Kaisar 33 Surga

Kaisar 33 Surga
Lelang (4)


__ADS_3

Benua Kekacauan


“Canglan?” Batin Ren Jie. Ia tentu sangat kenal dengan bawahannya tersebut.


“Semua yang menggunakan gerbang teleportasi yang tersembunyi di Gunung Safir di Bintang Saint apakah terdampar di Bintang Brahma? Tetapi kenapa aku sebelumnya keluar di Bintang Tianyu?” Batin Ren Jie. Tetapi matanya sedikit berbinar karena jika apa yang ia pikirkan benar, maka Gu Yin, neneknya Lin Xi dan yang lainnya juga berada di Bintang Brahma.


Mungkin terjadi kecelakaan yang membuatnya terdampar ke Bintang Tianyu. Ren Jie yang sudah membuat spekulasi seperti itu, menatap kembali ke arah Canglan.


Canglan yang berada di belakang Master Sekte Wayang, menatap ke arah ruang VIP Diamond tempat Ren Jie berada lalu ia mengangguk kecil.


“Hm? Ternyata Canglan telah mengetahui bahwa kami berada di ruangan ini.” Batin Ren Jie, ia sekarang menebak bahwa Master Sekte Wayang bergerak atas permintaan Canglan.


Sangat terlihat bahwa Canglan yang saat ini memiliki kekuatan tingkat Dewa Kelas 3 tahap menengah, memiliki status yang cukup tinggi sehingga Master Sekte Wayang bergerak.


Apa yang terjadi sebelumnya, tentu tidak luput dari pandangan Zhan Ming dan Yu Mei.


“Tuan muda, apakah kalian saling kenal?” Tanya Zhan Ming.


“Ya, aku akan menceritakannya nanti. Kita lebih baik melihat pertunjukan seperti apa yang terjadi.” Balas Ren Jie dengan senyum kecil di wajahnya.


“Liu Dongfeng! Jangan ikut campur tentang masalahku, atau aku akan menghabisimu!” Ancam Ling Tian dengan nada dingin.


“Apa menurutmu aku sama seperti pengguna qi Raja yang semua kau bunuh? Qi Raja bukanlah kelemahanku seperti kultivator pada umumnya! Kau harus paham apa maksudku, Ling Tian. Jika kau ingin bertarung, aku akan menemanimu 100 putaran dan kita akan melihat siapa yang akan mati!” Balas Liu Dongfeng dingin.


Wajah Ling Tian sangat jelek. Apa yang dikatakan oleh Liu Dongfeng memang bukan tanpa beralasan sama sekali.


Untuk pengguna Wayang yang menggunakan boneka melawan dari jarak jauh, tentu saja itu adalah musuh alami untuk seseorang seperti Ling Tian yang fokus pada qi Raja dan pertarungan jarak pendek.


“Kau...!” Aura Ling Tian hendak meledak tetapi sosok yang tidak lain adalah Dewa Kura-kura Hitam muncul di atas panggung.

__ADS_1


“Tuan Ling Tian, tolong hentikan atau aku akan campur tangan.” ucap Dewa Kura-kura Hitam dengan nad datar.


Percikan petir berwarna merah terlihat di mata Ling Tian. Tetapi ia menahan amarahnya. Jika itu hanya Dewa Kura-kura Hitam, ia tidak akan lagi menahan diri dan langsung menembak jika seseorang berbicara seperti itu padanya.


Tetapi di tempat itu, selain Liu Dongfeng yang mencoba menantangnya karena suatu alasan, masih ada keberadaan Ji Hua’er yang memiliki kekuatan sangat dekat dengan Dewa Kura-kura Hitam. Tiga barisan kuat itu pasti akan mengancamnya, terutama karena kehadiran pengguna Wayang seperti Liu Dongfeng.


“Huh...” Ling Tian mendengus dingin lalu berteriak kembali, “300.000.000 batu roh kelas atas!”


Sebelum Ji Hua’er berbicara, Zhan Ming yang mendengar Ling Tian menawar, langsung menaikkan harganya.


“301.000.000 batu roh kelas atas.”


Wajah Ling Tian berubah ungu dan hitam karena sangat marah. Dadanya naik turun dengan sangat cepat. Ia kini menyesal tidak menyimpan banyak kekayaan. Ia memang memegang banyak batu roh kelas atas tetapi ia mempersiapkan semua itu untuk item terakhir yang akan di lelang.


Liu Dongfeng berkedut sedikit lalu melirik ke arah Canglan yang berada di belakangnya.


