
Benua Kekacauan, Kuil Permaisuri Surgawi
“Apakah Dai Huang akan baik-baik saja?” Gumam Ren Jie melihat sedikit ke belakang lalu terus bergerak ke arah Kuil.
“Orang tua itu pasti akan baik-baik saja!” ucap Dai Mubai dengan nada tegas.
Ren Jie melirik ke arah Dai Mubai. Ia sedikit terkejut melihat bahwa Dai Mubai sebenarnya sangat mempercayai Dai Huang.
“Kenapa kau menatapku seperti itu?” Dai Mubai menggertakkan giginya dengan kuat karena merasa bahwa Ren Jie tidak percaya bahwa dirinya memiliki kepercayaan diri tinggi kepada Dai Huang.
“Tidak ada apa-apa. Tetapi aku tidak menyangka bahwa sangat banyak orang yang masuk ke tempat ini. Tetapi mereka semua mati, inilah mengapa tidak ada informasi apapun tentang tempat ini.” ucap Ren Jie saat melihat semua patung-patung yang ia lewati.
“Ya, jumlah mereka pasti lebih dari ratusan ribu. Ini hanya yang aku pastikan, dan belum melihat semua patung yang ada di dalam sana.” ucap Dai Mubai dengan wajah serius. Dari inipun, ia tau betapa mengerikannya binatang roh Medusa.
Ren Jie menangguk kecil dan terus bergerak ke arah Kuil bersama dengan Dai Mubai.
Tetapi, ketika keduanya mencapai jarak yang cukup dekat dengan Kuil, mata keduanya melebar ketika melihat patung-patung aneh.
Zhep!
Keduanya berhenti secara naluriah dan menatap ke arah sosok sosok aneh yang telah berubah menjadi patung oleh kekuatan binatang roh Medusa.
“Ini.. makhluk apa ini?” Tanya Dai Mubai dengan pupil mata menyusut tajam. Ia telah menebak-nebak bahwa patung-patung aneh itulah yang menghancurkan Klan Dai di masa lalu.
Dan untuk Ren Jie, ia langsung ingat perkataan ayahnya bahwa ada makhluk asing dari luar 33 Surga yang datang ke 33 Surga untuk mencari banyak tempat penting. Ia menduga bahwa patung-patung itu merupakan salah satu dari kelompok yang mengincar 33 Surga.
Patung patung itu adalah humanoid aneh, walaupun sudah menjadi batu, tubuh mereka masih sedikit tembus pandang. Selain dari itu, wajah semua patung itu berbeda-beda, hanya fitur tubuh yang tampak seperti tembus pandang itulah yang membuat Ren Jie yakin bahwa mereka berasal dari ras yang sama.
“Melihat bintik-bintik aneh yang berubah menjadi batu, aku yakin bahwa tubuh mereka tampaknya terbentuk melalui konsep.” ucap Dai Mubai.
__ADS_1
“Tidak.. ini bukan konsep, jika itu konsep, kemungkinan bentuk tubuh mereka pasti akan runtuh ketika dibatukan oleh binatang roh Medusa. Yang artinya, tubuh mereka terbuat dari kekuatan spiritual yang dipadatkan, membetuk jaringan khusus dan aneh yang akhirnya membentuk tubuh nyata!” ujar Ren Jie setelah menganalisis ketika ia melihat dengan Mata Dewa.
“Kekuatan spiritual? Apakah kau bercanda? Aku tidak pernah melihat kekuatan spiritual digunakan seperti itu! Apakah mereka akan dianggap sebagai Ras Jiwa?” Dai Mubai melebarkan matanya saat mengatakan itu. Walaupun tidak ada yang namanya Ras Jiwa di 33 Surga, ia langsung memberikan nama yang cocok dengan deskripsi yang dijelaskan Ren Jie.
“Ya, mungkin mereka akan disebut sebagai Ras Jiwa! Ayo pergi, kita tidak bisa membuang waktu di sini!” ucap Ren Jie dan langsung bergerak kembali diikuti oleh Dai Mubai.
Ketika keduanya semakin dekat, keduanya langsung waspada karena adanya enam aura kuat yang berada di enam tempat berbeda.
Sraing!
Dari enam arah yang berbeda, enam bilah yang sangat kuat melesat ke arah Ren Jie dan Dai Mubai.
“Mubai! Menunduk!” Teriak Ren Jie saat pedang muncul di tangan kanannya dan ia pun langsung berputar lalu mengayunkan pedangnya.
“Seni Rahasia, Penghancuran Ilahi!”
Sraing!
