JEBAKAN OM DUDA

JEBAKAN OM DUDA
Episode 47.Kedatangan Sadam.


__ADS_3

Bantu beri saran ya, kalau semisal ada yang tidak di sukai dalam isi cerita atau penulisan kurang bagus banyak Tipo atau kesalahan menulis supaya author bisa memperbaikinya.


Bantu semangati Author ya


Like


Komen


Favorit


Vote


Rate


SELAMAT MEMBACA.


"Ana, aku... aku takut, kalau dia bertemu mantan istrinya yang katanya mau merebut Aksa, apa dia mau kembali ke papi Aksa lagi ya"


"Percaya Saja pada Tuan Sadam, lagian di sana juga ada Alex jadi aku masi bisa pantau Tuan Sadam tenanglah"


" Iya, aku tidak boleh seperti ini, aku harus percaya padanya "


" Bagus "


" Aku sarankan kalian segera menikah, supaya kamu dengan mudah mengusir pelakor, kalau statusmu hanya tunangan tidak kuat, masih bisa di tikung, yang sudah menikah saja masih bisa di tikung.


Freya diam, ada benarnya juga kata Ana, aku kan bisa ikut kemanapun dia pergi, kuliah bisa cuti.


" Bagaimana, keburu mantan istrinya pulang, kata oma Aksa hak asuh Tuan Sadam masih bisa divrebut kau Tuan Sadam sampai lalai dan belum punya istri " Ucap Ana ( mohon maaf kata-kata hanya karangan Author saja".


" Apa kenapa kamu tidak bilang, kalau soal Aksa aku bisa mengambil jalan nekat, aku tidak akan membiarkan dia menyakiti Aksa lagi, hanya Aku bundanya " ucap Freya.


" Oke artinya kamu setuju menikah dengan Tuan Sadam"


" Iya, tapi ada syaratnya pasti, aku gak mau sebelum cita-citaku tercapai akan hamil duluan.


" Kalau masalah itu, tergantung kamu, buat saja kontrak perjanjian pada Tuan Sadam, aku yakin dia setuju kok " ucap Ana.


" Sebelum dia buatlah, supaya tidak terlalu lama, dan menikah sederhana, kamu masih sekolah" Ucap Ana.


" Oke"


Setelah pembicaraan selesai Ana meninggalkan ruang tamu ke kamarnya .


Freya keruang kerja Sadam mencari kertas, setelah selesai mau di print.

__ADS_1


" Ana kenapa ya Papinya Aksa tidak bisa di hub, aku khawatir Apa Alex juga " tanya Freya.


" Iya Off"


" Tante apa Sadan tidak menghubungi Tante dan kalian " Tanya Freya pada mereka.


" Apa dia mampu ke Helen ya ma, Waah kalau sampai iya aku tidak k. maafkan " Alesia sengaja memancing Freya.


Freya seperti panik dan gelisah akibat ulah Alesia tadi.


" Tenanglah Nak Jagan dengarkan mereka percaya pada calon suami kamu " ucap Oma.


" Iya Tante "


" Semoga Abang aku tetap setia ya Kakak ipar, mangkanya cepat di SAH kan, gak ke gantung kan sakit " Goda Marisa.


" Aku pun sebagai sahabat menyarankan demikian supaya, tidak di tikung pelakor atau pun ulat keket yang meraja lela di luar sana, Tuan Sadam kan Tampan, badan kekar, cool dan kaya rasa, yang di cari mereka " Ucapan Ana membuat Freya menelan Ludah.


" Sudah kalian Jagan godain, calon mantu mama terus, kasihan kan, apalagi masih tiga hari lagi Abi pulangnya " Omel mama.


" Iya iya mah, gak ganggu kakak ipar, tapi godain kan gpp " ucap Marisa.


Dua hari kemudian Sadam memberi kejutan untuk Freya yang sudah gelisah karena Sadam tidak bisa di hubungi lagi.


"Seharusnya sudah pulang kenapa tidak bisa di telepon ya "


" Dari semalam gak bisa di hubungi, kemana ya dia, aku takut dia kenapa-napa, karena gak ada kabar " Ucap Freya di pagi buta sudah galau.


