
Bantu beri saran ya, kalau semisal ada yang tidak di sukai dalam isi cerita atau penulisan kurang bagus banyak Tipo atau kesalahan menulis supaya author bisa memperbaikinya.
Bantu semangati Author ya
Like
Komen
Favorit
Vote
Rate
SELAMAT MEMBACA.
Freya kaget saat masuk tempat itu karena seperti tempat orang pacaran.
" Eemm kenapa pesan tempat seperti ini " Tanya Freya.
" Aku ingin mengajakmu kencan Tanpa ada yang menganggu, kamu suka tempatnya heem "
" I... iya suka bagus " jawab Freya.
" Keburu dingin kita makan ya, setelah itu baru bicara penting " Sadam Menarik Kan kursi buat Freya supaya duduk.
Setelah mereka makan dan minum Sadam mulai pembicaraan nya. Dia berlutut di depan Freya.
" Freya Aurora Saquina apakah kamu mau menjadi istriku Bunda dari Aksa " Sadam berlutut di depan Freya membawa satu buah kotak cincin sedangkan Freya sangat terkejut dengan kejutan Sadam.
" Maaf aku belum siap, untuk menjadi istrimu, tapi aku tetap Bunda nya Aksa, tolong mengerti aku " Sambil menangis Freya memohon.
" Berilah aku alasan atas penolakanmu, supaya aku bisa memahami apa alasannya dan tidak ada salah paham " ucap Sadam.
" Apakah Tuan mau mendengar alasannya , tapi setelah itu tolong Jagan memaksa " ucap Freya.
" Ya Asal alasnya masuk akal,Papi akan Terima Bun! " Ucap Sadam.
" Aaa..Aku punya trauma terhadap laki-laki, dia ingin Melecehkan Ku ayah Bunda juga tidak tau hanya Ana dan tanteku yang tau tapi tanteku sudah tiada.
"Apakah orangnya tidak di proses hukum" tanya Sadam.
" Tidak dia mengancam aku kalau sampai ada orang yang tau "
" Apakah dia masih menganggu kamu Bun! " Tanya Sadam.
" Tidak karena ayah dan bunda mengajak aku pindah setelah kematian tanteku "
" Kenapa meninggal apa dia sakit atau apa? " Sadam mulai penasaran.
" Bunuh diri "
" Astaghfirullah " Sadam kaget.
" Ceritakan Jagan takut, aku orang terdepan yang akan melindungi kamu Bun! " Ucapan Sadam membuat hati Fre sejuk.
Aku waktu itu masih SMP kelas tiga, di depan Tante, dia berusaha melakukan tidak senonoh padaku , itu hapir ketiga kalinya tante akan di lukai kalau aku tidak mau melayaninya tapi untung, tante memukul Om Dani aku bisa lepas kalau tidak aku tidak tau lagi apa yang terjadi sejak saat itu aku di hantui ketakutan rasa bersalah, dan tante, meninggal karena ingin menyelamatkan aku, kalau dia masih ada pasti suaminya itu akan menjadikan tante Sandra untuk suaminya mendapatkan aku " Akhirnya Freya bisa bercerita pada Orang lain.
__ADS_1
" Bunda dari kemarin sebenarnya aku ingin menikahimu hanya untuk Aksa bukan untuk aku "
" Maksudnya "
" Aku gak paham "
" Begini, aku tau kamu masih ingin kuliah, masih ingin berkarier dan mengejar cita-cita iyakan.
" Iya benar"
" Aku mau kita buat kesepakatan atau istilahnya kontrak seperti di novel online kamu "Sindir Sadam.
" Ais lihat HP aku ya, kamu " Omel Freya.
" Gak Sengaja"
" Terus gimana? lanjutannya "
" Aku mengajakmu menikah, karena kita akan tinggal satu rumah, aku gak mau ada fitnah atau apa ya, kalau ada orang kita seperti sepasang suami sungguhan, tapi kalau tidak ada orang ya seperti ini sampai kita bisa menerima satu sama lain tanpa paksaan "
" Tolong kamu pikirkan dan aku berjanji akan melindungi kamu dari apapun setelah kamu menjadi istriku " Ucap Sadam lagi.
Freya yang mendapat nasehat dari Ana, akhirnya Freya , akan mengikuti pesan Ana.