Semua serangan itu langsing diledakkan oleh serangan Ren Jie dan ia pun langsung mendarat di permukaan tanah bersama dengan Dai Mubai yang awalnya sudah menunduk.
“Oh? Hanya dengan kekuatan tingkat itu kau bahkan mampu menahan serangan kami? Luar biasa!”
Suara merdu yang sangat memikat terdengar di udara.
Ren Jie dan Dai Mubai menatap ke arah tersebut dengan wajah serius lalu keduanya terkejut karena sumber suara tersebut adalah Manusia Ular wanita yang sangat cantik.
“Manusia Ular sialan!” Dai Mubai menggertakkan giginya dengan kuat karena ia sangat membenci Manusia Ular, ini dikarenakan ia pernah diburu oleh mereka.
Wanita Manusia Ular dengan rambut hitam panjang, menggerakkan ekornya dan perlahan mendekat, di belakangnya muncul lima Manusia Ular lainnya.
__ADS_1
“Bagaimana kalian bisa muncul di sini dan bagaimana cara kalian lolos dari Ratu Medusa generasi sebelumnya?” Tanya wanita Manusia Ular tersebut dengan nada dingin.
“Pertanyaan yang sama harus aku tanyakan kepadamu.” ucap Ren Jie saat ia mengaktifkan kekuatan naga. Auranya meningkat drastis karena ia telah bersiap-siap untuk bertempur. Ia juga menatap ke arah jarak hampir 100 meter tempat Kuil Permaisuri Surgawi berada.
“Pertanyaan yang sama? Apakah kau bercanda Manusia! Tempat ini selalu di jaga oleh Klan Manusia Ular! Dan kau masih bertanya kenapa kami masih berada di sini?” Pria Manusia Ular berkata dengan nada dingin dan marah.
“Oh? Jika seperti itu maka aku akan berterima kasih kepada Klan Manusia Ular.” Ren Jie mengangguk kecil saat mengatakan itu.
Keenam Manusia Ular tertegun di tempat karena langsung mengetahui apa maksud dari perkataan Ren Jie, yaitu tempat tersebut seolah-olah adalah milik Ren Jie.
“Sungguh omong kosong luar biasa. Tampaknya kau memang berniat mati.” Wanita Manusia Ular itu berbicara dengan nada lembut serta senyum menawan diwajahnya.
Kelima Manusia Ular di belakangnya hanya bisa diam dan sudah yakin bahwa Ren Jie akan tewas. Mereka sangat mengetahui bagaimana temperamen pemimpin mereka dan ketika pemimpin mereka berbicara dengan nada lembut dan senyum menawan, berarti dia sedang dalam suasana hati buruk dan amarahnya sudah mencapai puncaknya.
Ren Jie hanya diam melihat hal itu. Apa yang ia katakan tentu saja bukan omong kosong karena tempat itu memang diciptakan oleh ibunya.
“Bunuh keduanya!” Perintah Wanita Manusia Ular dengan nada lembut.
Kelima Manusia Ular lainnya langsung bergerak ke arah Ren Jie dan Dai Mubai untuk membereskan keduanya. Mereka tidak berani bermain-main karena jika mereka mencoba bermain-main, mungkin setelah ini merekalah yang akan mati.
Ren Jie dan Dai Mubai tentu tidak akan berdiam diri dan langsung menyerang juga dengan sekuat tenaga yang mereka miliki karena lawan mereka adalah enam Manusia Ular tingkat Dewa Kelas 2 tahap awal.
**
Sementara itu, di Kuil Permaisuri Surgawi, terlihat banyak patung lainnya, dan mereka semua adalah patung wanita.
Tepat di depan semua patung wanita setengah ular yang tidak lain adalah generasi sebelumnya Ratu Manusia Ular, terlihat patung sosok wanita yang merupakan manusia utuh, tidak memiliki ekor seperti patung lainnya.
Dan di depan semua patung itu, sosok Manusia Ular berpenampilan misterius menggunakan cadar tampak sedang berlutut walaupun bagian bawahnya adalah ekor ular.
__ADS_1
Walaupun wanita Manusia Ular yang tidak lain adalah Ratu Medusa generasi saat ini memakai cadar, kecantikannya sangat terlihat, sosok glamor itu pasti akan menarik pria mana saja untuk mengklaimnya untuk diri mereka sendiri.
Aura aneh yang berasal dari semua patung Ratu Medusa generasi sebelumnya menyelimuti Ratu Medusa generasi saat ini. Ini adalah upacara khusus untuk menerima warisan pendahulunya agar kekuatannya mencapai Dewa Kelas 1 tahap menengah.