
MOHON MAAF KEMARIN TIDAK UPDATE.
Hallo Semua ini adalah karya ketiga , semoga kalian menyukainya
Bantu beri saran ya, kalau semisal ada yang tidak di sukai dalam isi cerita atau penulisan kurang bagus banyak Tipo atau kesalahan menulis supaya author bisa memperbaikinya.
Bantu semangati Author ya
Like
Komen
Favorit
Vote
Rate
Bantuan kalian sangat berarti ya buat kami para Author.
Setelah semua persyaratan di berikan ke pihak RS dan menyetujui melakukan tindakan operasi untuk kedua orang tua Freya Papa Ana dan pak Gatot menjadi saksinya.
Freya sangat was-was saat operasi berlangsung.
Hatinya sudah tidak menentu karena ketakutan dan membayangkan kalau dia di tinggalkan kedua orang tuanya hasilnya bagaimana?
" Harusnya aku tidak meminta untuk dirayakan Sweet seventeen pasti mereka akan baik-baik saja, semua semua salah aku hiks hiks.. " Freya menyalahkan dirinya sendiri.
" Sayang tennaglah ya,semua bukan salah kamu, semua sudah takdir nak kemari peluk mama supaya kamu tenang nak " Hibur mama Ana. Ana juga ikut menagis melihat sahabatnya seperti ini.
Semua meliahat ruang operasi dan seperti nya Operasi sudah selesai karena lampu sudah mati,mereka semakin gelisah menunggu hasil Operasi.
Ketika Dokter keluar dengan wajah lesu membuat Fre semakin mengeratkan pegangannya pada mama Ana dia semakin takut apa yang akan terjadi nantinya pada kedua orang tuanya.
__ADS_1
" Dokter bagaimana operasinya apakah semua berjalan lancar " tanya pak Gatot pada Kedua Dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi.
" Mohon maaf Pak kami sudah berusaha melakukan terbaik tapi semua kembali ke kehendak Tuhan, Kami mohon maaf mereka sudah berpulang saat kami selesai melakukan operasi,Sang Ayah sempat sadar beliau hanya menyebut satu kata Freya " ucapan Dokter membuat Freya lemas tidak sadarkan diri.
" Sekali lagi mohon maaf bapak ibu dan adek " ucap Dokter.
Setelah sadar Freya menagis meraung tidak percaya, apa yang di beritahukan oleh Dokter itu tidak benar.
" Tidak.....!!! dokter pasti salah cek lagi dokter " teriak Freya histeris.
" Pasti Salah Mama!! Pasti dokter belum cek bener mereka pasti sedang tidur, ayo dokter suruh cek lagi ma!!!!tolong!!" Teriak Freya sambil menangis tubuh nya lemah.
" Bunda!!! pasti masih Hidup, Bunda pasti tidak akan meninggalkan Freya sendirian Bunda....!!! ".
" Sayang tenanglah ya nak, masih ada kita, masih ada mama papa dan juga Ana ya sayang, ada pak Gatot gurumu juga, kamu tidak sediarian " Hibur mama Ana yang merasa sangat kasihan gadis kecil menjadi sebatang kara di tinggalkan oleh kedua orang tuanya sekaligus dengan keadaan seperti ini membuat mamanya Ana sangat prihatin. apalagi Bundanya Freya sangat baik orangnya.
" Bun...! katakan pada mereka kalian baik-baik saja ayo bun, bangun" teriak Freya.
Karena Freya menerobos masuk keruangan Ayah dan Bundanya yang sedang di urus Suster.
" Bun.. Bundaa.... bangun....!!! Bun. Hiks hiks " Tangis Freya. Buat yang meliahat sangat kasihan dan ikut tersayat hatinya.
" Ayah!!!! Jagan tinggalkan Fre aku ikut kalian....! Ayah Bunda....! Freya sudah lemas pingsan lagi.
" Freya di tarik keluar karena menganggu Dokter dan suster yang sedang mempersiapkan Jenasah mereka untuk di mandikan dan untuk di bawa pulang.
