
Benua Kekacauan
Sudah hampir dua minggu semenjak Lelang di Kota Dewa Kura-kura Hitam dilakukan. Saat ini Ren Jie telah mendekati pinggiran Gurun Togre, tempat Klan Manusia Ular tinggal.
Ketika terbang di udara, Ren Jie perlahan berhenti dan menatap ke arah bawah dengan tatapan seksama.
“Ini adalah kota terakhir tempat manusia tinggal, berjarak hampir 3 hari dari Wilayah asli Klan Manusia Ular. Dikatakan bahwa Manusia Ular sering muncul di tempat ini.” ucap Ren Jie dan ia perlahan turun ke arah bawah.
Jika di wilayah ini, Manusia Ular tidak akan terlalu peduli dengan para manusia. Tetapi jika pada manusia mendekati wilayah Klan Manusia Ular yang asli, maka para Manusia Ular yang berpatroli di sekitar wilayah tersebut pasti akan langsung menghabisi para manusia.
Ketika mendekati kota, Ren Jie sedikit menghela nafas panjang. Walaupun banyak orang kuat di dalam kota yang bahkan Mencapai Dewa Kelas 2 tahap awal, kota yang mereka tempati tidak makmur sama sekali.
Ini juga dikarenakan keberadaan Manusia Ular yang sering bermunculan di di perbatasan wilayah mereka sehingga para manusia tidak berkembang di tempat ini.
Ketika memasuki kota, tidak ada biaya pemungutan sama sekali. Kondisi bangunan terlihat banyak yang hancur oleh petempuran, itu membuat kota tersebut seperti kota yang hanya digunakan sebagai tempat persinggahan.
Disaat Ren Jie memasuki kota, sangat banyak pasang mata yang melihat ke arahnya. Tetapi ia sama sekali tidak peduli dengan hal itu.
Namun, satu hal yang membuat Ren Jie tau kenapa mengapa kota itu memiliki banyak aura kuat, karena mereka semua merupakan Mercenaries level atas yang melakukan misi jangka panjang. Hanya orang-orang seperti itu yang berani mendekat ke wilayah Klan Manusia Ular.
Ketika berjalan cukup jauh ke dalam kota, Ren Jie pun menemukan tempat para kultivator sering keluar masuk, dan mereka semua adalah Mercenaries yang tampaknya sedang mengumpulkan informasi.
Ren Jie pun perlahan datang ke kedai minum sederhana dan diisi oleh sangat banyak aura kuat. Ketika ia membuka pintu yang hanya berada di tengah jalan masuk, banyak pasang mata lainnya yang menatapnya.
__ADS_1
“Mereka semua memang Mercenaries. Tampaknya penduduk asli kota ini hanya tersisa sedikit karena mungkin kebanyakan dari mereka telah dibunuh oleh Klan Manusia Ular.” Batin Ren Jie dan berjalan ke arah pemilik kedai minum sederhana tersebut.
“Ada yang bisa aku bantu, tuan pengelana?” Tanya pemilik kedai minum.
Dengan Mata Dewa, Ren Jie dapat melihat bahwa pemilik kedai minum tersebut adalah seorang ahli Dewa Kelas 2 tahap awal yang cukup kuat.
“Informasi tentang Hutan Tulang Basah.” ucap Ren Jie.
Pemilik kedai minum tersebut terdiam untuk beberapa saat lalu menuangkan anggur lalu menaruhnya di depan Ren Jie.
“200.000 batu roh kelas atas.” ucap pemilik kedai minum.
Untuk para Mercenaries lainnya yang berada di sana, mereka semua menatap ke arah Ren Jie dengan tatapan aneh karena sangat jarang seseorang meminta informasi tentang Hutan Tulang Basah yang dikatakan sebagai tempat berbahaya di wilayah tersebut, bahkan para Manusia Ular tidak mau masuk ke dalam sana.
Pemilik bar tersebut mengangguk kecil lalu mengambil gelas dan cincin ruang lalu melihat isinya. Setelah memastikan bahwa jumlahnya memang benar, ia pun mengeluarkan sebuah buku yang bertuliskan Hutan Tulang Basah di sampulnya.
