Kaisar 33 Surga

Kaisar 33 Surga
Tetua Tertinggi Klan Dai


__ADS_3

Benua Kekacauan


Ren Jie berdiri di salah satu cabang pohon yang terletak tidak jauh dari kota.


Tidak lama kemudian, satu sosok muncul tidak jauh darinya, Ren Jie tau bahwa pria tersebut adalah pria berantakan sebelumnya.


Kali ini pria tersebut tampak sangat sehat, tidak sakit-sakitan dan sangat berantakan seperti sebelumnya.


“Tampaknya vitalis tubuhmu telah pulih ke puncaknya. Selain dari itu, kekuatanmu telah mencapai Dewa Kelas 2 tahap menengah.” ucap Ren Yuu saat ia menatap ke arah Dai Huang yang melayang di udara tidak jauh darinya.


“Ya, kekuatanku dahulu kala telah mencapai Dewa Kelas 2 tahap akhir, tetapi turun drastis ke level Dewa Kelas 2 tahap awal. Mungkin butuh waktu bagiku untuk mencapai level puncak kekuatanku di masa lalu.” ucap Dai Haung dengan sudut bibir melengkung. Ia tidak pernah merasa sesegar ini selama ratusan ribu tahun karena cidera serius yang ia derita.


“Oh?” Ren Jie sedikit terkejut karena tidak menyangka bahwa kultivator yang ia ajak berkerja sama adalah mantan eksistensi Dewa Kelas 2 tahap akhir.


“Dai Huang, kau bisa memanggilku sebagai Dai Huang, mantan Tetua Tertinggi Klan Dai dari Kekaisaran Luo.” ucap Dai Huang.


“Apa? Klan Dai dari Kekaisaran Luo?” Ren Jie terkejut mendengarnya lalu tiba-tiba bertanya, “Apa kau pemilik garis darah Bunga Darah Kematian?”


“Hm? Apakah telah mengetahui sejarah Klan Dai? Mungkin hanya para Manusia Ular dan beberapa kekuatan tingkat tinggi lainnya yang ingat tentang kami Klan Dai.” ucap Dai Huang sedikit terkejut bahwa seseorang seperti Ren Jie mengetahui tentang Klan Dai bahkan tempat asal mereka yang sangat tersembunyi.


“Tentu saja aku mengetahuinya karena salah satu temanku berasal dari Klan Dai yang bernama Dai Mubai.” ucap Ren Jie.

__ADS_1


Dai Huang tercengang karena tidak menyangka bahwa akan ada anggota Klan Dai yang tersisa. Ia tiba-tiba tersadar karena di masa lalu ia ingat bahwa Patriak Klan Dai mengirim beberapa anggota Klan ke dunia fana menggunakan kekuatan terakhirnya.


“Pasti kelompok itu! Pasti mereka! Tampaknya mereka semua selamat dan berkembang di dunia fana!” ucap Dai Huang dengan tubuh gemetaran sambil mengepalkan tangannya dengan kuat.


Melihat reaksi Dai Huang dan kata-kata yang dia ucapkan, Ren Jie langsung menebak bahwa ketika kepunahan Klan Dai tiba, beberapa anggota Klan Dai di kirim ke tempat yang acak oleh Patriak Klan Dai lalu terjatuh di Bintang Saint tanpa sengaja.


“Apa kau tau di mana Dai Mubai itu saat ini berada?” Tanya Dai Huang buru-buru dan melanjutkan, “Dan bagaimana dengan Klan Dai di dunia fana?”


“Aku tidak tau di mana Dai Mubai berada karena kami pergi dari dunia fana dan semuanya terpisah. Kemungkinan dia akan muncul di Benua Kekacauan ini juga. Tetapi, untuk Klan Dai di dunia fana, mereka telah punah, hanya menyisakan Dai Mubai seorang.” ujar Ren Jie.


“Punah? Hanya menyisakan satu orang?” Dai Huang pucat seketika dan amarahnya memuncak. Tetapi ia langsung menenangkan diri setelah mengingat kembali bahwa anggota Klan Dai yang tersisa di kirim ke dunia fana sekitar 300.000 tahun yang lalu.


