Kaisar 33 Surga

Kaisar 33 Surga
Fenomena Kematian Dewa Kelas 1


__ADS_3

Benua Kekacauan


Blar!


Petir hitam berhamburan ke arah langit saat tinju lengan kiri Ren Jie menghantam kepala Niu Gong.


Darah yang sangat banyak terciprat ke segala arah dan darah yang hendak mengenai tubuh Ren Jie langsung dilenyapkan oleh konsep Kehancuran.


Niu Gong, sang Dewa Kematian di level Dewa Kelas 1 tahap awal mati mengenaskan di tangan Ren Jie tanpa memiliki kesempatan untuk memohon seperti sebelumnya.


Ren Jie perlahan berdiri, menatap ke arah mayat tanpa kepala di permukaan tanah. Ia hanya mendengus sedikit lalu mengambil cincin ruang milik Niu Gong. Ketika ia melihat isinya, ia sedikit terkejut bahwa jumlah kekayaan Niu Gong mungkin hampir mencapai 1 milyar batu roh kelas atas.


“Pantas saja dengan jumlah kekayaan ini sebelumnya dia tidak pernah menawar benda yang mencapai harga 1 miliyar batu roh kelas atas.” Batin Ren Jie dan ia pun menyimpan cincin ruang, melangkah pergi dari sisi mayat Niu Gong.


“Dia menang?” Ji Hua’er yang menonton pertempuran, bergumam kecil. Ia dapat merasakan bahwa kekuatan Niu Gong yang di segel sebenarnya bisa dikatakan dapat menandingi Dewa Kelas 2 tahap awal, tetapi Ren Jie tetap bisa menghabisinya. Yang artinya, ia menduga bahwa kekuatan tempur Ren Jie mampu melawan dua tahapan lebih tinggi, tetapi untuk mengalahkan musuh seperti itu, mungkin Ren Jie harus membayar harga yang sangat mahal.


Bahkan untuk pria tua dari Istana Surgawi Mimpi Ilahi sedikit terkejut bahwa Ren Jie hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit untuk membereskan Niu Gong yang memiliki pemahaman tempur yang sangat kaya karena telah terakumulasi selama ratusan ribu tahun.


Niu Gong dapat dianggap sebagai salah satu eksistensi tua, karena dia telah hidup selama hampir empat ratus ribu tahun lamanya. Siapa yang akan menyangka bahwa sosok terkenal itu kali ini akan jatuh di tangan pemula baru yang bahkan belum berkultivasi selama 100 tahun?


Ren Jie yang berbalik pergi, menaikkan sedikit alisnya lalu langsung berbalik. Ia menatap tubuh Niu Gong tanpa kepala yang menegang beberapa kali lalu itu meledak tiba-tiba.


“Ini...” Ren Jie melihat badai konsep Kematian yang langsung menyebar ke segala arah. Itu tidak tampak ingin menyakiti siapapun, tetapi ia melihat bahwa kematian Dewa Kelas 1 terlihat menyebabkan fenomena alam khusus.

__ADS_1


Ketika badai konsep Kematian pun mereda, lalu Ren Jie melihat bahwa tubuh Niu Gong tidak memiliki perubahan apapun yang membuatnya bertanya-tanya apa yang terjadi sebelumnya.


“Jangan bingung tentang hal ini. Setiap Dewa Kelas 1, tubuh mereka mengandung energi yang sangat besar, terkait dengan alam. Sehingga, ketika kematian Dewa Kelas 1 terjadi, maka konsep di dalam tubuhnya akan langsung ditarik keluar secara paksa oleh alam, inilah mengapa terjadi fenomena sebelumnya.” ucap pria tua tersebut ketika muncul di samping Ren Jie. Walaupun ia menjelaskan secara rinci, menurutnya fenomena itu adalah peringatan tentang jatuhnya salah satu Dewa Kelas 1.


Bahkan untuk Ren Jie pun berpikiran sama.


“Jika seperti itu, maka kabar tentang jatuhnya Niu Gong pasti akan diketahui banyak kultivator di radius wilayah tertentu.” ucap Ren Jie.


“Ya, untuk Dewa Kelas 1 tahap awal, penyebaran konsep miliknya akan mencapai radius wilayah beberapa kota besar yang jaraknya cukup jauh. Sudah bisa dipastikan bahwa mereka akan langsung mengetahui aura siapa itu karena aura setiap Dewa Kelas 1 cukup unik.” ujar pria tua tersebut.


