
Bantu beri saran ya, kalau semisal ada yang tidak di sukai dalam isi cerita atau penulisan kurang bagus banyak Tipo atau kesalahan menulis supaya author bisa memperbaikinya.
Bantu semangati Author ya
Like
Komen
Favorit
Vote
Rate
SELAMAT MEMBACA.
Ana merekam suara dengkuran Sadam dan Aksa yang tidur di Sofa dan dia sengaja mengirimkannya pada Freya yang sedang berlibur dengan mama dan papa Ana.
Sedangkan Orang yang menerima Video hanya tersenyum simpul, Kasihan kamu Aksa, maafkan Bunda ya, Bunda masih ingin sendiri Ucap Freya sambil melihat Video di hpnya.
"Freya Saran dari Mama kamu Pikirkan nak, apalagi kamu kenal juga keluarganya, dan satu lagi mereka teman dekat orang tua kamu sayang "
" Tapi dia terlalu tua untuk Freya Ma, dan...! Dia DUDA Mah gimana dong " ucap Freya.
" Haha lupakan Apa yang kamu benci dari dulu nak dan semua laki-laki tidak semu seperti apa yang kamu pikirkan ya, gak semua Duda seperti itu contohnya papa juga Duda, dan mama selisih 10 tahun dengan papa loh " Cerita mama Sari membuat Freya kaget.
" Apa...! Serius.. Mah! .. "
" Ya serius besok sekalian kalau ada Ana mama ceritakan supaya tidak ada siaran ulang dan papa juga sudah memperbolehkan cerita " Jawab Mama.
Freya sungguh- tidak mempercayai nya, tapi tidak mungkin mama Sari bohong padanya.
" Oke Mah Freya tidur dulu ya ngantuk, tapi Freya tidak sabar mau pulang dengar cerita mama dan papa " Rengek Freya pada Mama Sari yang Ada acara di Malang, dia sengaja mengajak Freya, untuk sekalian liburan, atas permintaan Ana.
" Halah! paling juga kamu kangen si Duda! "Setelah meledek Freya Mama Sari langsung masuk kamarnya.
" Hais Mamah teriak Freya dari luar kamar mamah Sari " Freya berteriak karena di godain mamah Sari.
__ADS_1
Kembali ke rumah Freya.
Makanan dari Resto Sadam, Mereka mengirim makanan sangat banyak, Atas permintaan Sadam, Sadam!mengajak semua pegawai Freya makan, Ana! adalah orang paling! bahagia kalau soal makan, dan makanan yang Sadam pesan, bukan kaleng-kaleng langsung dari Restonya, Membuat lidah Ana sangat suka.
" Ayo di habiskan ya, kalau kurang tuh di tempat itu masih banyak nanti sisanya bisa kalian bawa pulang untuk keluarga kalian semua " Sambil menunjukkan beberapa Kontene tempat makan.
" Siap Tuan, siap menghabiskan " ucap mereka, mereka sangat menikmati makanan terenak yang pernah mereka makan.
Setelah semua makan dan kenyang mereka kelanjutan pekerjaan mereka.
Setelah makan ternyata Aksa sudah tertidur di sofa, tanpa mereka sadari, apalagi Ana masih memakan jatah dia yang khusus.
Karena keusilan Ana, dia mau mengejai Sadam sang Duda, yang kemarin membuat sahabatnya sampai ingin pergi dari rumahnya.
" Tuan Sadam, Mau mendapat maaf dari sahabatku..! mau aja
Sadam di di kerjain Ana dan Asisten Alex sang asistennya.
Seharian Sadam membuat kue, yang rasanya dan bentuknya harus sama persis kue buatan Freya.
" Tuan Sadam Sok, berhenti kalau di teruskan bukan tuan di maafkan, tapi tuan akan di usir dari sini, karena nona Freya paling tidak suka tempatnya jorok " Mendengar ucapan Bang Toyib Sadam langsung meletakan bahan yang ada di tangannya, bahan yang dia campur mengunakan tangan karena, kata Ana tidak boleh mengunakan alat, karena tidak akan mendapatkan rasa yang enak jadi harus pakai tangan langsung. Dan semua di video dan di kirim ke Freya.