“Infromasi tentang Hutan Tulang Basah sangat minim karena sebagian besar kultivator yang masuk ke dalam sana tidak pernah kembali.” ucap pemilik bar saat ia membersihkan gelas yang digunakan oleh Ren Jie sebelumnya.
“Terima kasih atas peringatannya.” ucap Ren Jie lalu perlahan berdiri dan berniat untuk keluar dari tempat tersebut.
“Teman muda, jika kau ingin masuk ke dalam sana, pergilah ke ujung kota ini. Di sana terdapat seorang kultivator kuat yang sedikit familiar dengan Hutan Tulang Basah, mungkin bayarannya akan sangat tinggi. Tetapi itu lebih baik jika kau berpergian bersama dengan orang lain.” ucap pemilik kedai minum itu sekali lagi.
Langkah Ren Jie berhenti sejenak lalu ia mengangguk tanpa menoleh ke belakang. Ia pun langsung pergi untuk melihat kultivator yang dikatakan sangat familiar dengan Hutan Tulang Basah.
__ADS_1
“Ck! Korban Hutan Tulang Basah lainnya! Meksipun dia menyewa orang itu, bukan berarti dia akan aman di dalam tempat berbahaya itu.”
“Ya, lagi pula kekuatannya berada di Dewa Kelas 3 tahap menengah. Jika saja dia mencapai Dewa Kelas 2, mungkin ceritanya akan berbeda.”
Beberapa kultivator langsung berdiskusi ketika Ren Jie keluar dari kedai minum tempat penjualan informasi tersebut.
Pemilik kedai minum di sisi lain, ia terus menatap ke arah luar dengan tatapan ragu. Ia pun mengeluarkan sebuah kertas dari laci lalu melihat gambar Ren Jie di sana.
“Pemuda ini memang yang diincar oleh salah satu Tetua Klan Manusia Ular. Aku tidak tau bagaimana dia menyinggung Manusia Ular, tetapi lebih baik aku tidak membagikan informasi ini karena Manusia Ular tidak perlu di bantu oleh jaringan informasiku setiap waktu.” Batin pemilik kedai minum lalu membakar kertas tersebut.
Pemilik kedai minum tersebut sudah sangat sering diancam oleh Manusia Ular untuk memberikan informasi kepada mereka dan itu merugikan sangat banyak kultivator. Ia sudah muak dengan Manusia Ular sehingga kali ini ia tidak mau memberikan informasi tentang Ren Jie yang muncul di kedai minum tempatnya mencari nafkah.
Ren Jie tidak tau bahwa dia beruntung pemilik kedai minum tidak memberikan informasinya kepada Manusia Ular. Ia terus bergerak ke arah ujung kota dan tidak lama kemudian, ia pun menemukan kediaman sederhana yang terdapat di pinggiran kota. Dari tempat itulah ia melacak aura seseorang yang cukup kuat, setara dengan aura pemilik kedai minum.
Tanpa bersikap sopan, Ren Jie menggedor pintu kediaman sederhana tersebut.
“Pergilah.. aku tidak akan memasuki tempat berbahaya itu lagi!”
Suara seseorang terdengar dari dalam yang membuat Ren Jie terdiam.
“Apa yang kau butuhkan? Aku akan memberikan beberapa hal yang kau inginkan jika kau memandu ku ke dalam Hutan Tulang Basah untuk mencari sesuatu.” ucap Ren Jie.
Suasana hening dalam waktu hampir satu menit sebelum pria di dalam kediaman itu berbicara, “Jika kau memiliki herbal yang dapat memulihkan Vitalis untuk Dewa Kelas 2 tahap akhir, aku akan membantumu mencari apapun yang ingin kau temukan di dalam sana sampai kau menemukannya.”
__ADS_1
Mendengar itu, sudut bibir Ren Jie melengkung sedikit. Herbal untuk memulihkan Vitalis? Itu bukan sesuatu yang berharga baginya karena ia masih menyimpan sangat banyak Herbal Peri yang ia ambil dari Mata Air Api dan Es.