Kaisar 33 Surga

Kaisar 33 Surga
Menindas Yang Lemah


__ADS_3

Benua Kekacauan


Ren Jie tau bahwa dirinya sangat lemah saat ini sehingga ia langsung pergi. Ini juga alasan ia menyuruh Yu Mei dan Zhan Ming pergi lebih dulu. Ia ingin meningkatkan kekuatannya secepat mungkin agar dirinya dan Istana Kaisar Surgawi tidak dianggap lemah dan hanya bergantung pada kekuatan lainnya.


Ketika Ren Jie terus terbang, wajahnya pucat seketika saat merasakan aura luar biasa, itu langsung merubah semua Medan yang ada di sana. Dan kekuatan itu sangat mirip dengan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang yang ia kenal walaupun itu berbeda. Dan itu adalah kekuatan yang dimiliki oleh Xiao Ziya.


“Hukum Kematian? Niu Gong? Bagaimana bisa dia mencapai tempat ini?” Batin Ren Jie tidak percaya. Ia langsung berhenti di tempat dan menatap ke arah tertentu dengan dingin menggunakan Mata Dewa.


“Kau dapat menemukan keberadaanku? Tampaknya mata milikmu itu istimewa karena aku dapat merasakan qi luar biasa yang kau letakkan di matamu.”


Sosok Niu Gong dalam bentuk Kerangka pun muncul. Kulit dan daging tubuhnya tumbuh dari tulang, menggeliat gila lalu membentuk sosok asli tubuhnya.


Niu Gong langsung menggunakan pakaiannya lalu menatap ke arah Ren Jie dengan senyum kecil di wajahnya.


“Wanita bernama Xue Lingyi itu memang sangat kuat dan aku yakin bahwa mungkin aku tidak bisa mengalahkannya. Tetapi, dia tetaplah Dewa Kelas 2, sekuat apapun daya tempurnya, kekuatan spiritual miliknya masih rendah dan tidak akan bisa melacakku yang berganti tubuh dengan Kloning yang aku ciptakan untuk melawannya.” ucap Niu Gong dengan senyum kejam.


Mata Ren Jie terlihat sangat dingin karena ia sangat ingin membunuh Niu Gong. Tetapi ia sadar bahwa walaupun ia menggunakan 300% kekuatannya, Niu Gong masih bisa mencubitnya sampai mati.


Melihat Ren Jie hanya diam, Niu Gong melanjutkan dengan ancaman, “Serahkan Bunga Batu Akhirat dan Buku Hitam yang kau beli. Jika memberikannya lalu memohon ampun padaku dengan cara berlutut, maka aku akan memikirkan apakah aku akan mengampunimu atau tidak.”


“Cuih...!”


Ren Jie membuang ludah ke samping, matanya berubah menjadi pupil naga lalu ia berkata dengan nada dingin, “Berlutut dan memohon?”


Disaat itu juga, qi Raja luar biasa dahsyat meledak. Pedang muncul di tangan kanan Ren Jie dan Tombak muncul di tangan kirinya. Kedua senjata itu diselimuti oleh qi Raja secara langsung.


Aura yang meledak dari tubuh Ren Jie melambangkan beberapa konsep, yaitu konsep Kehancuran dan Konsep Ruang dan Waktu.


Mata Niu Gong menyusut tajam karena merasa bahwa keputusannya mengejar Ren Jie adalah benar. Hanya melihat konsep yang diledakkan oleh Ren Jie, ia merasa takut di dalam hatinya. Baru kali ini ia melihat pengguna konsep Kuno telah mencapai konsep tingkat ketiga di tingkat Dewa Kelas 3.


Selain dari itu, selain konsep Ruang, ia sudah menebak apa sebenarnya konsep satunya lagi. Dalam hatinya, Niu Gong telah memberi cap Ren Jie sebagai jenius tertinggi yang pernah ada bahkan dalam sejarah 33 Surga.

__ADS_1


Ini juga disebabkan oleh Niu Gong menatap Belitan Qi Raja serta niat pedang luar biasa yang meletus.


“Tunjukkan kepadaku bagaimana cara berlutut yang baik!” ucap Ren Jie dingin saat auranya terus meningkat tajam.


“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”


“Waktu Kilat!”


“Busur Waktu - Masa Depan!”


Zhep!


Ren Jie muncul dalam sekejap di depan Niu Gong lalu menyerang sekuat tenaga yang ia bisa.


