Kaisar 33 Surga

Kaisar 33 Surga
Lembah Ilusi


__ADS_3

Benua Kekacauan, Hutan Tulang Basah


Waktu terus berlalu dan tanpa sadar, Dai Huang yang memimpin jalan ke tempat tujuan pun akhirnya sampai di pinggiran Hutan Tulang Basah.


“Dari tempat ini tidak akan memakan waktu satu jam dari tujuan. Namun, aku bertanya sekali lagi, apakah kau yakin ingin masuk ke dalam sana?” Tanya Dai Huang dengan wajah serius.


“Ya, tentu saja. Jika kau tidak ingin ikut ke dalam, kau bisa mengantarkanku sampai ke pinggiran tempat itu.” ucap Ren Jie.


Dai Mubai tanpa sadar melihat ke arah Dai Huang dengan wajah jijik karena ia merasa bahwa orang tua itu pasti takut masuk ke dalam sana.


Dai Huang tentu dapat merasakan bahwa Dai Mubai menatapnya sedikit jijik dan urat-urat tebal seperti kawat baja pun muncul di dahinya. Tetapi ia menahan diri lalu berkata kepada Ren Jie, “Aku sudah berjanji kepadamu bahwa aku akan membantumu. Tentu saja aku akan ikut masuk ke dalam sana.”


Mendengar itu, Ren Jie mengangguk dengan sudut bibir melengkung sedikit karena ia tau bahwa Dai Huang bukan tipe orang yang akan mengingkari janjinya.


“Huh.. aku kira kau akan takut masuk ke dalam sana, orang tua.” ucap Dai Mubai dengan sedikit ejekan dalam kata-katanya.


“Bocah! Tunggu saja setelah semua ini selesai, aku akan memberitahumu apakah aku penakut atau tidak dengan cara mematahkan kedua kakimu!” Batin Dai Huang.


Dai Mubai menatap ke arah Dai Huang yang hanya diam dan entah kenapa ia merasa bahwa tidak lama lagi musibah akan menimpanya.


Tidak sampai satu jam kemudian, Dai Huang yang memimpin jalan diikuti oleh Ren Jie dan Dai Mubai pun tiba di pinggiran lembah yang disebut sebagai Lembah Ilusi.


“Inikah tempatnya?” Gumam Ren Jie saat menatap lembah aneh, tempat itu masih berada di wilayah Hutan Tulang Basah. Tetapi, ketika melihat ke dalam lembah, ia tidak dapat melihat apapun walaupun ia menggunakan Mata Dewa.

__ADS_1


Namun, di seberang tempat yang cukup jauh, terdapat Padang Pasir yang sangat luas tanpa ujung, dan itu adalah Gurun Togre.


“Ya, ini adalah tempatnya. Sedari dulu, hanya beberapa sosok yang bisa keluar masuk ke dalamnya. Dia tidak lain adalah Ratu Medusa, hanya dia yang memiliki kekuatan unik yang mampu menebus ilusi untuk mengetahui jalan masuk yang sebenarnya. Mungkin ini terkait dengan kekuatan yang dia terima di Kuil Permaisuri Surgawi.” ujar Dai Huang lalu melirik ke arah Ren Jie.


Dai Huang sudah menebak-nebak identitas Ren Jie dan ingin tau apakah yang ia pikirkan benar atau tidak dan itu akan terungkap saat ini.


Ren Jie terdiam untuk beberapa saat lalu menutup matanya. Ia mencoba mengerahkan kekuatan spiritualnya sebanyak mungkin untuk melacak apa yang ada di dalam sana.


Semakin lama Ren Jie mencoba melacak, ia mendapatkan kesimpulan bahwa kabut aneh tempat itu memang terkait erat dengan hukum Waktu. Dan ia bisa jelas merasakan bahwa ilusi yang dikatakan itu adalah pembekuan waktu. Itu mempengaruhi seluruh indera siapapun yang masuk ke dalam yang membuatnya jatuh ke dalam ilusi seolah-olah siapapun yang masuk ke dalam sana akan berkelana di tempat yang sangat luas tetapi nyatanya itu hanya berdiam diri di tempat.


“Pembekuan Waktu... Ini membekukan siapapun tetapi merangsang indera siapapun yang masuk ke dalam sehingga mereka tidak merasakan terjatuh ke dalam ilusi. Ini mungkin sama dengan kemampuan membatukan Ratu Medusa yang dirumorkan.” Batin Ren Jie.


