Kaisar 33 Surga

Kaisar 33 Surga
Bertemu Setelah Sekian Lama Waktu Berlalu


__ADS_3

Benua Kekacauan, Kuil Permaisuri Surgawi


“Perang besar..” Gumam Ren Jie dengan wajah serius.


“Jie’er.. kau harus bersiap-siap, aku tidak tau kapan perang akan datang. Dan aku tidak bisa membantumu dalam perang. Aku akan tetap berada di tempat ini selamanya karena aku hanyalah sisa kehendak yang diciptakan melalui qi, konsep dan kekuatan spiritual.” ucap Ren Yui.


“Tunggu.. aku ingin bertanya hal penting. Dikatakan bahwa Klan Dai di masa lalu dimusnahkan oleh kelompok yang tidak dikenal, lalu ada beberapa makhluk aneh yang di kutuk menjadi batu di tempat ini. Kakak, apakah kau mengetahui siapa mereka?” Tanya Ren Jie dengan wajah serius.


“Kau memang sangat peka, sama seperti ayah dan langsung menemukan detail penting. Benar, mereka adalah makhluk yang berasal dari luar 33 Surga. Mereka mirip dengan Ras Jiwa yang dulunya ada sebelum 33 Surga diciptakan oleh ayah. Mereka disebut sebagai Ras Iblis Hantu, ini mirip dengan Ras Jiwa, tetapi kekuatan mereka sangat luar biasa. Selain dari itu, mereka tumbuh dengan cara melahap jiwa makhluk lainnya, dan favorit mereka adalah jiwa dari makhluk di 33 Surga.” ucap Ren Yui.


“Ras Iblis Hantu?” Mata Ren Jie menyipit sedikit.


“Ya. Selain dari itu, mereka juga mengincar tempat paling penting di 33 Surga, yaitu 33 Alam Surga. Aku yakin bahwa beberapa tempat telah ditemukan oleh mereka. Alasan kenapa mereka terus mengirim pasukan ke 33 Surga, ini dikarenakan tempat mereka tinggal langka akan sumber daya, hanya dengan Alam Surga ras mereka bertahan hidup. Mereka juga sering disebut sebagai Hantu Penjelajah Alam Semesta karena mereka selalu berpindah-pindah.” ujar Ren Yui.


“Tunggu, kau mengatakan sebelumnya tempat mereka tinggal memilki sumber daya langka. Apakah tempat mereka tinggal akan di bawa ketika mereka pergi?” Tanya Ren Jie.


“Kau memang sangat pintar. Ya, tempat mereka tinggal selalu di bawa oleh mereka ketika mereka menjarah suatu tempat. Tempat tinggal mereka mirip dengan benda yang ada di dalam tubuhmu, tetapi dalam skala yang lebih besar dan lebih maju.” ucap Ren Yui saat ia mengarahkan telapak tangannya ke arah Ren Jie.


Kekuatan aneh menyelimuti Ren Jie lalu Ren Yui langsung menarik sesuatu dari dalam tubuh Ren Jie.


Sebuah kapal aneh keluar, dan itu adalah Bahtera Kuno yang didapatkan oleh Ren Jie ketika berada di Bintang Saint.


“Bahtera Kuno?” Ren Jie terkejut, ia bahkan hampir lupa kepada benda itu karena ia tidak mengerti bagaimana menggunakannya dan energi apa yang harus digunakan agar bisa dioperasikan.

__ADS_1


“Ini adalah benda yang diciptakan oleh Kaisar Manusia Generasi Kedua hanya dari aura yang sedikit merembes. Tetapi cetak biru benda ini diciptakan oleh ayah di masa lalu.” ucap Ren Yui.


“Energi apa yang digunakan untuk menggunakan Bahtera Kuno?” Tanya Ren Jie penasaran.


“Tentu saja itu energi yang berkaitan dengan Kaisar Manusia Generasi Kedua karena dialah yang menciptakan benda ini.” jawab Ren Yui.


Ren Jie tanpa sadar teringat tentang setetes darah Kaisar Manusia Generasi Kedua, itu pasti bisa mengoperasikan Bahtera Kuno, dan jumlah energi yang terisi pasti sangat banyak.


