
Benua Kekacauan, Kota Dewa Kura-kura Hitam
“Buku yang di tinggalkan oleh ayahmu?” Tanya Yu Mei penasaran. Ia sudah pernah mendengar siapa sebenarnya ayah Ren Jie, Xiao Yuu dan Lan Qinzhu. Tetapi ia tidak tau orang seperti apa dia walaupun ada beberapa rumor yang ia dengar dari para naga.
“Tuan muda, apa isi buku itu?” Tanya Zhan Ming dengan rasa ingin tau.
“Buku ini mencatat banyak hal. Tetapi aku harus menyelesaikan satu hal terlebih dahulu, yaitu sesuatu yang berkaitan dengan Token yang kau keluarkan sebelumnya. Aku harus menyelesaikan satu hal terlebih dahulu, atau ini bisa disebut sebagai ujian untuk seseorang yang mendapatkan buku ini.” jawab Ren Jie lalu menyimpan buku hitam yang memiliki lambang Naga Hitam Kehancuran.
Ren Jie sudah mengetahui dengan jelas bahwa buku hitam yang di tinggalkan ayahnya pasti memandu siapapun untuk pergi ke tempat yang di tunjuk oleh buku jika memegang Token Jiwa Raja Naga. Dan kebetulan bahwa dirinya memiliki token tersebut dan ia ingin tau di mana sebenarnya tempat itu.
“Ujian? Apakah ini ujian dari ayahmu untukmu?” Tanya Yu Mei.
“Tidak. Siapapun yang memegang buku ini, jika memegang syarat tertentu yaitu Token Jiwa Raja Naga, maka mereka akan bisa pergi untuk melakukan ujian. Mungkin ayahku ingin seseorang berhasil mewarisi kekuatannya, atau sebagian dari kemampuannya ataupun menemukan benda yang ayah simpan di suatu tempat di Bintang Brahma ataupun di 33 Surga.” ujar Ren Jie.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Ren Jie, Yu Mei dan Zhan Ming hanya mengangguk dan tidak bertanya lagi. Ketiganya pun kembali fokus pada pelelangan.
Waktu terus berlalu, tanpa sadar, item yang telah di lelang oleh Paviliun Dewa Kura-kura Hitam telah mencapai 250 benda.
Selama waktu itu, Ren Jie juga membeli beberapa benda dengan harga puluhan juta batu roh kelas atas karena sedikit menarik minatnya. Tentu saja beberapa benda yang ia beli adalah teknik-teknik bertarung tertentu yang akan melengkapi perpustakaan Istana Kaisar Surgawi.
“Selanjutnya adalah item ke 250, benda ini adalah Manual Kultivasi tingkat Dewa yang cukup luar biasa! Dirumorkan, Manual ini diolah oleh seseorang yang berkuasa di masa lalu, yaitu Manual Jalan Agung Sang Buddha!” ucap Ji Hua’er dan melirik ke arah ruang VIP Diamond tertentu.
“Manual ini dikabarkan mampu meningkatkan kekuatan tubuh seseorang mencapai ultimate, lebih kuat beberapa kali dari pengguna Manual tubuh level dewa yang dikabarkan dimiliki oleh seseorang yang cukup kuat di Klan Samurai! Tidak perlu membuang waktu lagi, Manual ini akan dilelang seharga 30.000.000 batu roh kelas atas, dan minimal kenaikan adalah 1 batu roh kelas atas! Lelang dimulai!” Teriak Ji Hua’er.
Para kultivator terkejut dan tanpa sadar menatap ke arah Ruang VIP Diamond nomor 2 yang di diami oleh para Samurai. Mereka mengetahui bahwa Samurai memiliki Manual khusus tubuh, dan membuat kekuatan Samurai meningkat drastis sehingga setiap individu di Klan Samurai, hampir tak terkalahkan di level yang sama.
“50.000.000 batu roh kelas atas...!”
“60.000.000...!”
__ADS_1
“70.000.000...!”
“75.000.000...!”
Para kultivator tentu saja bersemangat karena sudah pasti mereka akan sangat tergiur oleh kekuatan yang dapat menyaingi para Samurai.
Untuk para Samurai, mereka hanya diam karena warisan yang mereka miliki berasal dari leluhur pertama Samurai, dan mereka tidak akan mau menggunakan manual Tubuh lainnya.
“Tuan muda, apakah kita akan membeli manual itu? Kebetulan bahwa Istana Kaisar Surgawi hanya memiliki sedikit manual khusus untuk mengolah kekuatan tubuh.” ucap Zhan Ming.