" Dari pada galau, masak yuk, ada anak sama mertua kamu mau di kasih makan apa nanti sarapan " ucapan Ana membuat Freya kaget, dia lupa kalau semalam seluruh keluarga Sadam menginap di rumah itu.


" Astagfirullah! aku lupa, kalau ada mereka, aku siap-siap dulu " ucap Freya.


Setelah Ana memberitahunya Freya bergegas ke dapur untuk memasak, dan hari ini dia memasak sangat banyak karena ada tamu banyak sekali dirumah dan ada anak kecil dia memasak kedukaan anak kecil di bantu Ana Bibi dan mbk Siti.


" Satu aromanya mantul " ucap Ana.


" Ayo kita mandi, dari tadi, kamu cicipi terus, habis nanti " ucap Freya.


" Bi Saya tinggal ya, Bibi tinggal menyusun saja di ruang makan, mb Siti balik giih ke kamar Aksa ya, takut dia bangun kecarian " Saran Freya.


Setelah semuanya mandi Dan keluarga sudah berkumpul tinggal menunggu yang kecil-kecil datang kemeja makan.


" Semua sudah berkumpul ayo kita sarapan papi sudah tidak sabar, hidangan sungguh menggugah selera " Ucap Papa.


" Iya Om silahkan, di habiskan ya "

__ADS_1


" Unda atu au yang ICU, ayam Upin ipin " Ucap Aksa.


" Tentu boleh Bunda sengaja masak kesukaan Aksa dan kakak kakak Aksa semua Ayo sayang di makan di pilih ya "


" Iya Bibi terimkasih ini kesukaan Laras " Ucap Anak Marisa yang paling besar.


" Bibi pintar masak aku mau belajar nanti ya " ucap Anak Alesia.


" Ayo berdoa sebelum makan potong suami Marisa "


" Ehem iya " Jawab Mereka.


Bel berbunyi berulang kali.


" Sebentar ya aku buka pintu "pamit Freya pada semuanya.


" Biar bibi saja sayang " ucap mama.


" Gak Apa, bibi masih bersih-bersih"Freya meninggalkan ruang makan menuju pintu luar. Dia sangat terkejut siapa yang Datang.


" Kamu jahat banget sich, bikin aku khawatir cemas " Sambil menangis dan memukul Sadam dari dalam dekapan Sadam.


" Maaf sayang sebelum pulang HP papi hilang, mengurus semuanya sampai lupa kabarin kamu maaf ya, Jagan menangis lagi, papi kena marah sama Aksa " Sadam mengelus pucuk kepala Freya.


" Iya! kamu Asisten Alex juga tidak bisa di hubungi " tegur Freya.


" Maaf nona, tenang saja, Semuanya Aman, tuan Sadam kemanapun bersama Saya 24jam , tidur juga Satu ruangan " Ucapan Alex membuat Freya melotot.


" Iya di apartemen sayang, kamarnya beda "


" Iya Pi, aku kangen sama papi, aku takut kehilangan papi " ucapan Freya membuat Sadam sangat senang.


" Ehemm sayang, aa papi tidak di izinkan masuk, dan papi sangat lapar, kangen masakan calon istri aku " Ucapan Sadam membuat Freya malu.


Mereka masuk ke rumah Freya menyuruh Sadam dan Alex mandi setelah itu menyusul ke ruang makan.


" Aksa rindu papi atau tidak " tanya Freya pada calon anaknya.


" Iya unda angat indu, angen papai, Acha cayang papi unda dan ayang emuannya " ucap Aksa.


" Papi juga Rindu Aksa, bunda dan semuanya " Tiba-tiba Sadam muncul dari atas.


" Papi....! "


" Papi

__ADS_1


" Benelan ini papa cudah puyang, ceneng ini Bunda dak angis agi kayau malam, angis angen papi " Membuat wajah Freya sangat merah menahan malu, berarti pas dia nangis, Aksa belum tidur atau terbangun dari tidurnya.


" Serius sayang Bunda kangen sama papi, waah, ternyata Bunda.. . merindukan papi " Sadam melirik Freya dan tersenyum pada Freya, semua orang ikut tersenyum melihat Freya yang salting.


__ADS_2