
Benua Kekacauan, Kota Dewa Kura-kura Hitam
“Yu Mei, Zhan Ming, kalian kembalilah lebih dulu ke Istana Kaisar Surgawi. Aku akan pergi ke suatu tempat.” ucap Ren Jie ketika keluar dari Rumah Lelang.
“Ke mana kau ingin pergi? Apakah aku tidak bisa ikut?” Tanya Yu Mei dengan nada enggan.
“Tidak.. aku akan pergi sendiri kali ini karena aku ingin pergi ke tempat yang di tunjuk oleh buku hitam yang di tinggalkan oleh ayahku. Mungkin kalian berdua tidak akan bisa masuk ke dalam tempat itu nantinya.” ucap Ren Jie.
Yu Mei masih tampak enggan tetapi ia hanya sedikit dengan enggan.
Untuk Zhan Ming, ia hanya diam tidak berkomentar karena tugasnya saat ini adalah kembali ke Istana Kaisar Surgawi untuk membawa semua sumber daya yang mereka beli.
“Baiklah, berhati-hatilah karena tampaknya informasi milikmu diketahui oleh beberapa orang di Ruang Lelang sebelumnya.” ucap Yu Mei dengan nada serius.
Ren Jie mengangguk kecil dan langsung menghilang di tempat, bergerak dengan kecepatan penuhnya ke suatu tempat. Dan itu adalah tempat ia merasakan aura seseorang yang ia kenal, Xue Lingyi.
Untuk Yu Mei dan Zhan Ming, keduanya juga langsung menghilang, pergi dengan diam-diam dari Kota Dewa Kura-kura Hitam.
Untuk Yu Mei dan Zhan Ming, tidak ada yang memperhatikan karena mereka sudah mengetahui informasi tentang Ren Jie, terutama untuk Master Sekte Gajah dan Niu Gong.
Ren Jie tidak terlalu memperhatikan bahwa kedua kelompok itu mengikutinya dari belakang.
Sementara itu, Master Sekte Wayang dan Canglan juga bergerak ke arah Ren Jie pergi setelah Master Sekte Wayang melacak bahwa Sekte Gajah dan Niu Gong mengikuti Ren Jie.
__ADS_1
Di sisi lainnya, Ling Tian yang keluar dari Rumah Lelang, mengunci aura seseorang di tempat tertentu, dan itu adalah aura milik Xue Lingyi yang sedari awal telah ia kunci.
Bahkan untuk para Biksu juga pergi ke arah tempat Xue Lingyi pergi. Sementara untuk para Samurai, mereka melihat sekilas ke arah semua pasukan yang bergerak lalu pergi tanpa berniat ikut campur.
Setelah itu, satu sosok yang tampak tua berjalan keluar dari Rumah Lelang. Pria tua tersebut sedikit bungkuk, dengan tangan di belakang punggungnya. Rambut dan janggutnya sudah memutih tanda bahwa usianya sudah sangat tua.
“Apakah pemuda itu yang dikatakan oleh nona?” Gumam pria tua tersebut lalu ia menghilang seketika juga, pergi ke arah tempat Ren Jie bergerak.
Setelah itu, sosok yang berada di atas sebuah bangunan bersama dengan beberapa bawahannya hanya menatap semua kepergian para Dewa Kelas 1 ke arah tempat Xue Lingyi pergi.
“Tuan muda, apakah kita akan pergi ke sana dan merebut setetes darah itu dari pria tua itu?” Tanya pria paruh baya di belakang sosok pemuda tampan.
Pemuda itu tampak diam untuk sementara waktu lalu mencoba mengingat kembali pemuda yang pergi pertama kali.
“Dia? Maksud tuan muda, dialah pemuda pengguna Belitan Qi Raja yang berasal dari Sekte Pedang cabang? Bagaimana bisa dia muncul di Bintang Brahma? Dan kekuatannya telah mencapai Dewa Kelas 3 tahap menengah.” ucap pria paruh baya tersebut dengan nada terkejut.
Pemuda yang tidak lain adalah tuan muda salah satu Klan Penguasa di Wilayah Barat Alam Abadi yang setara dengan Kuil Buddha dan Istana Surgawi Mimpi Ilahi, hanya mengangguk kecil dan berkata, “Aku tidak tau bagaimana bisa dia sampai di sini. Bintang Tianyu telah kacau, tidak mengherankan bahwa dia akan pergi dari sana.”
