
Benua Kekacauan, Kota Dewa Kura-kura Hitam
Ren Jie dan Canglan pun berbicara banyak hal dalam waktu setengah jam.
“Tuan muda, aku akan kembali terlebih dahulu. Ketika waktunya tiba, aku akan datang ke Istana Kaisar Surgawi.” ucap Canglan dengan nada serius.
“Baiklah, aku menunggu kedatanganmu.” ucap Ren Jie dengan anggukan. Ia tidak keberatan Canglan berada di sana karena ia juga memikirkan untuk mencaplok Sekte Wayang di bawah Istana Kaisar Surgawi, dan kunci untuk melakukannya adalah Canglan. Jika Canglan bisa menjadi Master Sekte Wayang, maka Sekte Wayang akan otomatis menjadi bagian dari Istana Kaisar Surgawi.
Setelah Canglan berpamitan dan pergi dari ruangan itu, Ren Jie, Yu Mei dan Zhan Ming pun melihat kembali ke arah lelang yang telah dimulai kembali.
Saat ini terlihat Ji Hua’er yang telah mengganti busana dan terlihat semakin menawan yang membuat rasa tidak puas banyak peserta lelang hilang seketika.
Waktu terus berlalu, item yang di lelang terus-menerus ditampilkan dan semuanya dihargai sangat tinggi. Yang paling rendah adalah 30 juta batu roh kelas atas.
Ren Jie sangat yakin bahwa jumlah batu roh yang diterima oleh Paviliun Dewa Kura-kura Hitam pasti mencapai ratusan milyar batu roh kelas atas ketika lelang usai.
Jumlah kekayaan itu pastilah menyaingi kekuatan tingkat satu di Bintang Brahma. Untuk kekuatan tingkat pertama, itu tidak perlu diragukan lagi. Contohnya adalah Kuil Buddha, mereka pasti memiliki kekayaan luar biasa, terutama karena mereka miliki akses dan menguasai salah satu dari 33 Alam Surga.
“Selanjutnya kita akan memasuki item ke 441 yang akan di lelang.” ucap Ji Hua’er dengan senyum lebar diwajahnya seperti biasa.
Tanpa membuang waktu, Ji Hua’er pun mengeluarkan sebuah benda cukup menarik.
“Apa itu?”
“Kenapa itu terasa sangat aneh? Apakah itu sumber daya? Mineral atau apa?”
Semua peserta lelang tampak tertarik karena sudah pasti tidak ada benda sederhana yang dikeluarkan oleh Paviliun Dewa Kura-kura Hitam.
Kali ini, benda yang dikeluarkan adalah sebuah benda yang tampak seperti batu, namun sangat mirip dengan sebuah bunga, berwarna hitam bercampur merah.
“Semua yang ada di sini pasti bertanya-tanya apa sebenarnya benda ini. Menurut penelitian Paviliun Dewa Kura-kura Hitam, benda ini disebut sebagai Bunga Batu Akhirat. Mengandung kekuatan murni dalam bidang konsep Kematian, ini juga merupakan sumber daya luar biasa berbentuk herbal.”
“Dikatakan dalam legenda bahwa siapapun yang mengkonsumsinya akan dapat meningkatkan konsep Kematian mereka ke puncaknya. Diperkirakan bahwa Bunga Batu Akhirat ini telah berusia hampir mencapai 500.000 tahun!” ucap Ji Hua’er.
Penjelasan Ji Hua’er membuat nafas semua peserta lelang memburu karena Paviliun Dewa Kura-kura Hitam ternyata memiliki benda luar biasa seperti itu.
Tetapi, untuk para Samurai dan Biksu, wajah mereka sangat jelek karena mereka sangat membenci kekuatan seperti itu. Untuk Samurai, mereka langsung ingat tentang Orc, untuk para Samurai, mereka langsung ingat tentang Iblis.
“Tidak perlu membuang waktu lagi, Bunga Batu Akhirat akan dilelang dengan harga awal 20.000.000 batu roh kelas atas dan minimal kenaikan adalah 1 batu roh kelas atas. Lelang dimulai!” Teriak Ji Hua’er.
__ADS_1
“50.000.000 batu roh kelas atas!” Master Sekte Gajah langsung menawar dengan penuh semangat.
“60.000.000...!”
“70.000.000...!”
“75.000.000...!”
“80.000.000...!”
“85.000.000...!”
Harga naik dengan sangat cepat. Terutama untuk Sekte Gajah yang menawar dengan gila seperti tidak ada hari esok. Sangat terlihat bahwa mereka tidak mau melepaskan Bunga Batu Akhirat.
“120.000.000 batu roh kelas atas!” Tirai Ruang VIP Diamond nomor 6 pun terbuka lalu memperlihatkan seorang pria dengan wajah gila dipenuhi oleh aura kematian.
