa yang terjadi padanya.
" Tok Tok Tok.... "
" Freya ..... " karena tidak ada sahutan dari dalam kamar, Ana sangat khawatir pada Freya.
" Freya buka pintunya, aku tau kamu tidak baik-baik saja, aku kenal kamu lebih dari diriku cepat buka... "
" Atau aku dobrak pintunya"
Ana sudah ambil ancang-ancang mauendobrak Freya ternyata membuka pintu kamarnya.
" apaan sich Beb main mau dobrak saja, aku tuh mandi tadi, berhubung kamu mau ngrusakin pintu ya sudah aku keluar " jawab Freya enteng.
" Aku tuh kwatir sama keadaan kamu eeh kamu santai di dalam kamar huuft.... "
" Aku kan sudah bilang aku baik-baik saja tidak percaya ya salah sendiri " jawab Freya.
" Aku mandi dech kalau begitu, nanti saja kita bicara " sambil melangkah pergi Ana kesal dengan Freya.
Maaf Beb, aku tidak mau kamu, ikut dengan masalah ku terus, aku tidak tau siapa lagi yang mau aku celaka, Sonya, Helen, atau yang lainnya.
Salahku apa coba sama mereka, aku juga gak tau, kalau memang dari Om aku, aku tidak mau harta dari mereka,yang aku mau hanya Jagan menganggu aku, atau aku ketemu saja sama kakek sadongko saja untuk membicarakan ini semua. batin Freya.
Aku akan bicara sama Mas Sadam dan om Sandi dulu takutnya, aku salah langkah bahanyakan mereka.
__ADS_1
Setelah itu Freya menemani Putranya Bermain, menghilangkan trauma apa yang di lihat Aksa tadi.
" Freya sekarang waktunya cerita sama aku, dan harus kejujuran yang kamu ucap, tidak kebohongan,apa yang kamu rasakan aku juga merasakan ! BeB" ucap Ana.
" Baiklah baiklah, aku tidak bisa bohong sama kamu " Freya menyerah pada Ana.
" Aku sedih beb dan takut, aku tidak mau nantinya kalian ikut celaka aku ingin mendatangi kakek Sasongko, ingin memberitahunya aku tidak mau harta, aku hanya ingin bahagia dan nyaman Na tanpa ada bayang-bayang ketakutan" Tangis Freya pecah di pelukan sahabatnya.
" Beb sabarlah ya, sebaiknya kamu bilang suami dan Om dulu, Jagan gegabah, kita masih belum tau siapa dalang di balik penyerangan tadi, jadi Jagan mengambil kesimpulan apapun Oke " Nasehat Ana pada Freya.
" Iya makasih Ana sayang "
" Itulah tugas sahabat,ingat! Jagan menyimpan apapun sendirian aku tidak suka, gunanya sahabat berbagi dalam kesedihan kesukaan apapun itu sekarang bagaimana? sudah Oke! " omel Ana pada Freya.
" Iya Ana, Aku sudah lebih baik sekarang" Sambil kembali memeluk sahabatnya.
" Aku sudah hubungi Om Sandi supaya ke tempat biasanya ketemu, setelah itu aku ajakin kesini, sekarang " Ana menyuruh Freya menghubungi Sadam.
" Oke! aku yakin sebentar lagi juga muncul tanpa di suruh, suami aku kan sekarang sudah bucin " Canda Freya.
" Siapa yang bucin sayang! heem, kamu baik baik saja kan Aksa juga " Sadam memeriksa seluruh badan Freya ada yang luka atau tidak .
" Kalau kamu! yang nanya bukan aku tapi Om Sandi sana, jemput Om Sandi bawa kesini " Ejek Sadam.
" Dasar Om, Om semua sama saja menyebalkan, nasib kali ya aku dan Freya punya suami Om Om hufft.
" Heeh pakai ngatain lagi kamu, dasar bocil "omel Sadam pada Ana.
" Mas kamu ngatain aku bocil heem, ingat nanti malam tidur sendiri, aku tidur sama Aksa titik " amuk Freya, dan dia lupa niatnya mau bicara pada Sadam tadi.
" Gara-gara kamu kan! istriku marah, perlu di jewer kamu ya" Sambil mengejar Ana yang tau Sadam pasti akan menyerangnya.
" Beb nanti malam tidur sama aku ya, kangen tidur bareng" Goda Ana, mendapat pelototan dari Sadam.
" Eh enak saja,tentu tidur sama suaminya, kamu tuh, cepet nikah supaya tau tidur di temani suami kamu " Ejek Sadam.
" Kalian berdua sama saja, nanti malam aku tidur sama Aksa sama mbk Siti ngerti kalian " Amuk Freya.
" Sayang "
__ADS_1
" Sayang maaf yank " Rayu Sadam pada istrinya.
" Selamat merayu istrinya Tuan Sadam saya tinggal ya bertemu Pujaan hati " Ejekan Ana.
" Beb aku pergi ya, Jagan di maafkan Beb kalau perlu Seminggu wekk.... wekk" Sambil menjulurkan lidahnya ke Sadam.
Dasar bocil, kalau tidak ada Freya habis kamu, urusan Om Sandi belakangan nanti malam kedinginan gara-gara bocil.....batin Sadam.
" Kenapa mas mukanya seperti itu heem, lagi marah sama sahabatku ya " Ledek Freya, dia tau kelakuannya suaminya.
Di tempat lain, Ana menceritakan semua yang terjadi pada Sandi, termasuk keinginan Freya.
Dan Ana juga menceritakan hal lucu supaya suasana tidak menjadi Horor.
" Kamu tuh ya, usil banget sama Sadam, kalau kamu balik di kerjain bagaimana? heem" jawab Sandi.
" Kan Da Om Sandi dan Freya yang pasti membelaku dari amukan singga jantan"
" Dasar! kamu seperti Freya sayang gemesin " Mencubit kedua pipi Ana yang tembem.
" Iich sakit tau Om " Cebok Ana karena ulah Sandi.
" Ayo berangkat semua sudah siap kan kita berangkat" ucap Sandi.
Saat mereka akan pergi Ana mendapat telepon di Toko Roti ada yang menyerang, Ana langsung panik karena dia tidak mau Freya terluka dan keponakan tersayangnya.
" Kita harus segera kesana! mereka mereka datang ke Toko Roti, Freya dalam bahaya, Ayo semua printah Ana " Ana tidak tenang di dalam mobil dia menghubungi sahabat nya untuk segera membantu Freya di toko roti.
" Tenanglah, mereka masih belum saling menyerang, masih beradu mulut, mungkin trik dari Freya untuk menunggu bantuan " Sandi berusaha menenangkan Ana.
Di tempat kejadian, Freya berusaha menahan mereka sampai semua, bantuan datang, Aksa sudah di Amankan Sadam terlebih dahulu.
Mungkin sudah Saat nya Sadam tau siapa Freya.
" Di mana Bos kalian suruh dia kesini, aku ingin menantangnya duel kalau pun dia berani berhadapan den ganku " Ejek Freya.
" Tutup mulutmu gadis Sombong, kamu jangan main-main sama bos ku, bisa celaka nanti " Kembali beradu mulut.
" Cepat kamu hubungi sampaikan tantanganku, aku gak level sama kalian" Sedangkan Sadam yang di larang Freya untuk keluar sudah geram, tapi dia tidak berani pada Freya.
__ADS_1
Lanjut Episode Selanjutnya.