
MOHON TERUS BERI DUKUNGAN BUAT AUTHOR YA SEMOGA SELALU BISA UPDATE SETIAP HARI.
TANPA DUKUNGAN KALIAN, TERASA HAMBAR, MENULIS TIDAK SEMANGAT MENULIS.
BANTU JUGA LIKE, KOMENTAR, VOTE DAN RATE. YA Terimaksih.
SELAMAT MEMBACA.
Cepat kamu hubungi sampaikan tantanganku, aku gak level sama kalian" Sedangkan Sadam yang di larang Freya untuk keluar sudah geram, tapi dia tidak berani pada Freya. Karena dia tau kalau Freya sudah marah besar akibatnya.
" Sudah cepat kalian hubungi bos kalian, aku tidak ada urusan sama kalian, tapi sama bos kalian kalian bukan lawan aku" tantang Freya.
" Gadis sialan berani kau menghinaku hah " Dengan wajah emosi.
" Ya begitulah , terbukti kalian belum apa-apa sudah keok huuft " Ejekan Freya membuat membuat mereka meradang.
" Bos sebaiknya hubungi Bos besar saja dari pada kita di hina sama perempuan " usul anak buah nya ada benarnya.
" Dengarkan anak buah mu, segera hubungi bos kamu hadapi aku langsung Jagan jadi pengecut. hahaha Freya menertawakan mereka semua, tawa Freya membuat mereka semakin meradang.
Freya tau mobil Ana memasuki parkiran toko, dia segera menulis Wa ke Ana, untuk tidak turun dulu dari dalam mobil apalagi ada om Sandi, ini sangat bahaya.
Ana Jagan turun tetap di dalam mobil, perintahkan yang lainnya siap-siap saja di tempatnya masing-masing Jagan menimbulkan kecurigaan, aku sedang berusaha memancing Bos besar mereka keluar.
Beritahu Om Sandi Jagan sampai keluar mobil, InsyaAllah aku bisa menghadapi mereka, kalau aku terdesak baru kalian keluar pesan Freya pada Ana lalu kembali dia Fokus pada mereka semuanya.
" Om Jagan keluar dulu, tunggu printah dari Freya, dia sedang berusaha memancing pentolan dari penjahat yang menganggu Freya sampai toko ini kebakaran " ucap Ana.
" Apakah dia bisa Ana, aku sangat khawatir padanya Ana dia satu-satunya peninggalan mas Freddy yang harus aku lindungi " Sandi sedih kalau mengingat semuanya.
" Om kalau keluar bukan membantu tapi beban untuk Freya " Ejek Ana.
" Kamu ya, keadan sepeti ini masih menghina "
" Kenyatan Kan, Om lemah, gak bisa tarung " Ejek Ana Lagi.
" Tapi dalam Hal lain gak lemah, nanti aku buktikan kalau waktunya sudah tiba, kamu pasti minta ampun sama, aku tidak akan menjek aku lemah " ucap Sandi pada Ana.
__ADS_1
Ana bergidik ngeri pada ucapan Sandi dan Ana berfikiran mesum.
Sandi menertawakan calon istri bocilnya itu pasti berfikiran yang tidak-tidak.
" Freya seperti Mas Freddy, seallau punya rencana dan otaknya penuh ide ide jitu, semoga berhasil " ucap Sandi.
" Iya Benar Freya memang seperti ayah, dan pintar buat kue seperti bunda " tambah Ana.
Mereka bercerita supaya tidak bosan di dalam mobil.
Sedangkan Sadam di dalam mengerutu dan marah tidak jelas, sang asisten yang kualahan meladeni Sang bos yang uring uringan tidak jelas.
" Tenang lah Bos, kalau nona butuh bantuan pasti dia akan memberi tanda, kalau bos melanggar tau sendiri resikonya sekarang terserah bos saja " Karena sangat jengkel terhadap Bosnya. dan dia pasrah saja.
" Kamu ini ya, bukanya membantu tapi membuat aku semakin jengkel " ucap Sadam.
" Sayang kamu nekat banget sich, kalau kenapa-napa bagaimana " khawatir Sadam.
" Dasar bucin " tanpa Sadar Alex yang baru muncul "
" Diamlah kalian, Aku kwatir pada istriku "
" oke aku turuti kalian tapi diamlah Jagan menghinaku " omel Sadam pada mereka.
