
Benua Kekacauan, Kuil Permaisuri Surgawi
Ren Jie merasakan sakit ketika di pukul, ia langsung memahami bahwa tempat itu bukanlah sebuah ilusi. Ia mengerti bahwa untuk menciptakan sesuatu seperti itu menggunakan sisa qi dan konsep yang di tinggalkan dalam waktu yang lama, membutuhkan level kekuatan yang sangat tinggi.
Sampai saat ini, Ren Jie bertanya-tanya level apa yang telah dicapai oleh Ren Yui, begitu juga semua anggota keluarganya.
“Kakak..” Ren Jie bergumam dengan wajah sedikit gelap. Tetapi ia menahan untuk marah karena merasa jika ia protes, mungkin dirinya akan di tindas.
Ren Yui yang menatap Ren Jie memanggilnya seperti itu, mengangguk puas. Ia pun melirik sekilas ke arah Ratu Medusa lalu menatap kembali ke arah Ren Jie.
“Aku tidak menyangka bahwa kau akan datang ke sini. Juga, kau sudah besar sekarang, terakhir kali aku melihatmu, kau masihlah sangat kecil.” ucap Ren Yui dengan wajah nostalgia.
Sementara itu, Ratu Medusa yang mendengar perkataan Ren Yui, hanya bisa menatap ke arah Ren Jie. Ia bertanya-tanya apakah Ren Jie adalah seseorang yang bereinkarnasi atau tidak karena level kekuatan Ren Jie saat ini masih sangat rendah.
“Lalu, kenapa kau meninggalkan sedikit kekuatanmu di sini?” Tanya Ren Jie.
Ren Yui terdiam untuk beberapa saat. Wajahnya tampak sedikit berubah, apa yang ia inginkan adalah Ren Jie bertanya tentang keadaannya atau keluarganya yang lainnya, tetapi hanya bertanya kenapa meninggalkan kekuatannya di sini. Tentu saja ia sangat kesal melihatnya sampai-sampai ia ingin menindas Ren Jie lagi.
Melihat wajah Ren Yui yang berubah-ubah, Ren Jie berkeringat sedikit di punggungnya.
“Hah..” Ren Yui menghela nafas panjang lalu memasang wajah seperti semula. “Kenapa aku meninggalkan kekuatanku di sini, ini untuk menjaga tempat ini agar warisan untuk semua generasi Medusa tidak terputus. Namun, ketika aku merasakan auramu, qi dan konsep milikku yang aku tinggalkan langsung bereaksi, ini sama seperti saat Yu’er datang ke sini dahulu.”
__ADS_1
“Ren Xue-Yu?” Gumam Ren Jie dengan senyum kecil diwajahnya.
“Tampaknya kau telah bertemu dengannya. Level kekuatannya juga telah meningkat drastis. Meksipun ingatan yang aku bawa ketika pergi dari 33 Surga, aku tetap mengenalinya. Namun aku tidak tau di mana dia saat ini, mungkin kami telah bertemu dan mungkin saja tidak karena aku saat ini hanyalah sisa-sisa kehendak yang aku tinggalkan dahulu.” ucap Ren Yui.
“Kakak, Apakah kekuatanmu akan menghilang suatu hari nanti dari tempat ini?” Tanya Ren Jie.
Pertanyaan Ren Jie membuat jantung Ratu Medusa berdetak sangat cepat. Ia tau jika sisa kekuatan leluhurnya hilang, maka generasi Ratu Medusa akan menghilang ketika ia terbunuh.
“Tidak, kecuali ada seseorang dengan level kekuatan melampaui puncak 33 Surga saat ini, hanya mereka yang mampu menghapus kehendak milikku karena aku telah memasang segel di tempat ini agar kekuatanku tidak akan pudar dalam kurun waktu yang sangat lama.” ujar Ren Yui.
“Lalu, kenapa tempat ini disebut sebagai Kuil Permaisuri Surgawi?” Tanya Ren Jie heran karena ia tidak menemukan tanda apa-apa tentang ibunya di sini.
Tatapan bodoh Ren Yui membuat wajah Ren Jie sedikit gelap. Tetapi ia menahan diri saat ini untuk tidak berkomentar karena ia mengetahui bahwa ia hanya akan di tindas jika salah berbicara.
