
A sayang ayo kita keluar melihat berapa ramainya toko kue kamu, semua teman mama papa dan tante sudah di undang untuk datang khusus hari ini gratis papa yang memborong semua kue, sebagai perayaan pertunangan kita " ucapan Sadam membuat Freya sangat malu dan tersipu.
" Ayo sayang mama mau mengenalkan kamu pada mereka semua yang datang, juga mereka penasaran Owner FAS bakery " Ucap Sadam.
" Tapi aku takut kalau terkenal Pi! " Ucap an Freya membuat Sadam bingung, kenapa gak mau.
" Karena aku takut kalau terkenal penggemarnya banyak pasti aku akan dapatkan hukuman banyak dari kamu nantinya bisa jontor bibir aku " Ucapan Freya membuat Sadam terbahak-bahak memancing semua orang melihat, karena Seorang Sadam tidak bisa Senyum apalagi sampai tertawa.
" Ma, anak kamu kenapa dengar suara tawanya menggelegar sampai terdengar sampai sini " Mama memberitahu papa.
" Mungkin dia bahagia, kalau tidak dia sedang mengoda mantu kita ma, muda, cantik, pintar dan kreatif " Puji papa Sadam pada Freya.
" Mantu yang sempurna " Sambung mama.
" Mama sudah tidak sabar menunggu mereka secepatnya menikah ya pa! " ucap Mama lagi.
" Pa itu rekan bisnis papa kam kok ada di sini, apa papa mengundangnya " tanya mama.
" Iya kemarin papa ketemu katanya istrinya suka kue, papa ajak saja kesini Sekalian promosi" Cerita papa.
Mereka membatu toko Freya, supaya berkembang, apalagi setelah kejadian kebakaran.
Freya dan Sadam akhirnya keluar juga, untuk potong pita.
" Jeng itu calon mantu kamu cantik sekali " ucap Beberapa orang.
" Kamu mau menikah sama Abi nak tanya Salah satu ibu yang di sana"
" Tante juga hadir, terimakasih tante, doakan ya lancar sampai hari H " membuat orang yang ada di depannya sesak, karena sang putra kalah sebelum berperang, dialah ibunya Darma, sejak awal menyukai Freya, karena sering mendengar cerita dari Darma tentang Freya.
" Pasti Sayang, doa tante sellau buat kamu, sukses dan SAMAWA " sedih hatinya.
__ADS_1
" Sayang kamu kenal tante Nia" tanta Sadam. padahal dia sudah tau kalau itu ibunya Darma pasti Freya mengenalnya.
" Iya Tante Nia ibunya kak Darma Pi, jadi aku mengenalnya " Jawab Freya.
" Oke kita potong pita, semua sudah tidak sabar menikmati kue FAS " Ajakan Sadam di iyakan Freya.
" Ayo tante kita ke sana " Ajak Freya.
" Oke "
Semuanya senang, akhirnya mereka bisa menikmati lagi kue FAS setelah sebulan Tidak menikmatinya.
"Lihatlah sayang pengemar kue kamu, semakin banyak kan, dan aku juga salah satunya awalnya aku hanya ingin membalas karena ulahmu tapi lama kelamaan aku jatuh hati dengan... kue kamu, sifat keibuan kamu semua yang ada di diri kamu sayang, I love u " Freya mendapatkan ungkapan hati Sadam sangat bahagia hari ini, Semuanya membuatnya bahagia "
" Ehem awalnya aku juga tidak yakin dengan perasaan aku, aku hanya takut terhadapmu, sampai aku harus menyadari kamu sampai aku harus menyamar setelah aku tau kamu adalah orang berdasi, dan orang yang aku siram pakai tepung, setelah aku dekat dengan kamu, aku tau sikap kamu, dukungan dari Ana dan kedua orang tuanya membuat aku sedikit mau membuka hati permintaan tante untuk menikah denganmu, Aksa yang selalu ingin aku menjadi bundanya, karena aku sangat sayang Aksa, aku tidak mau Aksa mendapatkan ibu sambung yang jahat, atau ibu aslinya yang tidak sayang padanya, Aku berubah Pikiran " Freya menjeda kalimatnya, karena ada yang bertanya pada Freya.
" Lanjutkan Sayang "
" Kalau aku gimana sayang "
" Kalau kamu, bukan jadi ayah aku, tapi jadi anak aku pi, manja mu setengah mati " Ucapan Freya ,
membuat orang yang mendengar di belakang mereka tertawa
" Kalian kenapa di sini ganggu saja, nguping kamu heem" Omel Sadam pada temannya.
" Yang Sopan sama calon kakak ipar, awas ya " ucap Jerry mengancam Sadam.
" Ada apa kakak, gimana sudah makan kue buatanku, sudah seperti buatan bunda Belum? "
" Sudah! Princes, sangat lembut lebih enak buatan kamu, banyak Malamnya, Kakak bantu Promo juga ini Lihatlah pasti besok orderan kamu melimpah, segera kamu cari banyak pegawai " Saran Jerry.
__ADS_1
" Siap kakak"
" Aku kesana ya, takut bayi besarmu cemburu dan ngamuk lagi, kasihan adik kakak yang sabar ya " enek jerry menertawakan Sadam.
" Lihatlah sayang dia menertawakan aku, pelan dong bilangnya "
" Maaf, tapi itu kenyataan Pi, ya sudah aku mau ketemu Aksa "
" Tunggu sayang, di dalam saja, di luar banyak banget orang dan pengemar ku, aku tidak mau mereka mendekatimu di balik layar saja ya kamu sayang " Teriak Sadam sambil mengejar Freya.
" Apasih pi, ya gak apa dong, mereka ingin mengenal aku, kenapa harus di balik layar sayang " ucapan Freya yang memanggilnya sayang membuat Sadam diam karena terlalu senang.
Freya tau kalau Sadam dia panggil sayang pasti tidak merepotkan lagi.
" Sayang papi aku ke depan dulu ya, papi di sini sama mama mertua dan papa mertua Oke, aku mau ketemu teman aku di luar " ucapan Freya membuat Sadam mati gaya di depan keluarganya.
" Uuh manisnya kakak iparku, bikin Abangku meleleh dan salting " goda Marisa.
" Sadam biarkan Freya menikmati dunianya, Jagan lupa jamjimu padanya, papa yakin Freya itu setia kok tidak usah cemburuan ingat umur " Sindir papanya.
" Siapa yang cemburu sich pa, aku gak mau saja ada yang menyakiti Freya " jawab Sadam.
" Iya betul kata papa Jagan sampai dia berubah pikiran karena sikap kamu ya susah kita membujuknya " ucap Sang Mama.
" Benar Tuan Nona itu kalau punya pendirian susah di ubah, cerita nona Ana dan pesan dari nona Ana, Jagan memaksa nona Freya, paling di benci oleh Nona Freya " Ucapan Alex membuat Sadam Diam.
" Adik ipar tidak ikut Selfi, Adikku lagi jadi gula di kerumuni banyak semut di luar " Ucapan Jerry membuat Sadam galau, mau pergi tapi takut, kalau gak pergi hatinya panas.
" Aku mau ke Aksa ma " Sadam pergi dengan muka murung.
" Dek bayi besarmu sedang galau, masuk gih!...kasihan juga Kakak melihatnya " ucap Jerry.
__ADS_1
"Oke pasti digodain oleh semuanya ya"