
Kembalilah ke kamarmu, aku juga mau istirahat " dengan nada ketus pada Freya.
Apa aku salah bicara tadi ya, kok seperti marah sekali dia, mulut ku ini menyakitkan sekali sich. batin Freya.
" Tunggu...! di mana kamar Aksa Haii Tuan SAR " Sadam langsung menoleh dan lebih marah dari tadi.
Duh mulut aku, tambah marah kan, gimana ini huft kabur saja ke kamar aku sekarang, menakutkan tatapan matanya. Frey berlari ke arah kamarnya, dia tidak tau kalau Sadam ada di sebelah kamarnya, dan kamar Aksa ada di depannya.
Freya! , kenapa kamu menarik ulur aku, kamu biarkan aku memanggilmu Bunda setelah itu kamu mengulur lagi dan Kamu menarik, aku seperti layangan yang kamu tarik ulur huft Gimana mendapatkan kamu, aku harus berbuat apa, Jagan sampai pikiran kotor lagi huft Sadam berbicara sendiri uring uringan.
Bunyi HP Sadam.
πAda apa Lex
πTuan sama nona Freya sangat serasi.
π"Apakah sudah mau menerima Tuan"
πMaksud kamu apa? "
π"Tuan lihat saja berita malam ini.
π"Iya nanti aku lihat, kamu kirim linknya"
π"Tuan berapa lama Anda di sana? "
π" Ada apa Lex'
π"Tidak apa Tuan hanya bertanya"
π Belum tau, dia menarik ulur, aku seperti layangan saja.
π"hahaha " tawa Alex di seberang telepon.
π"Awas kamu ya " ancam Sadam
π"Saya matikan Tuan, selamat malam"Kalau di teruskan Bisa habis Alex.
Kenapa semua menyebalkan sekali hari ini sebaiknya mandi istirahat.
Setelah semuanya selesai, Sadam memesan kopi dan duduk di balkon. Tanpa sadar dia mendengar orang telepon.
Seperti suara Freya dengan siapa dia malam malam telepon.
Siapa kakak, apakah Darma atau ada yang lain lagi sehingga dia tidak mau denganku!
Dengan rasa penasaran Sadam memanjat balkon Senja yang ada di sebelah balkonnya. dari luar pintu Sangat jelas Sadam mendengar karena Suara HP Freya sangat kencang.
π" Kak Darma, bisa aja, gak lah masa lupa sama kakak,iya pasti dong aku bawakan mau minta apa kak! " Tanya Freya sambil tertawa.
__ADS_1
π Aku gak minta apapun, cuma minta kamu cepat pulang, kalau kalau kelamaan tar aku nyusul ke situ loh " Ucapan Darma membuat orang di balik pintu meradang.
π"Sekolah yang bener kak, Gak lama kok di sini, sabar "
π"Oke dech FAS yang cantik "
π" Oke aku mau istirahat capek " Jawab Freya.
π " Mimpi indah ya "
Setelah selesai Freya menutup teleponnya , Freya kaget di pintu balkon ada orang,
Freya langsung membuka pintu dan sangat kaget karena Sadam masih berdiri di depan pintu, begitupun juga Sadam sangat kaget dia ketahuan mengintip, tapi karena dia sangat malu Sadam beralasan.
" Kenapa di sini, mau ngapain, lewat mana? kalau kamu jatuh gimana? " Freya memarahi Sadam.
" Gimana nasib Aska kalau sampai jatuh hah ! Freya marah"
" Kamu nyumpahin aku mati Bun! belum menikah kamu sudah jadi janda! Ucapan Sadam mengalihkan pembicaraan.
" Bicara apa sich, kamar kamu di mana bagaimana bisa masuk kesini "
" Di sebelah, kamu berisik teleponnya, jadi aku gak bisa tidur " Mana ada suara terdengar sampai sebelah ini hotel bukan rumah batin Freya.
" Lewat depan keluarnya, minta kunci cadangan sama pegawai sana " ucap Freya, karena tidak sadar Sadam telanjang dada hanya pakai celana kolor pendek.
" Lewat balkon saja tapi hati- hati mendorong Sadam "
Ketika Sadam Akan naik Freya ngeri melihatnya dan...
