
Benua Kekacauan, Hutan Tulang Basah
“Di sinilah tempatnya.” ucap Dai Huang saat menggunakan cara tertentu untuk membuka ruang rahasia.
“Ada tempat seperti ini di Reruntuhan ini?” Tanya Dai Mubai terkejut.
“Pulihkan lukamu lebih dulu dan jangan ganggu kami!” ucap Dai Huang lalu menendang pantat Dai Mubai.
“Bajingan tua! Aku akan membunuhmu!” Teriak Dai Mubai saat ia melesat ke arah jauh sambil memegang pantatnya.
Ren Jie hanya diam melihat kelakuan keduanya.
Dai Huang tidak peduli apakah ada Ren Jie atau tidak. Menurutnya, ia harus mendidik Dari Mubai menjadi anggota Klan Dai yang berkualitas karena hanya mereka anggota Klan Dai yang tersisa. Walaupun ia terlihat sangat keras dipermukaan, ia sudah menganggap Dai Mubai sebagai cucunya sendiri sehingga setelah semuanya selesai, ia akan melatih Dai Mubai ke level puncak Klan Dai.
Hanya melihat usia Dai Mubai, Dai Huang menyadari bahwa Dai Mubai mungkin menjadi jenius terbaik dari Klan Dai sehingga ia merasa bahwa dirinya harus memikul tanggung jawab untuk membuat Dai Mubai menjadi kultivator kuat dan berkualitas.
“Di sinilah tempatnya.” ucap Dai Huang saat memasuki ruang tertentu dengan lebel Kuil Permaisuri Surgawi di pintunya.
Ketika masuk ke dalam, terdapat beberapa buku yang tersusun rapi di rak lalu ada sebuah altar dengan sebuah buku unik.
“Buku ini tidak bisa dibuka oleh Klan Dai, dan catatan yang tertulis di dalamnya sama sekali tidak diketahui. Mungkin buku ini akan menunjukkan letak dari Kuil Permaisuri Surgawi yang kau cari.” ucap Dai Huang.
Mendengar itu, Ren Jie perlahan mendekat ke arah altar dengan buku di atasnya. Sampul buku itu memiliki gambar unik, dan itu adalah lambang yang ada di gagang pedangnya.
Ren Jie mengambil buku lalu menyalurkan kekuatan yang berasal dari garis darah Kaisar Surgawi.
Dung!
__ADS_1
Buku tersebut bersinar terang dan itu melayang tepat di depan Ren Jie. Setelah itu, buku itu perlahan terbuka.
Dai Huang yang menatap itu, mengangguk kecil dan langsung menebak identitas Ren Jie yang sebenarnya. Ia bukanlah orang bodoh, dan langsung menebak kenapa Ren Jie mencari Kuil Permaisuri Surgawi dan kenapa buku itu hanya bereaski terhadap Ren Jie.
Bahkan dalam waktu yang sangat lama, Klan Dai dan Klan Manusia Ular mencoba membuka buku itu dengan segala cara tetapi tidak ada kemajuan sama sekali.
Dan kali ini, Dai Huang telah memverifikasi bahwa buku itu harus dibuka oleh keturunan Permaisuri Surgawi, jika itu seseorang yang tidak berkaitan dengan garis darah, sebanyak apapun seseorang berusaha, buku itu tidak akan bisa dibuka.
Halaman pertama yang tercatat adalah Kuil Permaisuri Surgawi.
Untuk Dai Huang, ia hanya melihat bahwa buku itu adalah buku kosong dan ia tau bahwa mungkin hanya Ren Jie yang bisa membaca isinya.
Dan memang benar, isi buku tersebut hanya bisa dibaca oleh Mata Dewa milik Ren Jie.
Karena Dai Huang tau masalahnya, ia hanya langsung pergi dari tempat itu dan mencari Dai Mubai untuk melatihnya untuk beberapa saat.
“Hm? Seseorang sudah pernah membuka buku ini sebelumnya.” Batin Ren Jie saat melihat catatan kecil di sudut lembar pertama yang hanya tertulis Kuil Permaisuri Surgawi.
Gumam Ren Jie saat membaca tulisan tersebut. Sebelum ia dapat bereaksi ataupun membuka halaman berikutnya, kekuatan Ruang dan Waktu merembes dari buku tersebut lalu memadat lalu membentuk sosok wanita cantik berambut hitam panjang.
“Kau...” Mata Ren Jie melebar dan tubuhnya menegang di tempat. Ia pernah melihat wajah itu, dan itu dari ingatan yang berasal dari Meteror aneh di tempat Pohon Kehidupan tumbuh, yaitu tempat ia hibernasi.