“Tampaknya ini juga alasan kenapa aku tidak menemukannya di kompetisi sebelumnya. Di Sekte Pedang Utama, hanya Huoyun Ying’er dan Yun Che yang memasuki mataku. Tetapi aku dengar bahwa pria Yun Che itu dikalahkan oleh Jie Yan, tidak.. dia saat ini menggunakan nama Ren Jie, pemimpin Istana Kaisar Surgawi menurut informasi.” ucap pemuda tersebut dengan nada acuh tak acuh.
“Pengguna Belitan Qi Raja Yun Che dikalahkan olehnya? Apakah itu di level yang sama tuan muda?” Tanya pria paruh baya tersebut.
“Ya, itu di level yang sama. Ren Jie juga sama-sama pengguna Belitan Qi Raja seperti Yun Che, tetapi Ren Jie jauh lebih tangguh. Aku sudah menebak hal ini ketika bentrok dengannya di Penginapan Angin Salju di Bintang Tianyu dahulu. Untuk Huoyun Ying'er, aku tidak tau tentang kekuatannya, tetapi dia kini menjadi jenius nomor satu yang bahkan telah mencapai tingkat Dewa Kelas 2 tahap awal.” ucap pemuda tersebut.
__ADS_1
“Sungguh sulit dipercaya. Yun Che juga saat ini berada di tingkat Dewa Kelas 3 tahap menengah, tetapi ia mampu menghabisi Dewa Kelas 3 tahap akhir manapun dengan menggunakan niat pedang mengerikan.” ucap pria paruh baya tersebut. Ia pasti akan terkejut mengetahui bahwa Yun Che kalah di tangan Ren Jie.
“Tidak peduli sekuat apa dia, aku akan mengalahkannya suatu hari nanti. Target pertamaku adalah Yun Che, jika aku tidak mampu mengalahkannya, maka aku tidak akan bisa mengalahkan Ren Jie. Dan target terakhir tentu saja adalah Huoyun Ying'er. Ayo pergi.” ucap pemuda tersebut dan langsung menghilang di tempat diikuti oleh semua bawahannya karena mereka akan segera pergi dari Bintang Brahma kembali ke tempat mereka berasal.
**
Ren Jie tidak tau bahwa pemuda bertopeng pengguna Belitan Qi Raja yang pernah ia lawan dahulu di Bintang Tianyu ternyata adalah tamu di Ruang VIP Diamond nomor 8 yang menawar harga dengan gila-gilaan.
Selain dari itu, Ren Jie juga tidak tau bahwa arah yang diambil olehnya menjadi arah yang sama dengan semua tamu VIP Diamond, kecuali untuk Samurai dan Ruang VIP Diamond nomor 8 yang berencana pergi dari Bintang Brahma.
Alasan Ren Jie tidak dapat melacak mereka mengikuti, tentu saja dikarenakan yang mengukur dirinya adalah para kultivator tingkat tinggi. Menggunakan kekuatan spiritual, ia tidak akan mampu melacak mereka semua, kecuali ia kebetulan menggunakan Mata Dewa menatap ke arah kultivator kuat yang mengikuti, barulah Ren Jie dapat melihat mereka dengan jelas.
Tidak lama kemudian, Ren Jie pun akhirnya melihat kelompok Xue Lingyi, bersama dengan tiga pengawalnya yang mencapai level Dewa Kelas 2 tahap menengah.
Xue Lingyi yang merasa diikuti, langsung berhenti di tempat lalu berbalik ke arah belakang yang membuat ketiga pengawalnya juga berhenti.
“Lama tidak bertemu...” Ren Jie yang mengejar ketertinggalan, muncul tidak jauh dari hadapan Xue Lingyi.
“Oh? Bukankah ini Master Istana Kaisar Surgawi?” Tanya Xue Lingyi dengan nada sedikit bercanda.
Ren Jie terdiam karena baru kali ini mendengar Xue Lingyi suka menggoda seseorang.
“Hentikan omong kosong tidak perlu, Lingyi. Aku tidak menyangka bahwa kau akan datang ke Rumah Lelang. Alasan aku datang kepadamu, selain dari memperingatimu tentang seseorang, aku ingin bertanya dari mana asal tombak yang kau beli sebelumnya.” ucap Ren Jie saat mengeluarkan Tombak Pembunuh Naga.
__ADS_1
Xue Lingyi yang awalnya penasaran kenapa Ren Jie datang kepadanya, menatap ke arah Tombak Pembunuh Naga dengan tatapan kosong. Ia sudah pernah melihat Ren Jie menggunakannya. Tetapi ketika melihat peninggalan leluhurnya, ia lancarkan tau bahwa ada hubungan sangat khusus antara pemilik Tombak Pembunuh Naga dan Tombak Raja Salju.