Itu adalah waktu yang sangat lama di dunia fana dan wajar banyak hal yang terjadi. Dan Dai Huang menyadari bahwa Klan Dai bertahan dalam waktu 300.000 tahun dan itu adalah sejarah panjang jika di Dunia Fana.


“Ya. Sebelum itu, aku ingin memberitahumu sesuatu, aku memasuki Hutan Tulang Basah untuk mencari tempat yang disebut sebagai Kuil Permaisuri Surgawi.” ucap Ren Jie.


“Kuil Permaisuri Surgawi?” Mata Dai Huang menyusut seketika dan tubuhnya sedikit menegang karena di masa lalu, alasan kenapa Klan Dai dimusnahkan, karena orang asing yang datang mencari tempat tersebut.


“Apa kau tau tempat itu?” Tanya Ren Jie dan ia terkejut dengan reaksi Dai Huang.


“Ya dan tidak.” jawab Dai Huang setelah memenangkan dirinya.

__ADS_1


“Ya dan tidak?” Ren Jie heran dengan jawaban Dai Huang yang tidak jelas.


“Alasan kenapa aku mengatakan seperti itu, ini dikarenakan lokasi spesifiknya hanya diketahui oleh Ratu Medusa setiap generasi. Dari sejarah Klan Dai, Klan Manusia Ular adalah penjaga tempat itu. Kami Klan Dai hanya menghalangi jalan siapapun yang ingin mencari tau Kuil Permaisuri Surgawi. Bisa dikatakan, kami Klan Dai adalah pelindung luar Kuil Permaisuri Surgawi dan Klan Manusia Ular adalah pelindung dalam, tetapi hanya Ratu Medusa yang mengetahui lokasi aslinya.” ujar Dai Huang.


Mata Ren Jie tampak kosong ketika mendengar penjelasan Dai Huang.


“Apakah kita harus pergi ke Klan Manusia Ular untuk menanyakan hal itu?” Tanya Ren Jie dengan nada sedikit ragu.


“Jika kau ke sana, sebelum bertemu Ratu Medusa, kau pasti akan dihabisi para anggota Manusia Ular.” ucap Dai Huang tanpa ragu.


“Tetapi tenang saja.” ucap Dai Huang ketika melihat wajah Ren Jie sedikit jelek dan melanjutkan, “Mungkin aku mempunyai petunjuk di mana lokasi asli Kuil Permaisuri Surgawi. Ayo pergi, kita akan memasuki Reruntuhan Klan Dai untuk mencari tau apakah yang aku pikirkan itu benar.”


Mendengar bahwa Dai Huang mungkin bisa melacak di mana tempat itu, Ren Jie tentu saja tidak ragu dan langsung mengikuti Dai Huang yang terbang ke arah Hutan Tulang Basah.


Tidak sampai setengah hari kemudian, Ren Jie dan Dai Huang pun tiba di pinggiran Hutan Tulang Basah.


“Inilah Hutan Tulang Basah.” ucap Dai Huang saat menatap ke arah jurang yang sangat dalam yang memiliki hutan yang sangat luas seperti tidak memiliki ujung.


Mata Ren Jie menyipit sedikit karena ia dapat melihat dengan jelas bahwa konsep Ruang dan Waktu sangat padat di tempat tertentu di Hutan Tulang Basah. Bahkan di banyak tempat, konsep Ruang dan Waktu lebih kental dari pada di luar dari Hutan Tulang Basah.


“Memang ini tempatnya. Karena akumulasi waktu yang sangat lama, Kuil Permaisuri Surgawi yang di buat oleh ibu pasti melepaskan konsep Ruang dan Waktu dari waktu ke waktu sampai-sampai itu menyebar ke seluruh Hutan Tulang Basah.” Batin Ren Jie.

__ADS_1


“Apakah kau yakin pergi ke dalam sana? Untuk melindungimu dari binatang roh kuat, aku yakin dapat melakukannya. Tetapi jika kau terkontaminasi kekuatan mengerikan di Hutan Tulang Basah, aku sama sekali tidak mampu membantumu.” ucap Dai Huang berterus terang.


Mendengar itu, Ren Jie menaikkan sedikit sudut bibirnya karena aura mengerikan yang dimaksud oleh Dai Huang adalah energi yang sangat bermanfaat bagi garis darah miliknya, yaitu garis darah Kaisar Surgawi.


__ADS_2