
Benua Kekacauan, Kota Dewa Kura-kura Hitam
Dengan kemunculan Xue Lingyi, Ren Jie tidak terlalu takut lagi dengan ancaman Ling Tian. Apa yang ia pikirkan saat ini adalah bagaimana berurusan dengan Master Sekte Gajah dan Niu Gong.
Rumah Lelang perlahan kembali tenang setelah kekuatan Xue Lingyi yang meledak di tarik kembali.
Melihat hal itu, Ji Hua’er pun melihat kembali ke arah semua peserta lelang. “Baik, kita akan melanjutkan lelang.”
“Untuk selanjutnya dan benda yang dilelang akan menjadi item terakhir lelang kali ini. Kalian sudah melihat seperti apa berharganya tombak yang menjadi item ke 999. Dan kali ini, Paviliun Dewa Kura-kura Hitam mempersembahkan item terbaik yang kami miliki!” Teriak Ji Hua’er.
Para kultivator di tempat itu menahan nafas mereka masing-masing karena sangat ingin melihat benda apa yang akan dilelang dan menjadi penutup lelang kali ini.
Di atas meja, sebuah botol kecil kaca pun muncul. Di dalam botol tersebut, terdapat satu tetes cairan berwarna merah.
Suasana hening seketika saat melihat ke arah botol kaca kecil dengan tatapan bertanya-tanya apakah mereka salah melihat atau tidak.
Bahkan untuk kebanyakan tamu Ruang VIP Emas dan Diamond merasa ragu apakah Ji Hua’er mengeluarkan benda yang salah atau tidak.
“Kalian pasti bingung dengan benda ini. Sebelum itu, aku ingin menceritakan sebuah kisah yang di tutupi, dan ini adalah kisah masa lalu menyangkut sosok yang disebut sebagai Kaisar Manusia Generasi Kedua!” ucap Ji Hua’er.
Untuk kultivator biasa, mereka semakin bingung. Tetapi untuk para kultivator tingkat tinggi apa lagi memiliki warisan panjang, tubuh mereka menegang seketika.
“Dalam sejarah yang ada, hanya Kaisar Manusia Generasi Pertama yang tercatat di mana-mana. Bahkan banyak monumen miliknya berada di Bintang Brahma. Lalu, suatu kebetulan kami menemukan tempat kuno yang meninggalkan sejarah panjang 33 Surga, dan di tempat itu di catat tentang Kaisar Manusia Generasi Kedua yang memerintah 33 Surga dalam waktu yang cukup singkat.”
__ADS_1
“Dan apa yang ada di dalam botol ini adalah... Satu tetes Esensi darah murni dari Kaisar Manusia Generasi Kedua! Kami juga menemukan benda ini di Reruntuhan Kuno itu!” Lanjut Ji Hua’er yang membuat para kultivator yang tau sedikit cerita Kaisar Manusia Generasi Kedua menghirup udara dingin.
Bahkan Ren Jie yang berada di dalam ruangannya sedikit tidak tenang. Ia tau siapa dengan jelas siapa sebenarnya Kaisar Manusia Generasi Kedua, dan pria itu adalah sosok yang sangat kuat yang selalu bepergian bersama dengan Ren Xue-Yu, saudarinya dari ibu yang sama.
Mata Dewa Ren Jie aktif seketika lalu menatap ke arah esensi darah tersebut. Tubuhnya menegang seketika karena ia dapat merasakan kekuatan luar biasa dahysat, penuh dengan kematian, pembantaian dan daya hidup tinggi seolah-olah esensi darah itu hidup.
Walaupun itu hanya satu tetes Esensi darah, Ren Jie sudah menebak seberapa besar kekuatan yang terkandung di dalamnya. Dan itu hanya satu tetes, bagaimana dengan pemilik aslinya?
Selain dari itu, Ren Jie sangat yakin bahwa satu tetes Esensi darah tersebut tidak dapat dihancurkan, seolah-olah itu adalah benda terkeras di seluruh 33 Surga yang bahkan tidak bisa dihancurkan oleh puluhan eksistensi Dewa Kelas 1 tahap akhir.