" Keinginan mu terkabul nona bersiap-siaplah dan ucapkan salam perpisahan pada keluargamu dan anak buah mu karena aku yakin kamu tidak akan bisa melihat matahari besok pagi " Ejek pimpinan penjahat.
" Oke berati bos kalian pemberani tidak pengecut, beraninya di balik layar " Ejek Freya.
Freya sudah memberitahu Sadam dan Ana untuk bersiap-siap karena Sebentar lagi bos besar mereka akan datang, semua penasaran siapa sebenarnya mereka, karena mereka sulit mencari jejaknya.
Setelah 30menit mereka menggunakan datang lah 3 mobil masuk ke pelataran toko Freya.
Saat rombongan mereka keluar dari mobil betapa terkejutnya Mereka siapa yang datang, dan musuh Freya.
" Ini tidak mungkin, ini tidak mungkin.....aku sudah menutup rapat identitas Freya, aku harus menemani Freya buka pintunya " Ucap Sadam.
" Tenanglah Bos, nona Freya memerintahkan kita menjaga bos supaya bisa mengontrol emosi, sampai tau tujuan mereka apa" Ucapan Alex membuat Sadam lemas.
__ADS_1
" Kalian tidak tau siapa mereka yang datang, cepat WA Freya, dia bukan tandingan Freya " Khawatir Sadam.
" Ini mustahil, Ana, dan ini sangat berbahaya untuk Freya kalau dia muncul, aku tidak boleh tinggal diam aku tidak mau Freya terluka dan di sakiti oleh penjahat itu" ingin keluar tapi di halangi Ana.
" Tenangah Om Jagan gegabah, tenang dulu, lihatlah Freya masih Santai seperti itu" Ana berusaha menenangkan Sandi yang sudah panik.
" Iya Ana semoga semua baik baik saja, dan kita Fokus melihat tanda apapun dari Freya "
" Om lihatlah dari sini, karena Freya sudah memasang CCTV tadi supaya kita mudah melihat gerakan mereka " Ucapan Ana membuat Sandi bangga pada Sang keponakan yang cerdik seperti Ayahnya.
*Mereka kah bosnya, tapi siapa aku tidak kenal satupun tapi kenapa mereka mencari aku dan Aksa, eeh tapi wajahnya tidak asing, yang bos mereka, aku seperti pernah melihat tapi dimana? batin Freya.
"Oh* jadi kamu menanntangku, aku sudah datang mau apa kamu" menatap Freya penuh kebencian.
" Anda siapa kenapa ingin menculikku dan mencelaiku hah " Marah Freya.
" Hahahah kamu berani menanntangku tapi tidak tau siapa aku hahahaha, berani sekali kamu gadis kecil, tapi kamu cantik juga,bodymu juga bagus pasti kamu bisa memuaskan aku di ranjang hahaha.
Sedangkan Sadam sudah, sangat marah tak terbendung mendengar ucapan Bos pimpinan penjahat.
" Sebelum tangan Anda menyentuh kulitku, sudah aku patahkan " ejek Freya.
" Hahaha, besar juga nyalimu pantas saja Sadam memilih mu, dari pada putri kesayangan ku, dan kamu yang membuat putriku menangis " ucapanya membuat Freya ingin tau siapa putrinya.
" Siapa putri Anda, karena aku tidak mengenalnya, dan kenapa Anda marah dengan aku " tanya Freya.
" Menjauhlah dari Sadam sebelum semua terlambat, hari ini aku sedang tidak ingin berkelahi, tapi kalau kamu menanntangku oke aku Terima" ucapnya lagi.
" Kalau kamu ingin tau siapa putriku sebentar lagi dia datang, untuk menemuimu tunggulah" ucapnya.
"Siapa gadis ini kenapa wajahnya tidak asing, apakah aku pernah bertemu denganya tapi di mana... cara berbicaranya, tidak ada takut sedikitpun, cantik pemberani, dan pintar bela diri mengagumkan pantas Sadam menyukainya.
Lamunnya buyar saat Sang putri datang.
" Aku datang papi....... " teriakan Sang Putri.
Membuat semua kaget siapa perempuan yang merebutkan Sadam.
__ADS_1
Lanjut nanti.