Kaisar 33 Surga

Kaisar 33 Surga
Pengejaran Manusia Ular


__ADS_3

Benua Kekacauan


Ren Jie tampak bersemangat karena membaca halaman selanjutnya.


Walaupun Ren Jie sedikit terkejut di halaman pertama bahwa manual Jalan Agung Sang Buddha adalah manual yang di olah oleh Bei Xu, tetapi itu menghilang ketika makhluk asing menyerang Kuil Buddha di masa lalu.


Kuil Buddha hampir runtuh dan banyak warisan mereka yang telah hilang, terutama Manual Jalan Agung Sang Buddha. Kejadian itu terjadi ketika Bei Xu telah meninggal karena usia tua. Alasan kenapa hidupnya tidak terlalu panjang, itu dikarenakan efek samping dari Manual Jalan Agung Sang Buddha yang membuat penggunanya sangat menderita ketika mengolahnya.


Jika tidak berhati-hati, akan ada gejala sisa yang membuat tubuh menderita cidera yang sangat sulit untuk disembuhkan. Inilah alasan kenapa Bei Xu tidak hidup terlalu lama walaupun kekuatannya telah mencapai puncak 33 Surga.


“Warisan yang di tinggalkan oleh ibu ternyata berada di Benua Kekacauan!” Batin Ren Jie dengan kilatan kegembiraan.


Di Bintang Brahma, beberapa sosok tangguh yang berkaitan dengan ayahnya juga di catat. Mereka adalah Kuil Buddha, Istana Surgawi Mimpi Ilahi, Klan Yan dan Samurai.


Walaupun mungkin hanya Istana Surgawi Mimpi Ilahi dan Klan Yan yang mengetahui tugasnya mengapa mereka ditempatkan di Bintang Brahma karena lamanya waktu berlalu.


Tetapi Ren Jie tidak peduli tentang hal itu. Tugas mereka semua adalah, selain dari menjaga Alam Surga, mereka juga harus menjaga beberapa tempat tertentu, yaitu tempat yang menjadi warisan para Dewa zaman kuno.


“Kuil Permaisuri Surgawi, di jaga oleh Klan Manusia Ular yang tinggal di perbatasan Gurun Togre dan Hutan Tulang Basah.” Gumam Ren Jie. Ia tidak menyangka bahwa halaman kedua akan mencatat tempat yang di tinggalkan oleh ibunya.


Tentu hal ini akan membaut Ren Jie sangat bersemangat. Tetapi, ia bertanya-tanya kenapa yang menjaga tempat itu adalah Klan Manusia Ular.


“Tunggu.. bukankah kakak Xie'er pernah bercerita bahwa ayah memiliki anak angkat bernama Ren Yui yang merupakan keturunan dari Dewa Naga Mutlak? Sebelum mencapai level itu, jenisnya menyerupai ular. Yang artinya, Klan Manusia Ular mungkin turunan dari Klan Ouroboros? Apakah mereka darah campuran spesies itu? Masuk akal...” Ren Jie membuat Spekulasinya sendiri. Dan dengan hubungan itu, sangat wajar jika Klan Manusia Ular bertugas menjaga salah satu warisan.


Ren Jie menyampingkan pemikirannya tentang hal itu lalu menyimpan buku hitam. Ia pun langsung mengambil peta untuk melihat lokasi Gurun Togre dan Hutan Tulang Basah.


“Lokasinya cukup jauh. Dengan kekuatanku saat ini, mungkin aku akan tiba dalam waktu 2 minggu.” Batin Ren Jie dan ia pun langsung terbang ke arah tempat yang di tunjuk oleh peta. Ia pasti akan mencari apa yang sebenarnya di tinggalkan oleh ibunya.


**


Di suatu tempat di pinggiran Gurun Togre, terlihat satu sosok pria muda yang berlumuran darah sedang melarikan diri dari banyak sosok yang tidak lain adalah Manusia Ular.

__ADS_1


“Kau tidak akan bisa melarikan diri, manusia! Kau tampaknya memiliki hubungan dengan manusia yang membunuh putra Tertua Hang Mo. Menyerahlah dan kami akan mengampuni nyawamu jika kau memberitahu di mana manusia itu berada!” Salah satu Manusia Ular, berteriak sambil terbang menggunakan sayap qi di punggungnya.


Untuk para Manusia Ular, mereka menggunakan cara seperti itu untuk terbang agar konsentrasi mereka tidak terbagi mengendalikan qi di seluruh tubuh untuk terbang. Lebih mudah menggunakan sayap qi dari pada terbang seperti kultivator pada umumnya.


Pemuda yang berlumuran darah tersebut, memasang ekspresi sangat enggan. Lukanya cukup parah dan ia terus terbang dengan kecepatan penuhnya.