Setelah Ren Jie membuka matanya, Dai Huang yang penasaran langsung bertanya, “Bagaimana?”


Ren Jie yakin bahwa pengguna hukum Waktu biasa mungkin tidak akan bisa melewati kabut ilusi tersebut sehingga ia menggunakan kekuatan garis darahnya yang merupakan sumber konsep Waktu miliknya.


“Aura ini...” Dai Huang dan Dai Mubai menyipitkan mata masing-masing karena merasakan aura aneh tetapi tidak tau apa aura itu sebenarnya, mereka tidak bisa menentukan konsep apa yang digunakan oleh Ren Jie saat ini.


“Ayo.” ucap Ren Jie dan langsung melompat ke dalam lembah.


Melihat Ren Jie yang melompat, Dai Huang dan Dai Mubai saling memandang lalu langsung melompat juga ke dalam mengikuti Ren Jie.


Ketiganya terus melesat ke arah dalam, ketika Dai Huang dan Dai Mubai berpikir bahwa mereka akan masuk ke tempat yang sangat dalam, keduanya tercengang karena hanya dalam waktu kurang dari 20 detik, mereka telah tiba di permukaan.

__ADS_1


Ini menandakan bahwa lembah itu sebenarnya tidak dalam, jika dengan kekuatan Dewa Kelas 3 terbang ke arah atas, mereka akan tiba dalam waktu hampir 5 detik.


Krak!


Dai Mubai yang melangkah ke depan, tiba-tiba menginjak sesuatu yang renyah lalu menatap ke arah bawah. Matanya sedikit menyusut karena berkat perlindungan konsep Ren Jie, ia dapat melihat semua hal dalam jarak pandang hampir 2 meter.


“Ini.. tulang belulang manusia? Sangat banyak..” ucap Dai Mubai serius. Ia melangkah ke samping beberapa meter lalu di sana pun masih banyak tulang benulang.


“Jangan terlalu jauh dariku. Mungkin konsep yang aku gunakan tidak akan bisa melindungi kalian berdua.” ucap Ren Jie.


Dai Huang dan Dai Mubai tersadar lalu langsung berjalan perlahan mengikuti Ren Jie.


Untuk Ren Jie, ia terus mencoba memeriksa sejauh mungkin pandangannya bisa melihat. Ia sedikit mengerutkan keningnya karena sejauh mata memandang hanya ada kerangka manusia dan beberapa hewan. Setelah bergerak selama beberapa menit, ia yakin bahwa jumlah Kerangka yang ia lihat telah mencapai angka puluhan ribu.


Ketiak mencapai titik tertentu, tulang-tulang yang ada di sana pun semakin sedikit dan pada akhirnya tidak lagi terlihat tumpukan tulang.


“Reruntuhan Kuno?” ucap Ren Jie saat jarak pandang ia bisa melihat sudah kembali normal. Apa yang ada di sana adalah reruntuhan yang sangat luas, banyak tiang-tiang batu aneh, bangunan yang sudah berumur jutaan tahun.


“Kuil Permaisuri Surgawi!” ucap Dai Huang menatap ke arah kejauhan, sebuah bangunan segi empat panjang yang terlihat hanya berupa tiang-tiang tersusun rapi tanpa atap. Ia pernah melihat catatan tersebut tetapi merasa tidak percaya bahwa itu adalah Kuil Permaisuri Surgawi yang disebut.


Namun, ketika melihat ke semua tempat, wajah Dai Huang dan Dai Mubai sedikit berubah karena sangat banyak patung manusia di banyak tempat. Melihat dari bentuk patung, mereka terlihat semua ketakutan, beberapa kaget, merangkak seperti mencoba melarikan diri dan yang lainnya.


“Ini.. Apakah ini patung manusia? Tunggu dulu, jika tempat ini sulit dimasuki, bagaimana mereka semua masuk jika patung-patung ini adalah patung manusia?” Tanya Dai Mubai.

__ADS_1


Sebelum ada yang berbicara, Ren Jie, Dai Huang dan Dai Mubai merasakan bulu-bulu punggung mereka berdiri ketika suara ular mendesis terdengar.


__ADS_2