“Karena masalahmu telah selesai, aku akan pergi. Aku ingin memberikan benda yang diminta oleh nona secepat mungkin karena mungkin akan ada beberapa variabel yang mencoba merebut benda ini dariku.” ucap pria tersebut.


“Penatua, terima kasih karena telah membantuku. Dan tolong sampaikan salamku dan rasa terimakasih ku kepada nona Han Xueyi.” ucap Ren Jie.


Ketika pria tua itu menghilang, Ren Jie juga mendengar apa yang kata terakhir pria tua tersebut.


“Datanglah secepat mungkin ke Istana Surgawi Mimpi Ilahi. Kedua Roh yang ada di kediaman nona tidak lama lagi akan bangun dari pelatihan di Alam Mimpi! Selain dari itu, muridmu juga tampaknya selalu menunggumu!”


Mendengar itu, Ren Jie langsung teringat pada Xia Yue'er, Xiao Ziya dan Xiao Xiao Kecil. Ia yakin bahwa ketika Xia Yue'er dan Xiao Ziya terbangun dari Kultivasi di Alam Mimpi, keduanya mungkin akan mencapai Dewa Kelas 2.


Sangat disayangkan bahwa kemampuan Han Xueyi hampir tidak cocok digunakan oleh kultivator. Jika tidak, Han Xueyi pasti akan menghasilkan sangat banyak Dewa Kelas 2.


“Mungkin inilah aturan alam. Konsep Kuno konsep Mimpi sudah sangat menantang surga karena mampu melakukan banyak hal dan berada di peringkat pertama jajaran konsep Kuno. Konsep itu bahkan mampu menduplikasi konsep peringkat ke 6 sampai 33.” ucap Ren Jie dengan nada kagum.

__ADS_1


Lalu, Ren Jie teringat pada Xiao Xiao kecil, murid kecilnya. Jika ia memikirkan kembali, ia sudah pergi cukup lama, mungkin hampir 5 tahun ia pergi, sudah pasti gadis kecil itu tumbuh menjadi gadis muda yang hampir beranjak dewasa.


“Apa yang akan kau lakukan selanjutnya setelah menghabisi Niu Gong?”


Suara wanita yang sangat merdu dan menggoda menyadarkan Ren Jie dari lamunannya. Ia menatap ke arah samping dan menemukan wanita cantik luar biasa dan sangat panas. Jika ia tidak memiliki istri, mungkin ia akan jatuh pada pesona wanita dihadapannya.


“Aku akan pergi ke suatu tempat.” ucap Ren Jie dan melanjutkan, “Terima kasih karena telah mencoba membantuku sebelumnya, nona.”


Ji Hua’er memasang pose sederhana yang sangat anggun dan membalas, “Tidak masalah, aku hanya ingin bertanya satu hal kepadamu. Apakah kau pengguna konsep Ruang dan Waktu?”


“Ya.” Ren Jie mengangguk kecil dan menatap ke arah Ji Hua’er dengan mata penasaran karena menanyakan hal seperti itu.


“Kebetulan aku juga pengguna konsep Ruang dan Waktu yang terlahir dengan konsep ini.” ucap Ji Hua’er dengan wajah cerah.


“Terlahir dengan konsep Ruang dan Waktu? Apakah itu garis darah?” Batin Ren Jie penasaran.


“Dan kebetulan aku telah mencapai konsep Ruang dan Waktu tingkat ketiga.” Lanjut Ji Hua’er dengan mata berkedip beberapa kali.


Ren Jie terdiam dan tidak tau harus berkata apa. Ia langsung ingat bahwa Paviliun Dewa Kura-kura Hitam memiliki batu konsep kosong dan Ji Hua’er tampaknya menuntunnya untuk mengatakan sesuatu agar dirinya berutang. Membayangkan bahwa wanita ini adalah pebisnis yang handal, ia merasa bahwa ia akan sangat menderita nantinya.


“Lalu, apa yang diinginkan oleh nona Ji Hua’er?” Tanya Ren Jie langsung ke intinya.


“Sangat mudah berbicara dengan orang pintar.” Ji Hua’er mengangguk puas lalu melanjutkan.

__ADS_1


“Aku ingin...”


__ADS_2