Niu Gong tercengang karena kecepatan Ren Jie sudah melebihi Dewa Kelas 2 tahap awal manapun yang ia kenal. Tetapi tetap saja kecepatan itu masih sangat lambat baginya yang merupakan Dewa Kelas 1 tahap awal.


Ren Jie mengayunkan pedang dan tombak miliknya dari atas ke bawah menggunakan segenap kekuatannya.


Ledakan besar terjadi dan petir hitam berhamburan ke segala arah.


Tetapi Ren Jie menyusutkan pupil matanya saat melihat Niu Gong menangkap pedang dan tombak miliknya dengan tangan kosong. Dari hal inipun, ia menyadari kesenjangan antara dirinya dan para Dewa Kelas 1, itu seperti dirinya seekor semut menatap ke arah harimau jantan raksasa.


“Oh? Kau bahkan bisa menggoresku sedikit dengan Kultivasi Dewa Kelas 3? Kekuatanmu memang patut di puji.” ucap Niu Gong dengan senyum kejam.


Bam!


Tanpa melihat pergerakan Niu Gong, Ren Jie merasakan isi perutnya di acak-acak. Tubuhnya cekung seperti udang lalu melesat ke tempat yang sangat jauh, ia memuntahkan sangat banyak darah ketika Niu Gong memukul perutnya.


Bom! Bom! Bom!


Ren Jie menabrak banyak pepohonan dan tebing kecil, menembusnya. Lalu tubuhnya berguling-guling di permukaan tanah.

__ADS_1


“Uhuk..” Ketika Ren Jie menyetabilkan tubuhnya, ia muntah seteguk darah merah sekali lagi.


Niu Gong yang melihat itu sangat terkejut karena Ren Jie masih sadarkan diri. Bahkan Dewa Kelas 2 tahap menengah akan pingsan menerima serangannya jika tidak mati.


“Kau memang memiliki potensi paling mengerikan yang pernah aku lihat. Keputusanku untuk membunuhmu hari ini memang sangat tepat!” ucap Niu Gong dingin saat ia menghilang seketika bergerak ke arah tempat Ren Jie berada.


Namun, sebelum Niu Gong tiba, suara seseorang membuatnya berhenti di tempat.


“Apakah kau sangat bangga menindas yang lebih lemah?”


Suara itu membuat wajah Niu Gong gelap lalu menatap ke arah tertentu tidak jauh darinya.


“Ji Hua’er? Apakah Paviliun Dewa Kura-kura Hitam ingin mencoba ikut campur?” Tanya Niu Gong marah.


Ren Jie yang sedang mencoba berdiri dengan mata sedikit kabur, menatap ke arah Ji Hua’er sedikit bingung.


“Ini tidak ada sangkut pautnya dengan Paviliun Dewa Kura-kura Hitam. Ini adalah keinginan pribadiku. Dia adalah milikku.” ucap Ji Hua’er dengan senyum diwajahnya.


Ren Jie hampir terjatuh kembali mendengar apa yang dikatakan wanita panas bernama Ji Hua’er. Sejak kapan aku menjadi milikmu?


“Apa menurutmu kau bisa menghalangiku menghabisinya? Jangan anggap dirimu tinggi, Ji Hua’er. Walaupun kau kuat, kau pasti tau perbedaan kekuatan kita!” ucap Niu Gong dingin. Kekuatannya kembali meledak dan ingin menyingkirkan Ji Hua’er lalu menghabisi Ren Jie.


Ji Hua’er tau bahwa ia mungkin dikalahkan karena dirinya belum lama menembus Dewa Kelas 1 tahap awal. Sangat sulit melawan Dewa Kelas 1 veteran seperti Niu Gong. Tetapi ia bukan seseorang yang akan menyerah begitu saja jika menginginkan sesuatu. Dan alasannya, ada sesuatu di tubuh Ren Jie yang membuatnya sangat terpikat, inilah yang ingin ia cari tau apa sebenarnya hal itu.


Ketika Niu Gong ingin menyerang, tiba-tiba jantungnya berdetak sangat cepat. Keringat dingin menetes di dahi serta punggungnya ketika ia mendengar suara seseorang di belakangnya.


“Apakah kau sangat menikmati menindas yang lemah? Maka, bisakah aku menindasmu pecundang yang menurutku sangat lemah?”


Ketika Niu Gong ingin berbalik, ia merasakan sakit luar biasa di punggungnya seolah-olah sebuah dunia menimpanya.


Bam!

__ADS_1


__ADS_2