Sial aku di kerjain, sama Ana, 10 kali adonan menguras tenaga, aku cuma di kerjain, tapi aku tidak bisa marah, awas saja sampai Alex ikut terlibat dalam hal ini, aku tidak akan memaafkan dia. Batin Sadam.
" Biarkan saya saja yang membersihkan tempat ini, kalian lanjutkan saja membuat kue, dan kamu bang, kirim kue saja ini biar saya saja " Sambil meminta sapu dan pel dari Bang Toyib.
" Tuan Sadam apa bisa, nanti malah berantakan saya nanti kena marah sama no Freya "
" Bisa kok, aku pernah lihat bibi membersihkan, atau abang kasih contoh gimana " Ucap Sadam.
Setelah memberi contoh dan di ikuti Sadam dan apa yang di lakukan Sadam benar bang Toyib lalu pergi mengirim pesanan kue.
" Wah pintarnya, calon Mantu Ayah Fredi,tapi sayang! calonnya masih kabur " Ledek Ana.
" Heeem "
" Tuan saya bantu ya"
__ADS_1
" Tidak usah kamu pacaran saja, aku juga di sini bukan Bos kamu, tapi kalau di kantor Jagan harap kamu aku ampuni! " Menatap tajam ke Alex.
Gawat apa Tuan tau ya, kalau semua yang terjadi karena ulahku dan Ana tadi, melihat tatapnya, sepertinya dia tau,entahlah lihat besok, apa yang dia lakukan padaku huft! . suara hati Alex.
" Iya Tuan saya tau, kalau begitu saya keluar ikut membantu mengepak kue ya" Ucap Alex alasan karena melihat mata nyalang si Bos.
"Ya sana pergi " Usir Sadam.
" Api atu udah angun idul, eyes Andi, aum nich Aum " Sambil menyuruh sang papi menciumnya.
" Duch pintarnya anak papi,ini harum juga pakai sabun apa ini " goda Sadam sambil mencium rambut putranya.
Bau shampo Freya sangat harum, dan membuat Sadam, ingin juga memakainya.
" Sayang papi ini coba kue buatan papi ya, ini kue yang ke sepuluh papi buat dengan tangan papi tanpa mesin sayang "Aksa langsung menyuap dan mengunyah kue buatan papinya dan mbk Siti juga ikut memakan kue buatan Tuanya, karena di suruh Sadam.
" Enyak enyak cepelti uatan Unda ya Cus " Ucap Aksa yang terus menyuap ke mulutnya tanpa henti, membuat Sadam terharu, ternyata perjuangannya tidak sia-sia ternyata putranya sangat menyukainya.
" Iya Tuan, iich pasti mbk Freya bangga ini, Tuan bisa membuat kue aku yakin mbk Freya pasti langsung ingin pulang kalau tau " Ucapan Siti. Membuat Sadam Senang.
"Ya Unda akan ulang, hoye hoye... " Teriak Aksa.
" Mbk Siti dapat info dari siapa sok tau "omel Ana.
" Telepati Nona Ana haha" Jawaban Siti membuat hati Sadam kembali nyeri.
" Aksa Setelah selesai makan pamit pada semua kita pulang ya sudah di tunggu Oma " ucap Sadam menunjukan raut wajah kecewa.
" Iya Api,iya Aca, au ain dulu ya, pamit Aksa.
" Oke "
Menunggu Aksa bermain Sadam istirahat di sofa, dan ternyata, karena sangat lelah seharian membuat kue, Sadam tertidur di sofa lagi.
"Tuan Sadam hari ini, seperti nyaman tidur di sini lihatlah damai sekali "
" Sudah Jagan di ganggu, kasihan sekali si Duda dan si tampan " ucap Ana mengajak Alex ke depan rumah Freya.
__ADS_1