Ren Jie terdiam. Ia seolah-olah pernah mendengar manual tersebut di suatu tempat.
“Apakah manual ini berhubungan dengan Kuil Buddha?” Batin Ren Jie.
“150.000.000 batu roh kelas atas!” ucap seseorang dari Ruang VIP Diamond nomor 4 pun menawar dengan nada lembut.
Tirai ruang VIP Diamond nomor 4 perlahan terbuka dan di dalamnya terlihat beberapa pria botak, enam titik hitam di dahi, memegang kalung dengan manik-manik bulat di tangannya, serta dengan pakaian berwarna oranye pucat.
“Mereka adalah anggota Kuil Buddha! Kenapa mereka datang ke Benua Kekacauan?”
“Tampaknya ini dikarenakan manual yang di lelang!”
Para kultivator langsung berdiskusi satu sama lainnya saat melihat para biksu botak yang tampak memasang wajah damai sepanjang waktu.
Bahkan untuk Panglima Tertinggi Samurai dan Ling Tian, wajah keduanya berubah untuk sesaat lalu kembali pulih karena mereka telah melacak bahwa para biksu yang ada di sana bukanlah petinggi utama Kuil Buddha.
“Amitabha... Pendosa di sini berharap semua dermawan memberikan kesempatan bagi Kuil Buddha untuk membeli manual yang mungkin terkait dengan Kuil Buddha.” ucap biksu muda, yang merupakan pemimpin para biksu di ruangan VIP Diamond. Walaupun kata-katanya sangat hangat, namun wajahnya membuat semua yang ada di sana ingin menamparnya.
Biksu muda tersebut tampak memiliki tubuh kokoh, mata tajam, alis seperti pedang dan terutama adalah sudut bibirnya yang tampak seperti mencemooh siapa saja, sangat berbeda dari semua biksu di belakangnya.
__ADS_1
Semua biksu di belakang biksu muda itu hanya bisa memasang wajah tidak berdaya karena mereka tau hal ini pasti akan terjadi, hanya dengan wajah biksu muda di depan, siapapun akan kesal melihatnya.
“Huh.. memberimu wajah, jika kau memasang wajah seperti itu, siapapun tidak akan memberimu wajah!” Tirai Ruang VIP Diamond nomor 5 pun terbuka, dan sosok dengan wajah ganas terlihat.
“160.000.000 batu roh kelas atas!”
“Dermawan, tolong jangan berbicara seperti itu. Mengingat kembali bahwa wajah pendosa ini memang sempurna, sudah selayaknya dermawan memberiku wajah.” ucap biksu muda tersebut lalu menawar kembali.
“165.000.000 batu roh kelas atas.”
Ren Jie yang melihat itu, wajahnya berkedut keras. Entah mengapa ia sangat ingin menendang biksu muda bermuka tebal seperti itu.
“Hei, tampaknya biksu muda itu telah memprovokasi Sekte Gajah.”
“Apa dia tidak tau bahwa Sekte Gajah adalah kekuatan kelas 2 walaupun mereka dalam kategori terlemah? Walaupun itu terlemah, tetap saja mereka kuat!”
Beberapa kultivator langsung berdiskusi tentang beberapa pria yang ada di Ruang VIP Diamond nomor 5, dan itu juga merupakan Master Sekte Gajah yang memimpin.
“Botak, ini bukan Benua tempat Kuil Buddha berada! Jangan memprovokasi seseorang secara sembarangan hanya karena kalian adalah kekuatan tingkat satu. Kalian sangat jauh dari rumah!” Ancam Master Sekte Gajah lalu menawar kembali.
“175.000.000 batu roh kelas atas!”
“Dermawan, di Kuil Buddha, para pendosa yang memiliki kepala botak dianggap sebagai orang yang memiliki hati nurani yang sangat besar. Bagaimana kami para orang suci mencoba memprovokasi dermawan yang terhormat?”
“200.000.0000 batu roh kelas atas!” Tawar biksu botak itu setelah berargumen sedikit.
Wajah para kultivator yang ada di rumah lelang bergerak-gerak karena biksu muda tersebut mengatakan bahwa dia tidak memprovokasi seseorang secara sembarangan dan menganggap dirinya sebagai orang suci.
Tetapi kata-kata, tindakan dan sudut bibir menyebalkan itu serta penawaran oleh biksu muda tersebut memberitahu siapapun bahwa dia memang sedang memprovokasi Master Sekte Gajah.
__ADS_1