
Benua Kekacauan, Kota Dewa Kura-kura Hitam
“1,7 miliyar batu roh kelas atas!” Tamu Ruang VIP Diamond nomor 7 kembali menawar setelah Ji Hua’er menghitung sampai dua.
“1,7 miliyar batu roh kelas atas! Apakah masih ada yang menawar?” Teriak Ji Hua’er sekali lagi.
Tempat lelang hening, bahkan tamu Ruang VIP Diamond nomor 8 sedikit ragu untuk menaikkan harga, dan pada akhirnya dia juga menyerah.
“Satu Kali...!”
“Dua kali....!”
“Tiga kali...!”
“Selamat kepada tamu Ruang VIP Diamond nomor 7 telah membeli 100 batu konsep kosong seharga 1,7 miliyar batu roh kelas atas. Item yang anda lelang akan dikirim ke ruangan anda.” ucap Ji Hua’er dengan senyum menawan.
“Dan selanjutnya adalah item ke 999, dan ini adalah item satu sebelum item terbaik akan dilelang.” Ji Hua’er tersenyum kembali saat berbicara. Ia menatap ke arah semua peserta lelang yang tampak gugup karena dua item terakhir pastilah item yang sangat berharga.
Bahkan untuk Ren Jie dan Ruang VIP Diamond lainnya menantikan apa sebenarnya yang akan dilelang.
Tanpa membuang waktu, Ji Hua’er mengeluarkan sebuah benda yang membuat semua kultivator berdiri seketika.
“Item ke 999 adalah Artefak Dewa, sebuah Tombak yang ditinggalkan oleh seseorang yang sangat kuat di masa lalu dan dijuluki sebagai Dewi Salju!” ucap Ji Hua’er, membelai Tombak berwarna biru yang memancarkan aura sangat dingin, sampai-sampai membuat ruangan luas tersebut memiliki suhu yang sangat rendah.
Ren Jie tercengang lalu mengeluarkan Tombak Pembunuh Naga.
“Ini.. bagaimana bisa ada Artefak yang sama persis dengan Tombak Pembunuh Naga? Hanya warna dan elemen yang dihasilkan yang sangat berbeda. Dan aku yakin Tombak itu mendekati level Tombak Pembunuh Naga!” ucap Ren Jie dengan wajah serius.
Bahkan Yu Mei dan Zhan Ming langsung membandingkan kedua tombak dan memang itu sangat sama dari segi penampilan, ukuran, bilah dan sebagainya. Hanya warna dan lambang di gagang tombak yang berbeda.
“Tuan muda, apakah kita ikut memperebutkannya?” Tanya Zhan Ming serius.
Ren Jie menarik nafas dalam-dalam dan menenangkan dirinya. Ia tentu tau siapa Dewi Salju di zaman kuno, dan itu adalah salah satu dari murid ayahnya. Dan Dewi Salju saat ini adalah Xue Lingyi, sang Rubah Salju Surgawi.
__ADS_1
Dan informasi yang diterima oleh Ren Jie, Xue Lingyi memiliki jenis yang sama dengan murid ayahnya, informasi itu diterima oleh Ren Jie dari Xue Lingyi sendiri.
“Tidak perlu membuang waktu. Item ke 999 akan dilelang dengan harga dasar 500.000.000 batu roh kelas atas dengan minimal kenaikan 1 batu roh kelas atas! Lelang dimulai!” Teriak Ji Hua’er bersemangat.
“600.000.000...!”
“700.000.000...!”
“800.000.000...!”
Harga tombak tersebut naik dengan sangat cepat, para penawarannya tentu saja adalah tamu VIP Emas dan Diamond.
Untuk Ren Jie, ia memasang wajah serius. Ia tentu tidak ingin melepaskan tombak itu karena itu juga berhubungan dengannya.
“1,7 miliyar batu roh kelas atas!” Teriak Ruang VIP Diamond nomor 8.
“1,8 miliyar!” Tamu Ruang VIP Diamond 7 juga menawar kembali.
Ini membuat semua yang ada di sana semakin bingung dan ingin tau siapa sebenarnya tamu yang menempati kedua ruang VIP Diamond tersebut.
“2 miliyar batu roh kelas atas!”
Tatapan Ren Jie tertuju pada ruang VIP Diamond nomor 9, awalnya suara yang menawar adalah suara lain. Tetapi kali ini ia langsung mengenali suara tersebut.