“Baiklah, jangan memasang wajah seperti itu. Tempat ini dinamai dengan Kuil Permaisuri Surgawi karena ibumu meninggalkan warisannya di sini. Semula dia meninggalkan warisannya di sini agar seseorang di 33 Surga mampu menggunakan kekuatannya, tetapi sampai saat ini tidak ada yang berhasil mendapatkannya. Tentu saja keberadaanku di sini untuk menguji mereka apakah mereka layak menerima warisan atau tidak.”
“Namun, karena kau datang, sudah pasti warisan itu akan menjadi milikmu. Tetapi tenang saja, sebagai kakakmu, aku tidak akan menguji dirimu. Apakah menurutmu aku baik? Bukankah begitu?” Ren Yui bertanya dengan bersemangat, dengan senyum cerah diwajahnya menatap ke arah Ren Jie. Ini seperti seseorang yang ingin mendapatkan pujian.
Dan tentu saja alasan Ren Yui bertingkah seperti itu karena ada perasaan khusus bahwa Ren Jie mewarisi banyak kesamaan dari ayah mereka. Walaupun ia hanyalah sisa kehendak, ia tetap ingin merasakan perasaan seperti dulu.
Wajah Ren Jie berkedut sedikit tetapi ia memaksakan senyum dan mengangguk kecil lalu berkata, “Ya, kakak memang sangat baik hati.”
__ADS_1
Ren Yui merasa puas oleh pujian Ren Jie lalu menatap ke arah Ratu Medusa, “Kau adalah generasi Medusa saat ini?”
Ratu Medusa buru-buru memberi hormat lalu berkata, “Ya, nona.”
Setiap Ratu Medusa akan memanggil Ren Yui sebagai nona, ini disebabkan oleh mereka adalah ciptaan Ren Yui, lebih dekat ke arah Kloning dirinya yang tidak sempurna yang memiliki kesadaran sendiri.
“Kau harus paham kenapa kalian Medusa ada, dan tugas yang aku tanamkan di gen kalian sedari dulu jatuh di tanganmu.” ucap Ren Yui.
“Ya, nona..” Ratu Medusa berkata dengan nada serius, itu tidak seperti citranya yang dingin dan acuh tak acuh seperti sebelumnya.
“Tugas?” Ren Jie bingung dengan tugas yang dimaksud oleh Ren Yui.
Ren Yui mengangguk kecil lalu menatap ke arah Ren Jie, “Ya, tugas ini adalah untuk membantumu. Ayah dan juga ibumu menggunakan konsep tertinggi, melampaui ruang dan waktu untuk meramal nasib 33 Surga. Walaupun sangat samar, terdapat tiga perang besar yang terjadi di masa depan sebelum kami semua pergi dan meninggalkan banyak warisan di 33 Surga.”
“Perang pertama adalah perang antara para penguasa yang akhirnya dimenangkan oleh Dewa Sage. Lalu perang kedua adalah perang besar antara Kaisar Manusia Kedua dan Dewa Sage, perang kedua menghancurkan 33 Surga yang diciptakan oleh ayah, lalu dipulihkan oleh Ren Xue-Yu.”
“Dan untuk perang ketiga, ini adalah perang yang tidak kami ketahui. Sejak awal, ayah hanya melihat pecahan perang, tidak mengetahui kejadian spesifik karena itu terjadi di masa depan yang sangat jauh. Oleh karena itu, aku telah membuat eksistensi dari darah dan dagingku sendiri, mencampurnya dengan gen manusia, aku dibantu oleh Dewa Kabut Darah melakukan hal itu lalu terciptalah Medusa.”
“Medusa Generasi Pertama adalah Leluhur asli dari semua Manusia Ular walaupun mereka selalu menganggap diriku sebagai Leluhur mereka. Ini memang tidak salah dan aku juga tidak menyangkalnya. Dan tujuan aku menciptakan Medusa, agar kelak mereka membantu kalian yang tinggal di 33 Surga ketika perang terjadi!” ucap Ren Yui dengan wajah serius.
Dan perkataan Ren Yui membuat wajah Ren Jie berubah, ia yakin bahwa perang kali ini tidak sesederhana kelihatannya karena sebelumnya banyak sosok yang ia duga adalah Ras Jiwa yang dibatukan di tempat tersebut.
__ADS_1