“Dia.. dia adalah Dewa Kematian Niu Gong!”
“Dewa kelas 1 tahap awal lainnya!”
Banyak kultivator langsung mengenali sosok di Ruang VIP Diamond nomor 6.
“125.000.000 batu roh kelas atas!” Teriak Master Sekte Gajah dengan wajah marah.
Niu Gong mendengus jijik lalu berteriak penuh semangat ketika menawar kembali.
“130.000.000 batu roh kelas atas!”
“Tuan muda..” Di Ruangan Ren Jie, Canglan memanggil Ren Jie.
“Tawar herbal itu. Jika melebihi 210 juta, lepaskan.” ucap Ren Jie.
Zhan Ming mengangguk kecil lalu langsung menawar.
“150.000.000 batu roh kelas atas!”
Wajah Master Sekte Gajah dan Niu Gong jelek karena mereka tau bahwa Ruang VIP Diamond nomor 10 memiliki banyak batu roh dan bisa menawar dengan sembarangan setelah mereka melihat bagaimana cara tamu ruang VIP Diamond nomor 10 menawar barang sebelumnya.
“Apa yang mereka lakukan? Apakah Istana Kaisar Surgawi ingin memprovokasi keduanya? Apakah tidak cukup untuk memprovokasi Ling Tian?” Tanya Master Sekte Wayang menatap ke arah Canglan.
__ADS_1
Canglan memasang wajah malu dan tidak tau harus menjawab apa. Tetapi ia akan tetap berada di barisan depan jika ketiganya menjadi musuh nantinya.
“160.000.000 batu roh kelas atas!” Teriak Niu Gong sangat marah ketika menawar.
“170.000.000!” Master Sekte Gajah merasa sangat berdarah tetapi tetap menawar.
“200.000.000 batu roh kelas atas!” Zhan Ming langsung menawar dan menghukum mati keduanya.
Master Sekte Gajah dan Niu Gong membeku di tempat. Mereka memang memiliki jumlah batu roh yang banyak, tetapi setiap ruang VIP Diamond pasti akan menahan kekayaan mereka sebisanya untuk membeli item terakhir.
Niu Gong hanya menatap dengan ganas ke arah Ruang VIP Diamond nomor 10 tetapi ia tidak berniat menawar lagi. Ia sudah memutuskan untuk memburu mereka ketika keluar dari Kota Dewa Kura-kura Hitam.
Sementara itu, Master Sekte Gajah menggerakkan giginya dengan kuat. Tetapi, mengingat kembali bahwa ada kesempatan semua biaya yang ia keluarkan akan di ganti, ia dengan paksa menawar kembali walaupun hatinya sudah sangat berdarah.
“205.000.000 batu roh kelas atas!”
“205.000.001 batu roh kelas atas!”
Tanpa di duga, Zhan Ming hanya menaikkan 1 batu roh kelas atas yang membuat semua peserta lelang tidak bisa berkata-kata.
Master Sekte Gajah ingin memuntahkan seteguk darah karena tampaknya lawannya menawar ingin mempermainkannya. Ia saat ini bertanya-tanya apakah mereka ingin dirinya menghabiskan batu roh agar tidak mampu menawar di lelang akhir.
“Kau.. kau... Kau...!” Master Sekte Gajah menunjuk ke arah tirai ruang VIP Diamond nomor 10 dengan jari gemetaran karena sangat marah. Tetapi ia tidak tau harus berkata apa saat ini.
Bahkan Ji Hua’er terdiam. Walaupun syarat untuk menaikkan harga memang 1 batu roh, tetap saja ini pertama kalinya seseorang menggunakan angka aneh itu.
“Amitabha...”
Biksu muda botak menyatukan kedua telapak tangannya dan memasang wajah penuh khidmat.
“Apakah Master Sekte Gajah kekurangan darah sehingga wajahnya pucat dan tangan gemetaran? Sungguh menyedihkan. Pendosa ini berharap Master Sekte Gajah bertobat dan menapaki ajaran Buddha.” ucap Biksu botak muda dengan sudut bibir melengkung tanda bahwa itu adalah ejekan.
“Kau.. Biksu botak sialan! Jangan coba ikut campur!” ucap Master Sekte Gajah dengan wajah hitam.
“Amitabha...”
“Apakah pendosa ini terlihat ikut campur? Tampaknya otak Master Sekte Gajah juga sudah berada di jalur yang sesat sehingga menuduh seseorang secara sembarangan. Pendosa ini hanya bisa berharap Master Sekte Gajah mendalami ajaran Buddha agar tidak tersesat di jalan yang salah.” ucap Biksu muda tersebut dengan senyum penuh ejekan.
Hening...
__ADS_1