
Benua Kekacauan, Hutan Tulang Basah
Di tempat Ren Jie berkultivasi, beberapa konsep tampak memenuhi tempat tersebut. Tetapi itu sedikit condong ke arah konsep Ruang.
Inti binatang roh yang digunakan oleh Ren Jie untuk berkultivasi tampak hendak kehilangan aura yang ada di dalamnya. Selain dari itu, banyak batu roh yang telah berubah menjadi debu setelah diserap oleh Ren Jie.
Bom!
Ledakan kecil teredam terdengar di tempat tersebut, dan disaat itu juga, konsep Ruang meletus ke segala arah, menyebabkan badai Spasial kecil dan retakan ruang.
Untuk Ren Jie, ia juga mendengar suara renyah di dalam tubuhnya, tanda bahwa ia telah menembus ke tahap selanjutnya, yaitu Dewa Kelas 3 tahap akhir.
Semua konsep Ruang yang semula diledakkan oleh Ren Jie pun di tarik kembali ke dalam tubuhnya. Dan disaat itu juga, ia perlahan membuka matanya dan memasang senyum kecil.
“Dewa Kelas 3 tahap akhir. Tidak akan lama lagi aku menembus ke Dewa Kelas 2.” Gumam Ren Jie saat ia mengepalkan tangannya dengan kuat. Ruang tampak hendak diremukkan oleh genggaman tangannya. Ia menyadari bahwa tidak akan lama lagi, ia akan mencapai level konsep Ruang tingkat ketiga.
Dan untuk konsep Waktu, ia menunggu waktu tertentu untuk menaikkan levelnya dan Ren Jie sudah memikirkan di mana tempat yang cocok untuk meningkatkan konsep Waktu ke tingkat ketiga.
Diluar tempat Ren Jie berkultivasi, Dai Huang merasakan terobosan tersebut. Matanya sedikit menyipit karena ia tentu langsung dapat merasakan semua konsep yang diolah oleh Ren Jie.
“Sulit dipercaya bahwa akan ada seseorang yang mengolah konsep Ruang dan Waktu serta konsep Kehancuran secara bersamaan. Pemuda bernama Ren Jie ini memang seseorang yang mungkin muncul dalam waktu 1 juta tahun sekali.” Batin Dai Huang.
Ketika melihat Ren Jie yang keluar dari tempat berkultivasi, Dai Huang juga langsung bertanya, “Apakah kita langsung pergi ke Reruntuhan Klan Dai, atau kau ingin menyetabilkan kultivasimu lebih dulu?”
“Kita akan langsung pergi. Tentang fondasi tubuhku, tidak ada masalah sama sekali. Kita tidak bisa membuang waktu di tempat ini.” Balas Ren Jie.
Mendengar itu, Dai Huang mengangguk kecil lalu berkata, “Ayo pergi.”
__ADS_1
Ren Jie mengangguk kecil dan keduanya pun langsung bergegas ke arah Reruntuhan Klan Dai.
**
Sementara itu, di suatu tempat di Hutan Tulang Basah, terlihat beberapa sosok yang menyelinap masuk ke dalam. Mereka semua adalah Manusia Ular yang di pimpin oleh beberapa Dewa Kelas 2 tahap awal.
“Apakah para Tetua tidak akan menghukum kita memasuki area ini? Tempat ini memang tidak seperti bagian Hutan Tulang Basah lainnya, tidak mengandung qi dan konsep yang melukai kita. Tapi, tempat ini dilarang untuk dimasuki!” ucap salah satu Manusia Ular Dewa Kelas 2 tahap awal.
“Ini adalah perintah dari Tetua Hang Mo, apa kau tidak ingin menerima hadiah dari Tetua Hang Mo? Jika tidak, pergilah!” Manusia Ular Dewa Kelas 2 tahap awal lainnya pun berbicara dengan nada dingin.
Untuk tiga Manusia Ular tingkat Dewa Kelas 2 lainnya hanya bisa diam, sementara Manusia Ular Dewa Kelas 3 tidak berani berbicara saat kedua elit Klan Manusia Ular berdiskusi.