Meksipun dirinya telah mencapai Dewa Kelas 3 tahap menengah, atas pengejaran Dewa Kelas 3 tahap akhir dalam jumlah yang cukup besar dan satu Manusia Ular Dewa Kelas 2 tahap awal, ia tentu hampir tidak dapat melarikan diri.


“Bunga Darah Kematian!”


Jrezzh!


Bunga-bunga mewar tak terhitung jumlahnya meletus, lalu mencoba menangkap semua Manusia Ular yang mengejarnya.


“Trik ini lagi? kemampuanmu memang luar biasa! Tetapi sangat disayangkan bahwa kekuatanmu masih rendah!” ucap Manusia Ular Tingkat Dewa Kelas 2 tahap awal dengan nada mengejek. Ia pun langsung mengayunkan pedangnya beberapa kali lalu langsung memotong semua tumbuhan tersebut.


Pria muda tersebut tidak heran melihat hal itu, ia hanya ingin menunda waktu agar ia tidak di tangkap.


Ketika pemuda itu melarikan diri secepat yang ia bisa, gerbang roh perlahan terbuka di sampingnya lalu sosok wanita cantik dengan empat sayap di punggungnya muncul.


“Xie Shuyan! Jangan membuka Gerbang Roh! Cepat kembali!” Teriak pemuda tersebut buru-buru.


“Tetapi.. kau sedang terluka. Koneksi spiritual yang kita milikilah yang memberitahuku! Ayo kita bertempur bersama, Dai Mubai!” ucap Roh Peri yang bernama Xie Shuyan.


“Tidak! Kembalilah! Musuh kali ini terlalu kuat! Akut tidak ingin melibatkanmu!” ucap Dai Mubai dan melambaikan tangannya. Gerbang Roh tersebut langsung menarik Xie Shuyan secara paksa ke dalamnya.


Sebagai Manusia yang melakukan Kontrak dengan Roh, Dai Mubai tentu memiliki kemampuan untuk melarang Roh Kontraknya agar tidak bisa menyeberang.


“Mubai...!” Xie Shuyan berteriak keras dan mencoba melawan tetapi ia tidak mampu melawan tarikan dari Gerbang Roh.


Ketika Gerbang Roh tertutup, Dai Mubai merasa lega. Ia pun memasang wajah tegas lalu membakar Esensi darahnya sebanyak mungkin.

__ADS_1


Wusssh!


Kecepatan Dai Mubai meningkat drastis dan bahkan Dewa Kelas 2 tahap awal dari Klan Manusia Ular yang mengejarnya tidak dapat lagi mempersempit jarak.


“Membakar Esensi Darah? Sampai kapan kau bisa melakukannya?” Teriak Manusia Ular dengan nada dingin.


Dai Mubai tidak berbicara dan fokus pada kecepatannya untuk melarikan diri. Dan dalam waktu beberapa jam kemudian, wajahnya sangat pucat karena semua esensi darahnya hampir habis. Tetapi matanya berbinar ketika melihat tempat yang menjadi tujuannya.


“Celaka! Manusia itu mencoba memasuki Hutan Tulang Basah!” Teriak para Manusia Ular dengan nada marah.


Oleh karena itu, para Manusia Ular memaksakan diri untuk melancarkan serangan dari jarak jauh.


Sraing! Sraing!


Puluhan serangan melesat ke arah Dai Mubai dengan kecepatan sangat tinggi.


Dai Mubai yang menatap hal itu, memasang wajah jelek dan langsung berbalik lalu menyilangkan kedua lengannya.


Blar! Blar! Blar!


Ledakan beruntun terdengar dan tubuh Dai Mubai yang mengalami cidera yang sangat parah terhempas ke arah belakang.


Dan di belakang, terdapat Jurang dalam yang di dalamnya adalah Hutan Tulang Basah berada.


Wusssh!


Tubuh Dai Mubai menembus kabut aneh dan terjun ke arah dalam jurang, memasuki Wilayah Hutan Tulang Basah.


Zhep!


Semua Manusia Ular tiba di pinggiran jurang lalu menatap ke arah bawah dengan wajah muram.

__ADS_1


”Aku tidak menyangka bahwa manusia itu akan memanfaatkan serangan kita untuk memasuki Hutan Tulang Basah! Tetapi dia pasti akan mati ketika mencapai tempat itu! Ayo pergi, tidak ada artinya kita berada di sini lagi, kita Manusia Ular tidak bisa memasuki Hutan Tulang Basah sama sekali karena suatu hal!” ucap Manusia Ular tingkat Dewa Kelas 2 tahap awal lalu pergi bersama dengan semua bawahannya kembali ke Klan Manusia Ular.


__ADS_2