
Di pagi hari di rumah yang di tetapi Freya sudah sangat ramai, ada yang di rias ada yang mendekor halaman belakang.
Keluarga Sadam sudah menuju ke rumah yang akan di gunakan untuk Akad nikah.
Setelah datang mereka menuju halaman belakang melihat sangat indah, apalagi semua Marisa yang mengatur semua harus sempurna, karena Freya dan Ana yang meminta bantuan Marisa dengan senang hati Marisa melakukanya, Marisa mencari tau apa bunga kesukaan Freya , Freya di larang keras melihatnya karena semua kejutan untuk Freya.
Semua Ana dan Marisa yang mengaturnya.
" Sagat bagus ini, pasti Bunda sangat menyukainya " Ucap Sadam di balik tubuh Ana dan Marisa.
" Emang abang tau bunga apa kesukaan Freya pasti tidak tau kan kalau tidak melihat ini " Sindir Marisa.
" Haha jahat banget sama Abang dek kalau tidak tau kalian kasih tau dong" jawab Sadam sebal sama Marisa.
" Yang lain di mana bang!" tanya Marisa.
" Mama ke kamar Freya, kalau papah ngobrol sama Om Sandi dan lainya.
" Waktunya masih panjang kalian istirahatlah lihatlah kalian terlihat sangat lelah! tidurlah sebentar " Ucap Sadam pada Adiknya dan Ana .
" Oke kami tinggal ya, ayo Ana..! , kita istirahat sebentar setelah itu di rias " ucap Marisa.
Setelah kepergian Marisa, Sadam duduk di pelaminan sambil melamun.
Ayah Bunda! setelah ini aku berjanji akan menjaga Freya, Ayah dan Bunda tidak perlu khawatir di sana, Nyawaku taruhannya, aku akan menjadi tameng terdepan untuk Freya semoga aku kuat menjalaninya Bunda ayah, aku akan berusaha batin Sadam.
" Di panggil dari tadi tidak dengar kamu kenapa? " Tanya Om Sandi.
" Maaf Om, Aku hanya berfikir apa selanjutnya Om, dan aku sangat mencintai Freya Om, " ucap Sadam.
" Kamu tidak usah khawatir lagi Om juga akan melindunginya dari mereka yang haus harta dan kekuasaan " ucap Sadam.
" Sebenar lagi mantan istri kamu kembali bukan, apakah kamu sudah ceritakan ke Freya " tanya Om Sandi.
" Sudah Om tidak ada rahasia di antara aku dan Freya, cuma Aku belum cerita kalau Helen adalah anak dari Omnya juga.
" Anak tiri tepatnya "
" Iya Om " Tawa Sadam.
" Kalau ada apapun bicaralah padaku, kalau Freya butuh apapun ya " ucap Om Sandi.
" Siap Om"
" Om sudah pdkt dengan Ana belum, dia hampir sama seperti Freya, dan kedua asistenku sedang berlomba untuk mendapatkan Ana, tapi menurut Freya dia suka yang Om om " Ucapan Sadam membuat Om Sandi tersedak minumannya.
" uhuk uhuk "
" Santai dong Om " goda Sadam.
__ADS_1
Mereka semua sudah siap siap tinggal menunggu para wanita yang di rias Oleh MUA.
Sadam sudah tidak sabar menunggu jam menunjukan pukul 10 pagi.
Sadam menjadi bulian laki-laki di sana dan ternyata Darma juga sudah hadir, karena dia tidak mau mengecewakan Freya, yang sekarang sedang melepas masa lajangnya.
" Darma maaf ya, kalau Abang, yang menikahi Freya, Abang doakan kamu mendapatkan wanita yang baik nanti, dan tetaplah menjadi sahabat Freya " Ucap Sadam sambil memeluk Darma.
" Berjanjilah Abang Jagan sampai menyakiti Freya dan membuat Freya menangis aku akan merebut Freya dari Abang " Ancam Darma.
" Tidak akan percayalah! "
" Aku percaya sama Abang "
" Abang grogi ya padahal ini yang kedua, atau lupa " goda Darma.
" Sudah lupa hahaha " jawab Sadam.