“Aku ingin menerima hadiah yang dijanjikan oleh Tetua Hang Mo karena itu tidak akan bisa di tolak oleh Manusia Ular manapun. Tetapi...” Sebelum Manusia Ular itu selesai bicara, Manusia Ular sebelumnya pun memotongnya.
“Tidak akan terjadi apa-apa. Kita hanya perlu memburu manusia bernama Dai Mubai itu! Dia pasti akan pergi ke Reruntuhan Klan Dai!”
Semua Manusia Ular yang ada di sana langsung terdiam karena memang benar bahwa hadiah untuk melakukan pekerjaan kecil kali ini sungguh luar biasa.
Oleh karena itupun, mereka semua sepakat lalu langsung bergerak ke arah Reruntuhan Klan Dai berada.
**
Ren Jie dan Dai Huang tidak tau bahwa para Manusia Ular juga bergerak menuju Reruntuhan Klan Dai. Keduanya terus bergerak dengan kecepatan tinggi, di bawah pimpinan Dai Huang, mereka cukup mudah melewati para binatang roh kuat di level Dewa Kelas 2.
Ren Jie harus mengakui bahwa Hutan Tulang Basah memang tempat yang sangat berbahaya karena banyak binatang roh di level Dewa Kelas 2. Mungkin hanya beberapa tempat seperti itu ada di Bintang Brahma.
Setelah bergerak selama beberapa hari, Dai Huang yang dulunya tinggal di dalam Hutan Tulang Basah pun menatap ke arah kejauhan sambil terus bergerak.
__ADS_1
“Ren Jie, tidak lama lagi kita akan tiba!” ucap Dai Huang.
Ren Jie menatap ke arah pepohonan yang tampak semakin pendek dan banyak bekas bangunan yang sudah menjadi reruntuhan.
“Tekanan di tempat ini memang sangat mengerikan. Aku bertanya-tanya, bagaimana Klan Dai bisa bertahan di tempat ini, terutama untuk anggota muda Klan Dai di masa lalu.” ucap Ren Jie.
“Ada alat tertentu di Klan Dai yang membuat tekanan gravitasi kembali menjadi normal sehingga layak untuk di tinggali. Jika tidak, dengan tekanan seperti ini, sudah pasti setiap anggota Klan Dai akan langsung tewas.” ucap Dai Huang.
Ren Jie sedikit terkejut karena adanya teknologi seperti itu di Klan Dai.
“Lalu, kenapa Klan Dai tinggal di Kekaisaran Luo? Apakah itu tempat yang ditinggali oleh Klan lainnya?” Tanya Ren Jie penasaran. Setiap Kekaisaran akan dikuasi oleh Klan tertentu dan Kekaisaran mereka akan dinamai sama dengan nama Klan tersebut.
“Tidak, hanya Klan Dai yang tinggal di Kekaisaran Luo. Alasan disebut Kekaisaran Luo, itu dikarenakan Patriak pertama Klan Dai bernama Dai Luo.” ujar Dai Huang.
Mendengar itu, Ren Jie terdiam karena nama Kekaisaran dinamai sama dengan pendiri Kekaisaran tersebut.
Sebelum ada yang berbicara lagi, Ren Jie dan Dai Huang menyipitkan mata masing-masing saat menatap ledakan di tempat yang jauh.
“Ada yang bertempur!” ucap Ren Jie dengan wajah serius dan tidak menyangka bahwa akan ada orang lain yang datang ke Reruntuhan Klan Dai. Dan ia dapat merasakan bahwa banyak diantara mereka yang mencapai level Dewa Kelas 2 tahap awal.
Sedangkan untuk Dai Huang, wajahnya tampak sangat dingin saat ini karena seseorang berani memasuki Reruntuhan Klan Dai.
Wusssh!
Dai Huang meningkatkan kecepatannya yang membuat Ren Jie langsung tertinggal. Tentu saja kekuatan Dewa Kelas 2 tahap menengah bukan lelucon, tidak mungkin bagi Ren Jie untuk menyainginya untuk saat ini.
Ren Jie mungkin tidak terkalahkan di tingkat Dewa Kelas 3, tetapi walaupun begitu, ia akan tetap kesulitan melawan para eksistensi Dewa Kelas 2 tahap awal apa lagi dalam kategori cukup kuat.
__ADS_1