“Akhirnya kita bertemu lagi. Kau sudah dewasa...” ucap wanita tersebut dengan senyum hangat diwajahnya.
“Ren.. Xue-Yu...” Gumam Ren Jie.
“Tampaknya kau ingat siapa aku. Aku sudah menanam kekuatanku di dalam ingatanmu. Tetapi aku merasakan bahwa itu telah pudar. Apa kau pernah melakukan Reinkarnasi satu kali?” Tanya wanita yang tidak lain adalah proyeksi dari Ren Xue-Yu.
__ADS_1
“Ya, tetapi aku memiliki cara lain untuk mengetahui informasi siapa saja yang datang ke Dunia tempat Pohon Kehidupan berada.” ucap Ren Jie dengan nada rumit. Ia tau bahwa proyeksi wanita dihadapannya adalah adik kandungnya, berasal dari ayah dan ibu yang sama, berbeda dengan Xiao Yuu, Lan Qinzhu dan Xia Yuuxuan.
Ren Xue-Yu mengangguk kecil dan tidak terkejut dengan hal itu. “Tetapi aku merasa sangat aneh saat ini, kau lahir lebih dulu tetapi kau membutuhkan waktu lebih lama hibernasi dari pada aku. Padahal tempat aku hibernasi dahulu bukanlah sesuatu yang sangat spesial seperti Pohon Kehidupan legendaris.”
“Dan juga, aku seharusnya tetap memanggilmu dengan sebutan kakak.” Lanjut Ren Xue-Yu dengan senyum hangat di wajahnya.
Ren Jie terdiam untuk beberapa saat lalu mengubah topik, “Jadi, apakah kau pernah datang ke tempat ini juga?”
“Ya. Aku tentu ingin melihat apa yang di tinggalkan oleh ibu di dunia ini. Dan tempat ini diciptakan agar seseorang bisa memiliki kekuatan ibu dikemudian hari. Tetapi siapa sangka bahwa kaulah yang datang. Lagi pula, kau memang mewarisi kemampuan penuh dari ibu.” ujar Ren Xue-Yu.
“Hm? Apakah kau tidak mewarisi kemampuan yang sama?” Tanya Ren Jie heran.
“Tidak, aku bahkan tidak mewarisi kekuatan ayah seperti semua saudara dan saudari lainnya. Mungkin hanya akulah yang berbeda. Tetapi aku sudah mendapatkan jawabannya, ini dikarenakan perbuatan ayah sendiri. Kekuatan yang ada di dalam tubuh ayah terintegrasi dengan kekuatan ibu lalu mewujudkan kekuatan baru, dan itu disebut sebagai Penciptaan.” ucap Ren Xue-Yu dengan nada lembut.
“Penciptaan?” Alis Ren Jie naik sedikit karena kata Penciptaan tentu saja sangat luar biasa menurutnya.
Ren Xue-Yu mengangguk kecil lalu menambahkan, “Ayah dan ibu telah melihat masa depan bahwa 33 Surga berada diambang kehancuran. Ayah dan ibu meninggalkan sesuatu di suatu tempat dan aku menemukannya. Dan inilah alasan kenapa kekuatanku muncul, untuk menciptakan ulang 33 Surga yang hancur oleh perang di zaman tertentu.”
“Kehancuran 33 Surga? Bagaimana bisa? Siapa yang melakukannya?” Tanya Ren Jie dengan nada terkejut. Untuk Bintang Brahma saja sudah sangat kuat dan bahkan eksistensi Dewa Kelas 1 tahap akhir kesulitan menghancurkannya.
“Uhuk..” Ren Xue-Yu terbatuk lalu berbicara dengan nada sedikit malu, “Ini disebabkan oleh pria yang menjadi adik angkatku, kami tumbuh bersama di dunia fana. Dan akulah yang harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan.”
Sumber masalah.
Itulah yang dipikirkan oleh Ren Jie dan ingat tentang pemuda yang datang bersama dengan adiknya ke tempat ia hibernasi sebelumnya.
“Kaisar Manusia Generasi Kedua?” Tanya Ren Jie penasaran.
__ADS_1
“Ya, itu dia. Pertempuran puncak antara dia dan Dewa Sage pecah, menghancurkan 33 Surga, mungkin hanya 10% dari 33 Surga tersisa saat itu.” ucap Ren Xue-Yu dengan wajah serius.
“Walaupun ini disebabkan olehnya yang membuat kekacauan di mana-mana dan membuat 33 Surga kacau, lalu perang terbesar setelah era ayah pecah.” Batin Ren Xue-Yu. Ia tentu tidak akan mengatakan hal itu karena mungkin Ren Jie akan mencoba mencari Kaisar Manusia Generasi Kedua untuk meminta penjelasan.