JEBAKAN OM DUDA

JEBAKAN OM DUDA
58. Perlindungan.


__ADS_3

MAAFKAN YA PEMBACAKU, KARENA AUTHOR JARANG UPDATE.


MULAI MEMBACA.


Pertemuan Sadam dan Om Sandi di kantor membuat semua orang takjub, melihat dua orang sangat tampan badan atletis jalan bersama di kawal asisten yang juga tampan.


Membuat para wanita menelan Saliva nya.


" Ya Allah ada ya cowok ganteng ganteng " !


" Tiap hari kali kita lihat si Bos ganteng " ucap salah satu karyawan lainnya.


" Sudah kalian fokus kerja,Jagan menghibah pagi-pagi atau.... kalian mau di peca....t! ... " Teriakan asisten Alex menggelegar membuat semua pegawai berlari ke ruangan dan tempat masing-masing.


Di ruangan Sadam, Sandi duduk di sofa yang biasanya di pakai Freya untuk bersantai.


" Ruangan kamu lengkap sekali, ini pasti ulah keponakan cantikmu ya yang merubah menjadi seperti ini sabar ya Dam " ucapan Om Sandi.


" Jagan menghina sebentar lagi kamu juga akan merasakan punya pasangan bocil, Jagan fikir aku gak tau usahamu menggaet Ana sahabat Freya " ucapan Sadam membuat Sandi hanya bisa menelan Saliva nya. Dia Lupa siapa Sadam sahabatnya itu serba tau, karena punya dua Asisten yang bisa di andalkan.


" Oke oke aku lupa siapa Sadam Abian Raga'ta hahaha " Tawa Sandi.


" Harusnya kamu minta bantuanku pasti mulus tapi pasti ada syarat lah " ucap Sadam sambil menaik turunkan Alisnya pada Sandi.


" Kamu tuh ya gak berubah, ingat! aku sekarang om kamu ya " ucapan Sandi membuat Sadam tertawa.


" Iya Om Sandi " Ejek Sadam.


" Katanya ada yang perlu di bicarakan padaku apakah penting " tanya Sandi.


" Sangat penting untuk Freya "


" Ada apa? bicara, aku tidak mau keponakanku satu satunya terluka " jawab Sandi.


" Mantan istriku sudah kembali dan posisi Freya tidak aman, aku takut pas aku lengah dia akan melukai Freya" ucapan Sadam membuat Sandi kaget.

__ADS_1


" Sialan buat apasich wanita itu kembali, aku muak melihatnya " ucap Sandi.


" Aku juga, dia kemarin bikin ulah di sini, untung Freya tidak marah padaku, kalau sampai istriku marah, entahlah apa yang aku perbuat pada wanita ular itu " Sadam berucap Sambil menarik nafas dalam.


" Kalau soal keaman tanpa kamu minta, aku sudah melakukan sejak bertemu dengannya, sepertinya papa kamu juga banyak yang melindunginya dan kamu perlu ingat siapa Freya... dia adalah " ucapan Sandi berhenti. Dia teringat ucapan Freya, kalau Sadam belum tau.


" Maksudnya gimana om, siapa istriku sebenarnya " tanya Sadam.


" Dia ituu.... pintar dan licik.. " Sandi berusaha mengalihkan pembicaraan nya.


" Iya benar sekali " jawaban Sadam membuat Sandi lega karena Sadam tidak curiga.


" Kamu juga harus hati-hati minta di temani kemampuan, karena kamu tau lah mantan! istrimu seperti apa, dia berbahaya " pesan Sandi.


" Iya Om pastinya, gak boleh lengah, aku gak mau kehilangan mereka berdua " jawab Sadam.


" Kalau ada perlu WA saja, aku yang kesini, kalau bertemu di luar bahaya, kalau di kantor kamu kan seperti pertemuan membahas perusahan yang kita urus karena kerja sama kita " ucapan Sandi ada benarnya.


" Kalau sudah aku balik ke kantorku, dan ingat bantu aku dekat dengan Ana " ucapan Sandi membuat Sadam tertawa meledek.


" Sudah terkena Virus bocil juga, seperti aku, buruan satset kalau tidak, keduluan di tikung kedua asistenku " Membuat Sandi ikut tertawa.