" Turun dech aku yang minta kunci ke resepsionis " Ucapan Freya membuat Sadam senang.
" Makasih aku numpang rebahan ya " ucap Sadam.
" Huum " jawab Freya segera pergi ke resepsionis.
Setelah kepergian Freya ternyata Ada Aksa mb Siti Pandu dan kedua orang tua Ana yang mau mengantar Aksa.
Mereka punya kartu akses Freya.
Setelah masuk mereka sangat terkejut karena mereka tidak mendapat kan Freya tapi melihat laki-laki tidur dengan telanjang dada.
"Hei siapa kamu kenapa tidur di kamar putriku dimana? Freya...!! " teriak mama Ana.
Sadam berbalik sangat kaget karena ada mereka.
" Papi idur ama Unda, enapa Gak akan Aca papi culang " Teriak Aksa, Pandu tanpa pikir panjang langsung menghubungi sang Nyonya.
" Tante semua tidak seperti yang tante dan kalian pikirkan " Ucapan Sadam tidak di dengar, Freya yang baru datang tidak tau kalau di kamar nya ada banyak orang.
__ADS_1
" Ayo buruan balik ke kamar kamu, awas ya, sampai ada yang tau " Ancam Freya.
" Bun lihat kebelakang bisik Sadam, tapi Freya masih belum paham"
" Apaan lagi sich, mangkanya Jagan kepo jadi orang akibatnya kayak gini, tidur pake baju masuk angin pakai ini" Freya memberikan piyama pada Sadam .
" Kenapa tidak tidur berdua saja, langsung mama nikahkan kalian " Ucapan mama Ana membuat Freya kaget.
Langsung menginjak kaki Sadam.
"Aku sudah memberi kode tadi, tapi kamu gak respon".
" Mah semua yang mama lihat, tidak benar ya, Freya bisa jelaskan mah " Freya memohon pada Sadam tapi Sadam tidak perduli cuek.
" Bantuin dong, kalau bukan kamu, acara manjat balkon ini tidak mungkin terjadi " Bentak nya pada Sadam.
" Panggil papi dulu baru papi bantuin bunda " Jail Sadam pada Freya karena dia ingin mengikuti kejahilan Freya.
" Huuft kamu tuh ya, memojokkan aku terus "
" Papi bantuin bunda jelaskan pada mama dan semuanya " Bisik Freya.
" Bukan berbisik Bunda, tapi yang keras mereka dengar dong " Freya mencubit Sadam.
" Iich dasar ya, ambil kesempatan terus"
" Papi bantuin Bunda dong, jelaskan kalau kita, tidak melakukan yang mereka pikirkan " Ucapan Freya terdengar mereka membuat mereka semakin yakin, ada hubungan Sadam dan Freya.
Aku yakin mereka semua sudah otw kesini menikahkan kita Freya, apalagi sekarang dengan manjanya kamu memanggil papi, masuk kamu, balasan buat kamu main-main denganku, makan tuh Duda Sadam sangat bahagia rencana berhasil.
" Iya Bunda tenang dulu papi akan jelaskan pada mereka, tapi papi ada perlu sebentar ya, masalah penting " Karena tangan Sadam di cubit terus sama Freya.
" Gak! gak boleh, aku gimana dong papi...! " teriak Freya.
" Mau ikut papi kebelet ini mau ke kamar mandi " Ucapan Sadam membuat Freya salting.
" Unda ahat dari tadi ueki aca , idak peduli aca " Aksa ngambek pada Freya.
" Sayang maafkan Bunda ya nak, Jagan marah sama unda ya sini peluk Bunda " Mereka berpelukan.
Sadam keluar dari dalam kamar mandi, langsung ikut memeluk mereka berdua, otomatis membuat semuanya termasuk Freya kaget.
" Kenapa sich ikut peluk " Omel Freya.
" Idak apa Unda, peyuk beltiga " ucapan Aksa membuat Freya terdiam.
" Pasangan yang pas Mama dan papa setuju dech, mama tidak jadi pulang besok, nambah satu hari lagi mau jalan-jalan dulu iya kan pa!! " anggukan oleh Papa.
Karena mama dapat WA bahwa mereka di suruh tambah libur satu hari.
__ADS_1