" Jagan grogi, tenang saja, nah tuh penghulunya sudah datang bersiaplah bang kita kesana "
" Itu bukanya Om Sandi kenapa menjadi wali Freya bang "
Nanti setelah Akad aku jelaskan papa dan mamamu sudah tau kok " jawab Sadam.
Sadam dan semuan sudah duduk di meja Akad nikah tinggal menunggu mempelai wanitanya. dan Bridesmaids.
Semuanya nampak berjajar sangat rapi cuma Ana yang kaget saat mau sampai kenapa bajunya bisa Couple dengan Om Sandi batin Ana.
Pasti ulah Freya ini menyebalkan sekali.
Silahkan duduk pengantin putri.
Sadam sangat takjub dengan ciptaan Tuhan yang berdiri di sampingnya sampai membuat Sadam melongo.
" Eheem, pengantin pria sepertinya sudah tidak sabar, ayo kalau begitu kita mulai doa dulu " Freya gemetar duduk di sebelah Sadam, apalagi doa doa yang di bacakan oleh kyai.
Membuat Freya semakin gerogi.
" Tenanglah nak mamah di samping kamu, Jagan bersedih ya masih ada kita " Semua menguatkan Freya.
" Masih ada Om sayang! Sekarang aku juga jadi orang tua kamu" ucap Sandi menenangkan keponakan nya.
Setelah membaca doa selesai sekarang masuk acara Akad nikah.
"Tuan Sandi! apakah sudah siap dan nak Sadam"
" Siapa " Jawab keduanya.
" Silahkan " Kata pak penghulu.
__ADS_1
" Berjabat tangan lah kalian, Silahkan di mulai Tuan Sandiaga "
Pak penghulu menyerahkan semuanya pada Sandiaga.
Ananda (Sadam Abian Ragata) bin (Awan Ragata) saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan keponakan saya Freya Aurora Saquina binti Fredy Eka Sasongko dengan maskawin berupa (Uang Tunai 10 miliar dan satu buah rumah , tunai.”
Sadam menjawab dengan Satu tarikan nafasnya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Freya Aurora Saquina binti Fredy Eka Sasongko dengan maskawin tersebut dibayar tunai.”
" Siap "
( Maaf ya kalau ada kesalahan dalam penulisan ucapan Akad nikahnya).
" SAH " Suara serempak orang yang hadir di sana.
" Alhamdulillah teriak Sadam tanpa Sadar "
Sedangkan Freya bernafas panjang dan lega acara berjalan lancar.
" Bisa Jagan norak dong abang, seperti tidak pernah menikah saja, malu-maluin saja " Marisa.
" Aku bahagia bisa menikahi wanita yang sangat cantik sempurna " ucap Sadam.
" Silahkan cium tangan suami dan suami memberikan ciuman di kening " perintah pak penghulu pada Sadam dan Freya.
Selanjutnya mereka memasangkan cincin dan menandatangani buku nikah.
Mendengarkan nasehat dari pak penghulu dan pak kyai.
Setelah semua selesai mereka duduk di pelaminan yang sudah di sediakan tamu undangan mau mengucapkan selamat.
" Acara pertama adalah sungkeman kepada kedua orang tua mempelai, Freya mewakilkan pada Om Sandi mama Sari dan papa Handoko papa Ana sudah di anggap pengganti orang tuanya.
Setelah acara selesai Tinggal acara ramah tamah dan menikmati Hidangan Foto bersama.
Aksa sudah tidak sabar dia mau duduk di samping Freya, karena dia iri sama papinya yang nempel sama Freya terus.
" Kenapa sayang mukanya kok di tekuk terus nanti gantengnya berkurang anak Bunda ini senyum dong, sudah makan belum? " Tanya Freya.
" Unda Papi, ambil Unda Dali Acha ya, aku idak mauhuu.... " ucap Aksa.
" Tidak sayang, Bunda hanya milik Akasa ya, Jagan nangis oke " ucap Freya.
" Rasain kamu bang, rebutan sama Anak ya " Goda Darma.
" Makasih kak sudah mau hadir" ucap Freya.
" Selamat ya, semoga kamu bahagia, kakak juga ikut bahagia"
__ADS_1