Di tempat Freya, tepatnya di toko kuenya.


Freya sangat bahagia karena bisa, datang ke toko lagi, bertemu dengan sahabat dan pegawai nya lagi.


" Fre kamu harus lebih waspada karena mantan istri! suami kamu sangat berbahaya buat kamu " Peringatan Ana.


" Aku penasaran seperti apa sich perempuan itu, kenapa kalian semua khawatir padaku " Remeh Freya.


" Haduh nie anak malah ngawur, di kasih tau bukanya nurut, malah ingin tau " Omel Ana.


" Kan kita harus tau lawan kita seperti apa, karena dia sudah berani mendekati suami aku Ana, Dia berani mengigit leher suami aku " cerita Freya.


" Kamu harus waspada Freya, tuan Sadam pria dewasa, punya kebutuhan biologis apalagi dia Duda dan.... sekarang lebih bahaya selain pacar pacarnya, mantan istri Freya, pernah mereka tidur bersama " ucapan Ana membuat Freya menelan Saliva nya,karena ada benarnya ucapan Ana.

__ADS_1


" Terus aku harus bagaimana dong, untuk menggagalkan rencana wanita itu menjerat suamiku " Tanya Freya dengan muka serius dia benar benar takut.


" Penuhi kebutuhan biologisnya, berikan Hak tuan Sadam sebagai suami kamu yang SAH!...Freya " ucap Ana sangat pedas, sahabatnya pintar, tapi soal perasaan minus.


" Harus ya Ana, tapi, Mas Sadam tidak memaksa aku kok, dia bilang menunggu sampai aku siap, dia tidak mau membuat aku sedih dan terpaksa " Cerita Freya.


" Tuan Sadam saja paham perasaan kamu, tapi kamu sama sekali tidak memahami dia, dan membiarkan kamu tersiksa biologisnya, punya istri tapi buat pakaian saja, tapi kembali ke kamu beb, itu cuma saran " ucap Ana ketus pada sahabatnya yang lemot hal begituan.


" Semua juga bilang seperti itu ke aku, termasuk Om Sandi, tapi aku masih ragu, aku takut, kalau semua aku berikan dia ninggalin aku gimana? " ucapan Freya ternyata ada yang mendengarnya.


" Tidak mungkin lah, Tuan Sadam cinta banget sama kamu Freya, mantannya lewat kok, kamu yakin saja kamu segera berikan HAK tuan Sadam kalau perlu nanti malam, nanti kita ke salon ya " ucap Ana bersemangat.


"Kok kamu sich yang bersemangat Ana, aku ini lagi bingung " jawab Freya.


" Abis kamu lemot... Freya Aurora Saquina..... Kurang tanggap " omel Ana.


" Nanti malam aku tidur di rumah kamu, aku akan menemani Aksa supaya tidak mengganggu kamu dan Tuan Sadam " ucap Ana. Yang ikut mendengar tersenyum bahagia.


" Aku selesaikan tugasku setelah itu kita ke salon ajak Aksa mbk Siti pandu juga gpp " Ana yang membuat keputusan.


" Kapan kami nikah sama Om aku, nanti, awas sampai kamu tidak memberikan HAK juga" Sisir Freya kembali.


" Paan sich kamu Freya, orangnya aja lemot seperti keponakannya kok lamban " oceh Ana.


Mereka berangkat ke tempat yang mereka tuju.


Freya di paksa Ana melakukan serangkaian perawatan Badan, sebenarnya Freya tidak nyaman tetapi dia tidak mau membuat sahabatnya kecewa. Freya menurut Saja apa yang pegawai salon suruh.


Setelah mereka selesai, Mereka menuju tempat bermain Aksa siti dan Pandu.


" Waah Nona kelihatan kinclong pasti Tuan Sadam langsung terpesona melihatnya " Goda Siti pada majikannya.


" Jagan di godain terus, biar tuan Sadam saja yang menggoda nanti malam " ucapan Ana membuat Freya Salting.


" Ada apa mbk Ana nanti malam, aku kepo " Bisik Siti pada Ana.

__ADS_1


" Besok juga tau, kita pulang sekarang " Ucap Ana menuju rumah Freya.


Tunggu lanjutannya, semoga kalian masih suka ceritanya Freya.


__ADS_2