“Ya, Master. Kita telah sepakat sebelum aku bergabung, aku akan menyerahkan metode pembuatan Wayang seperti milikku. Selain dari itu, aku akan bisa bergabung dengan kekuatan lainnya tetapi tetap menjadi murid Sekte Wayang dan anda akan membantuku sebanyak 3 kali.” ucap Canglan dengan nada hormat. Ia berterima kasih kepada Liu Dongfeng yang pernah menyelamatkannya dahulu, tetapi dalam hatinya, kesetiannya hanya ada pada tuan mudanya.


“Kau adalah pengguna Wayang paling jenius yang pernah aku lihat. Jika tidak salah, mereka adalah Istana Kaisar Surgawi yang baru-baru ini terdengar bukan? Sangat disayangkan bahwa kau akan berfokus pada mereka. Tetapi, karena kontribusimu yang luar biasa, Sekte Wayang selalu terbuka untukmu.” Balas Liu Dongfeng dengan nada sedikit sedih. Ia mencoba menarik Canglan untuk selalu setia terhadap Sekte Wayang agar suatu hari nanti Canglan dapat mewarisi jubahnya. Tetapi itu tampaknya sangat sulit.


“Terima kasih Master.” ucap Canglan dengan nada hormat.


Ling Tian di sisi lain, menatap dengan ganas ke arah ruangan tempat Ren Jie berada. Tetapi pada akhirnya, ia menahan dirinya karena snagat ingin merebut item paling akhir yang akan dilelang.


“301.000.000 batu roh kelas atas satu kali!”


“Dua kali...”


Karena ruangan VIP Diamond nomor 10 bahkan berani menginjak Ling Tian, banyak dari kultivator di Ruang VIP Diamond hanya bisa diam, dan mencoba mencari tau siapa sebenarnya yang ada di dalam sana.

__ADS_1


“Tiga kali! Selamat untuk Ruang VIP Diamond nomor 10 telah membeli buka hitam seharga 301.000.000 batu roh kelas atas. Benda yang anda beli akan segera di bawa ke ruangan anda.” ucap Ji Hua’er dengan senyum di wajahnya.


Setelah item itu terjual, Dewa Kura-kura Hitam pun langsung pergi dari tempat itu, tetapi tetap memantau lelang karena tidak ingin terjadi kecelakaan lainnya.


Ren Jie dan Yu Mei menatap Zhan Ming dengan heran karena setiap kali Zhan Ming menawar lebih dari 1 juta batu roh, siapapun lawan menawar akan menyerah.


“Item selanjutnya...” Ji Hua’er tidak mau membuang waktu dan langsung mengeluarkan benda selanjutnya yang akan di lelang.


Setelah itu, buku hitam usang yang di beli oleh Ren Jie pun di bawa ke dalam ruangan dan diserahkan kepadanya.


“Apakah kau tau buku apa ini?” Tanya Yu Mei sekali lagi menatap ke arah buku hitam usang dengan penasaran.


Ren Jie tidak berbicara dan ia pun mengeluarkan Token Jiwa Raja Naga, ketika token berdekatan dengan buku, kekuatan yang ada pada buku di serap dengan rakus oleh token.


“Ini..” Mata Ren Jie menyusut tajam. Ia langsung menutup buku dan menyimpan Token Jiwa Raja Naga ke dalam cincin ruang. Jika ia tidak melakukan itu, mungkin token akan meledak lalu Rumah Lelang akan hancur sepenuhnya.


“A-apa itu tadi?” Zhan Ming berkeringat karena ia merasa sangat dekat dengan kematian.


“Aku terlalu ceroboh. Tampaknya token yang aku miliki terhubung lebih dalam dengan buku ini!” ucap Ren Jie lalu mengarahkan telapak tangannya ke arah buku lalu menggunakan konsep Kehancuran miliknya.


Zhung!


Zrrrrt! Zrrrrt! Zrrrrt!


Buku hitam usang itu diselimuti oleh konsep Kehancuran tingkat ketiga. Ketika itu terjadi, bagian usang buku tampak runtuh seperti kerak dan tidak lama kemudian, itu menampilkan bentuk sebenarnya dari buku tersebut.


“Ini... Kenapa gambar ini sangat mirip denganmu ketika berada di wujud naga, tuan muda?” Tanya Zhan Ming melihat lambang yang ada di sampul buku.


Ren Jie tidak langsung menjawab dan menyentuh permukaan buku tersebut. Ia pun menaikkan sudut bibirnya lalu berkata, “Karena buku ini adalah buku yang di tinggalkan oleh ayahku!”

__ADS_1


__ADS_2