Setelah jenazah di keluarkan dan Freya melihatnya tadi Freya langsung lemas karena ternyata mereka memang sudah tidak ada, antara percaya dan tidak percaya.
Yang mengurus semua adalah pak gatot dan orang tua Ana di bawa ke kota B ke rumah mereka untuk segera di makam kan. sedangkan Freya sudah ada di mobil Ana dan supirnya untuk pulang lebih dahulu karena Freya masih belum sadar dari pingsannya.
Mereka sudah membawa kedua jenazah Ayah dan Bunda Freya ke kediamannya untuk melakukan Ritual layaknya orang meninggal. , karena mereka tidak tau keluarga Freya yang lain jadi para tetangga dan kenalan yang melakkunya, setelah selesai akan segera di makamkan di dekat rumah mereka ada makam.
Sedangkan Freya sudah sadar dan sangat kaget mendapati dirinya sudah berbaju hitam seperti yang lainnya, dan di rumah depan ruang tamu teras terdengar suara ramai orang mengaji dan ada yang mengis.
__ADS_1
Freya seperti dirinya mimpi, dan mimpi buruk.
" Aku harus bangun ini pasti mimpi buruk tidak benar " Rancaunya.
" Fre iklaskan Bunda dan Ayah ya, supaya jalannya terang dan tidak terbenani " ucapan Ana membuat Fre histeris lagi.
" Tidak.....! ini tidak benar Bunda Ayah pasti masuh hidup, mereka pasti berhalangan, mereka belum pulang ini pasti hanya mimpi buruk aku Ana ini mimpi kan " teriak Freya. dan Langsung berlari keluar dengan berteriak-teriak.
Mama nya Ana dan Bu Dini semua guru di sekolah maupun Rombongan dari Guru di tempat Ayah Freya , karena Ayah Freya adalah kepala sekolah. Berusaha menenangkan Freya menyadarkan Freya supaya Iklas menerima cobaan ini.
" Sayang tenanglah ya nak, kasiha Bunda Dan ayahmu nanti jalannya berat, karena kamu seperti ini.
Setelah di jelaskan oleh semua dan pak Ustad akhirnya Freya sedikit tenang dan berusaha Iklas tapi dia tetap memaksa ikut ke peristirahatan terakhir kedua orang tuanya.
Setelah selesai pemakaman pelayat sudah banyak yang pulang tinggal tetangga dekat yang di minta Buat Dini dan Mama Ana untuk membantu acara pengajian sampai tuju hari dan untuk menemani Freya sampai Freya bisa sendiri.
Freya masih menangis di kamarnya, dia masih belum percya kalau ini nyata dan dia sangat menyesal karena meminta sang Ayah dan Bunda untuk merayakan Hari Seweet seventeen,dia merasa dia penyebabnya.
" Fre ayo makan ya, kamu dari pagi belum makan, aku juga tidak mau makan kita kan sahabat sejati kalau kamu sakit ya akua ikut sakit " ucap Ana padahal dia sudah makan dia kali, karena Ana hobby makan dia paling tidak rela ada makanan banyak di anggurin, Freya jadi kepikiran kalau perkataan sahabatnya jadi kenyataan karena dia tau siapa Ana terhadap makanan.
Akhirnya Freya makan juga, dan dia di suapin Ana karena tubuh nya lemas kalau harus bangun, dia hanya bersandar di ranjangnya.
" Maaf ya Freya aku tadi bohong sama kamu, kalau akau belum makan padahal sudah dia kali dan nambah lagi " Ucapan Ana membuat Freya tersenyum.
Dasar sahabat gak ada Aklak kamu Ana, Aku takut kalau kamu mati kelaparan, kamu paling tidak bisa kalau tidak makan " ucap Freya.
Kita lanjutkan nanti di Episode selanjutnya.
Sudah dulu ya UP hari ini, semoga suka dengan alur cerita Novel Ini bantu dukung author ya biar semangat Nulisnya, biar banyak UPnya setiap Hari. Degan cara:
Like.
Vote
__ADS_1
komentar
Terimakasih 🙏💕.