Ji Hua’er tau bahwa para peserta lelang akan ragu, jadi ia langsung membuka tutup botol yang di segel, di saat itu juga, aura mencekam yang membuat dada sangat sesak meletus, mencoba menekan siapapun, tidak terkecuali untuk Dewa Kelas 1.
“Kekuatan yang sangat luar biasa! Level apa yang telah diperoleh oleh Kaisar Manusia Generasi Kedua yang sangat misterius itu?”
Ji Hua’er yang paling dekat juga berkeringat. Ia langsung menyegel kembali botol kaca tersebut karena kekuatan yang terkandung di dalam esensi darah sungguh mengerikan.
Alasan kenapa Paviliun Dewa Kura-kura Hitam menjual esensi darah itu, karena mereka paham bahwa mereka tidak bisa menggunakannya. Hanya eksistensi khusus yang bisa menggunakan benda semacam itu, dan semua anggota Paviliun Dewa Kura-kura Hitam bukan salah satunya.
Ketika tekanan menghilang, semua kultivator menghela nafas panjang dan menatap botol kaca kecil dengan mata panas. Mereka semua tentu berpikir jika mereka memadukan esensi darah itu ke tubuh masing-masing, maka mereka akan mewarisi kekuatan sejati Kaisar Manusia Generasi Kedua. Dan mereka langsung merasa bahwa item sebelumnya jauh berada di bahwa esensi darah tersebut dalam hal klarifikasi.
“Tidak perlu membuang waktu, item terakhir akan dilelang dengan harga dasar 1 batu roh kelas atas dan minimal kenaikan 1 batu roh kelas atas! Lelang dimulai!” Teriak Ji Hua’er.
“100.000.000...!”
__ADS_1
Salah satu kultivator langsung menawar dengan bersemangat.
“300.000.000...!”
“500.000.000...!”
Harga naik dengan sangat cepat. Untuk para tamu Ruang VIP Diamond, mereka hanya menunggu sampai harga mencapai lebih dari 1 miliyar dan akan menawar kembali.
“Tuan muda. Apakah kita akan menawar?” Tanya Zhan Ming.
Ren Jie tidak langsung menjawab dan menatap ke arah Ruang VIP Diamond nomor 7 dan 8. Matanya menyipit tajam ketika melihat siapa yang ada di dalam kedua ruangan itu.
“Dewa Kelas 1 tahap awal lainnya? Siapa kedua orang itu? Tidak ada catatan tentang keduanya dari Zhan Ming!” Batin Ren Jie karena ia sudah meminta Zhan Ming memberikan semua informasi para Dewa Kelas 1 lainnya dari Benua Kekacauan.
Tetapi, salah satu dari sosok yang berada di ruang VIP Diamond nomor 7 membuat Ren Jie merasa sedikit familiar, tetapi tidak pernah tau di mana dirinya bertemu dengan sosok tersebut.
Untuk ruang VIP Diamond nomor 8, itu bahkan lebih misterius karena sosok yang ada di dalam ruangan menggunakan jubah yang tidak bisa di tembus oleh Mata Dewa miliknya.
“Tidak.. kita tidak akan menawar benda itu! Kita tidak bisa menggunakannya. Untuk memadukan esensi darah itu, seseorang harus memiliki fisik khusus. Jika tidak, bahkan jika itu adalah Dewa Kelas 1 tahap akhir, mereka akan tewas karena meledak. Dan diantara semua anggota Istana Kaisar Surgawi, tidak ada yang bisa menggunakan esensi darah itu.” ucap Ren Jie dan langsung menyerah kepada item terakhir.
“Sekuat itu?” Tanya Yu Mei terkejut dan sama halnya untuk Zhan Ming.
“Ya, mataku tidak akan pernah salah menilai. Selain dari itu, kekuatan itu sangat bertolak belakang denganku seolah-olah ada aura yang mencoba menolakku!” ucap Ren Jie sekali lagi.
__ADS_1
Yu Mei dan Zhan Ming bertanya-tanya apa maksud dari Ren Jie tetapi keduanya tidak bertanya lagi lalu fokus pada lelang yang kini item terakhir telah di tawar seharga 1,5 miliyar batu roh kelas atas.