“Itu, bukankah itu suara Xue Lingyi?” Ren Jie menaikkan sedikit alisnya, menatap ke arah Ruang VIP Diamond nomor 9, ia menggunakan Mata Dewa secara langsung dan melihat isi ruangan tersebut. Tetapi ia terdiam karena selain dari pesona milik Paviliun Dewa Kura-kura Hitam, ada pesona tambahan lainnya. Dan ia membutuhkan waktu untuk menembus pesona tersebut.
“Ya, itu memang suara nona Xue Lingyi.” Zhan Ming mengangguk kecil.
Bahkan Yu Mei langsung mengangguk karena ia sangat kenal dengan suara Xue Lingyi yang pernah bekerja sama dengannya melawan musuh di Dimensi Kecil Pegunungan Para Raja.
“2 Miliyar batu roh kelas atas! Apakah masih ada yang menawar?” Teriak Ji Hua’er dengan keras. Ia tentu sangat terkejut karena tawaran langsung naik drastis.
Ruang VIP Diamond nomor 7 dan 8 hanya diam karena mereka merasa bahwa harga itu sudah melampaui batas. Lagi pula, mereka yakin bahwa Ruang VIP Diamond nomor 9 akan terus menaikkan harga tanpa henti. Jadi tidak ada artinya untuk menawar lagi.
__ADS_1
“Satu kali...!”
“Dua kali...!”
“Tiga kali...!”
“Selamat kepada tamu Ruang VIP Diamond nomor 9 karena telah membeli tombak dengan harga 2 Miliyar batu roh kelas atas. Item yang anda beli akan dikirim ke ruangan anda.” ucap Ji Hua’er dengan senyum lembut diwajahnya.
“Tidak perlu.”
Ketika suara itu jatuh, tirai terbuka dan beberapa sosok wanita terlihat di dalam. Dan pemimpin para wanita itu tidak lain adalah Xue Lingyi, seperti yang di tebak oleh Ren Jie.
Xue Lingyi yang memasang wajah dingin, melempar cincin ruang ke arah Ji Hua’er. Setelah itu, ia mengarahkan telapak tangannya ke arah tombak lalu berkata dengan nada samar.
“Datanglah...”
Zhung!
Tombak itupun bergetar keras lalu langsung melesat ke arah Xue Lingyi.
Dang!
Ketika tombak di pegang oleh Xue Lingyi, suara dentingan terdengar dan di saat itu juga, kekuatan dahsyat meledak yang membuat semua kultivator kuat langsung menggunakan kekuatan masing-masing menahan suhu dingin mengerikan agar tidak membekukan semua yang ada di sana.
“Luar biasa..” Ji Hua’er yang menerima cincin ruang, bergumam kecil ketika menatap ke arah Xue Lingyi. Ia dapat melacak bahwa Xue Lingyi adalah eksistensi Dewa Kelas 2 tahap akhir, tetapi begitu dia memegang tombak, auranya samar-samar menyaingi para Dewa Kelas 1 tahap awal.
Bahkan Panglima Tertinggi Samurai, Dewa Kura-kura Hitam, Niu Gong, Ling Tian, Master Sekte Wayang terkejut ketika merasakan aura Xue Lingyi yang baik secara drastis. Hanya mereka eksistensi Dewa Kelas 1 tahap awal yang tau betapa berbahayanya Xue Lingyi.
Untuk Master Sekte Gajah yang berada di level Dewa Kelas 2 tahap akhir, dia tidak lagi memenuhi syarat berdiri di depan Xue Lingyi yang memegang tombak.
“Nona Xue Lingyi sungguh luar biasa! Tuan muda, dengan adanya nona Xue Lingyi dan Klan Rubah Salju, mungkin Istana Kaisar Surgawi akan memiliki rekan lainnya yang membuat kita akan memiliki pijakan lebih kokoh di pusat Benua Kekacauan.” ucap Zhan Ming.
“Ya.” Ren Jie mengangguk dengan senyum kecil diwajahnya. Ia melirik ke arah Ling Tian terlihat dahulu yang tampak memasang wajah garang.
__ADS_1
“Ck! Tampaknya dia sudah melacak fluktuasi qi Raja samar dari Xue Lingyi. Aku bertanya-tanya, apakah Xue Lingyi yang telah memegang tombak itu mampu menekan Ling Tian Sang Penakluk.” Batin Ren Jie dengan kilatan tertentu Dimatanya. Ia tau bahwa setelah lelang selesai, mungkin Xue Lingyi dan Ling Tian akan bentrok di luar Kota Dewa Kura-kura Hitam.