" Oke akan aku jawab saat aku dari makan Ayah Bunda ya " Ucap Freya.
" Ooh begitu! ceritanya papi di gantung ini Bun! Di Terima tidak di tolak juga tidak! "
" Hehe ya begitu, kalau gak mau ya sudah " Ucap Freya.
" Panggil papi aja ya seperti Aksa " Ucap Sadam.
" Percobaan Bun, siap tau kan papi obat trauma kamu" Goda Sadam.
" ich papi Genit "
" Genitnya sama mami aja kok, kita kan hari ini pacaran"
Hais pacaran lagi, ingat umur sudah tua, pacaran "
" Kan pacarannya sama bocil, di ajak menikah langsung kan ngak mau ya sudah pacaran saja ya " Muka melas Sadam membuat Freya tertawa.
" Tertawa artinya iya, iya kanBunda Bunda " Sadam yang Awalnya ingin Freya hanya menjadi Bunda nya Aksa tapi sekarang dia benar benar mau lebih.
" KOK melamun, ayo pulang, Oh ya aku ingin mampir ke anak gadis tadi kasihan, gara-gara orang tuanya anaknya jadi korban kasihan aku lihat anak kecil nangis.
" Bunda sungguh baik hati, tapi Jagan cemburu ya kalau Salsa, bikin ulah " Pesan Sadam pada Freya.
" Issh gak akan "
" benarkah " sambil mencolek hidung Freya.
" Fokus menyetirnya nanti bisa nabrak papi! "
" Iya Bun, tenanglah, Aman " sambil melirik Freya.
" Bocil bocil kamu mengemaskan kalau panik begitu "
__ADS_1
" Dasar Om Duda " Jawab Freya.
" Tapi keren kan "
" hahaha tawa Freya " membuat Sadam deg deg an terus menerus.
" Bun! "
" Hmmm ada apa? "Sadam mengendarai mobil yang dia minta pada orang hotelnya.
" Ada apa? such "
" Gak apa mau ma manggil aja Bun, kamu cantik " Godaan Sadam membuat Freya tertawa.
" Gombal banget sich, dinginnya di mana dan kata orang-orang seram seorang Sadam Abian Ragata, aku melihat biasa aja ya " Ledek Freya.
' Ooh mau lihat rupanya, mau aku tunjukan keganasanku Bun! hemm" balas Sadam pada Freya.
" Gak usah Hahahah aku gak takut, karena orangnya raja gombal " Tawa Freya.
" Kamu gemesin banget sich Bocilnya papi " ucap Sadam.
" Dasar Om Duda, panggil bocil terus nyebelin "
" Kamu panggil Om terus, panggil papi Bunda! Oke " Tegas Sadam.
" Oke Papi " Jawab Freya.
" Nah gitu kan Cantik " Uxap Sadam.
" Kalau aku di kira anak kamu gimana Pih " Ucapan Freya membuat Sadam kaget.
" Kenapa Pi, maaf mulut aku gak ada remnya "
" Apakah aku setia itu ya, gak cocok buat kamu " Tanya Sadam.
" Gak kok, aku bercanda Pih "
" Atau kamu mau manggil aku dengan sebutan lain asal Jagan Om ya "
" Papi aja dech "
" Senyamannya kamu aja ya, Bun, aku lebih nyaman panggil Bunda ke kamu "
" Pi masih lama, rumahnya " Tanya Freya.
" Tuh Depan Belok sudah sampai rumah mereka" jawab Sadam.
" Hafal banget ya papi rumahnya " Sindir Freya.
" Nyindir ini atau cemburu, tenang saja Bun aku gak tertarik sama Jada, aku tertariknya sama Bocil di sebelahku yang suka buat aku jantungan. kalau bicara" Jawaban sadam membuat Freya melotot.
" Papi menyebalkan"
" Sudah Ayo turun, setelah itu kita pulang ya, ketemu Aksa " Sadam mengandung tangan Freya.
" Sampai di depan Pintu mereka mendengar suara gaduh dari dalam rumah Salsa. seperti suara pertengkaran.
__ADS_1
Freya dan Sadam diam, karena mau masuk juga gak enak menunggu di depan pintu, sampai nama Sadam di sebut dalam pertengkaran.