“Tetapi jangan khawatir. Aku bisa memodifikasi Bahtera Kuno ini untukmu agar hanya dapat digunakan oleh kekuatanmu.” ucap Ren Yui lalu menggunakan cukup banyak kekuatan menyusup ke dalam Bahtera Kuno.


Tidak sampai lima menit kemudian, Bahtera Kuno perlahan bersinar lalu Ren Yui menghentikan kekuatannya.


Bahtera Kuno perlahan melayang di depan Ren Jie.


Ren Jie merasa bahwa dengan jumlah setengah qi dan konsep miliknya saat ini, Bahtera Kuno bisa digunakan satu perjalanan ke Benua lainnya dalam waktu singkat, mungkin kurang dari 6 hari. Dan kecepatan itu sudah sama seperti Dewa Kelas 2 tahap akhir yang bepergian dari Benua Kekacauan ke Benua lainnya.


Sudut bibir Ren Jie melengkung sedikit karena ia akhirnya memiliki kendaraan luar biasa yang bisa membawanya bepergian dalam waktu singkat. Ia bertanya-tanya apakah ketika kekuatannya meningkat kecepatan Bahtera Kuno yang ia kendalikan akan semakin cepat atau tidak.


“Bagus, ayo pergi ke tempat warisan yang di tinggalkan oleh ibumu. Aku akan menunggumu di sana.” ucap Ren Yui lalu menatap ke arah Ratu Medusa, “Pimpin jalan untuk adik kecilku.”


Setelah mengatakan itu, tanpa menunggu jawaban dari Ratu Medusa, Ren Yui langsung menghilang dan untuk Ren Jie dan Ratu Medusa, keduanya kembali ke tempat semula.


Ratu Medusa tidak keberatan dengan sikap Ren Yui karena setiap generasi Ratu Medusa sudah tertanam di gen mereka bahwa mereka akan selalu menjadi seseorang yang setia kepada Ren Yui.

__ADS_1


“Ikuti aku.” ucap Ratu Medusa dengan nada lembut. Sikapnya terhadap Ren Jie sudah sangat berubah karena identitas Ren Jie.


Ren Jie hanya mengangguk kecil dan mengikuti Ratu Medusa ke arah tertentu di Kuil yang sangat luas tersebut.


Ketika mencapai titik tertentu, Ratu Medusa menggunakan konsep miliknya untuk membuka jalan rahasia. Itu adalah ruang bawah tanah, tempat warisan Permaisuri Surgawi berada.


Ketika masuk ke dalam, Ren Jie beberapa kali melewati formasi khusus yang dibuka dengan konsep Waktu. Ini juga menjelaskan bahwa Ratu Medusa memang pengguna konsep Waktu, yang digabungkan dengan konsep Kuno Kutukan.


Tidak lama kemudian, keduanya pun tiba di raungan bawah tanah yang sangat besar. Tempat itulah Kuil Permaisuri Surgawi sebenarnya.


Raungan bawah tanah tersebut dibuat dengan cara yang cukup kuno, banyak lambang-lambang unik menghiasai ruangan dan itu adalah lambang yang sama dengan yang ada di pedang Ren Jie.


“Di sinilah tempatnya. Kau harus tau apa yang harus dilakukan, Jie’er...” ucap Ren Yui yang tiba-tiba muncul, menunjuk ke arah altar berbentuk lingkaran dengan pola lambang yang sama dengan yang ada di banyak dinding ruangan.


Ren Jie mengangguk dan perlahan berjalan ke arah atas altar, ketika ia berdiri di atas altar berbentuk lingkaran tersebut, ia pun langsung menyalurkan konsep miliknya yang berasal dari garis darah Kaisar Surgawi.


Dung!


Cahaya menyilaukan terpancar, konsep Ruang dan Waktu langsung menyelimuti Ren Jie yang membuatnya melayang di udara.


Tanpa sadar, Ren Jie menutup matanya, dan ketika ia membukanya lagi, ia sudah berada di ruang spiritual miliknya.


“Kau sudah tumbuh dewasa, Jie’er...”

__ADS_1


Suara lembut terdengar di telinga Ren Jie yang membuatnya menoleh ke arah tertentu. Matanya sedikit lembab saat ini karena ia tau bahwa sosok wanita cantik dengan pakaian ungu bercampur biru serta mata dan warna rambut yang sama dengan dirinya adalah ibunya, sang Permaisuri Surgawi.


__ADS_2