
Benua Kekacauan, Kuil Permaisuri Surgawi
Aura yang menyelimuti Ratu Medusa generasi saat ini terus meresap ke dalam tubuhnya. Disaat itu juga, auranya meningkat sangat tajam.
Semula, jika orang lain mencoba melacak kekuatan Ratu Medusa generasi saat ini, mereka mungkin tidak akan percaya karena kekuatan yang dimiliki Ratu Medusa sebelum menerima warisan dari pendahulunya, hanya memiliki kekuatan di level Dewa Kelas 3 tahap awal.
Kini, aura yang dimilki oleh Ratu Medusa terus naik dan telah mencapai Dewa Kelas 2 tahap akhir, mendekati Dewa Kelas 1.
Dan seperti inilah cara Klan Manusia Ular tidak pernah menurun dan selalu kuat bahkan ketika pertama kali Klan Manusia Ular didirikan, mereka tidak pernah menurun dalam hal kelautan tempur.
Tetapi, Ratu Medusa setiap generasi hanya bisa mencapai level Dewa Kelas 1 tahap menengah, namun mereka tetap dapat melawan Dewa Kelas 1 tahap akhir dalam waktu yang cukup lama. Ini membuktikan bahwa kekuatan Ratu Medusa sangat kuat dan pada akhirnya, mereka dibatasi dan hanya bisa mencapai level Dewa Kelas 1 tahap menengah.
Drrrrtttt!
Kuil Permaisuri Surgawi bergetar keras saat kekuatan Ratu Medusa akhirnya mencapai ambang Dewa Kelas 1.
Di pinggiran kuil tersebut, Ren Jie dan Dai Mubai yang sedang bertempur melawan enam Manusia Ular pun memasang wajah terkejut saat merasakan aura tersebut.
“Aura ini.. Dewa Kelas 1?” Batin Ren Jie dengan wajah yang cukup muram. Tetapi ketika ia memikirkan kembali tentang hubungan Manusia Ular dan ibunya, ia mencoba untuk menenangkan diri.
Ren Jie yakin bahwa aura Dewa Kelas 1 di dalam Kuil Permaisuri Surgawi pastilah aura Ratu Medusa, dan sekeras apapun ia mencoba melarikan diri, itu tidak mungkin di hadapan Ratu Medusa yang terkenal sangat mengerikan di Benua Kekacauan, hanya segelintir orang yang mau berurusan dengannya.
“Tampaknya Ratu hampir selesai menerima warisan, jangan biarkan Ratu melihat para manusia rendahan ini! Bereskan mereka secepat mungkin!” Perintah Wanita Manusia Ular dengan nada dingin karena ia tidak ingin Ratu Medusa melihat adanya kekacauan ketika pertama kali Ratu Medusa mencapai level yang sama dengan pendahulunya.
“Baik!” Kelima Manusia Ular pun memasang wajah serius dan langsung mengeluarkan semua kekuatan mereka masing-masing untuk menghancurkan Ren Jie dan Dai Mubai.
“Kalian ingin membereskanku?” Ren Jie sedikit mendengus lalu tubuhnya perlahan membesar, memasuki bentuk Naga Hitam Kehancuran.
Keenam Manusia Ular yang berniat menghabisi Ren Jie, tiba-tiba terhenti di tempat ketika menatap Ren Jie dalam bentuk Naga Hitam Kehancuran.
“Ini.. seekor Naga? Bagaimana bisa?” Wanita Manusia Ular yang bernama Yin Zhuyu bertanya dengan nada terkejut.
__ADS_1
Bahkan kelima Manusia Ular lainnya merasakan penindasan yang sangat kuat dari Ren Jie, ini adalah kekuatan yang hanya dimiliki oleh binatang buas tertinggi di jajaran semua binatang roh.
Untuk Manusia Ular, mereka adalah hibrida dari binatang roh dan manusia, di dalam nadi mereka terdapat garis darah binatang roh sehingga mereka tentu saja dapat merasakan tingkatan garis darah Ren Jie yang memasuki bentuk Naga Hitam Kehancuran.
“Jangan takut! Walaupun naga ini sangat kuat, dia masih berada di level Dewa Kelas 3 tahap akhir! Kita tidak mungkin kalah melawannya!” ucap Yin Zhuyu dengan nada dingin.
Kelima Manusia Ular lainnya langsung mengangguk, mereka sempat melupakan fakta penting bahwa Ren Jie hanya berada di tingkat Dewa Kelas 3 tahap akhir.
“Khaaaaa....” Ren Jie meraung keras dan semua tempat tampak hendak diuapkan ke ketiadaan setelah konsep Kehancuran tingkat ketiga meletus ke segala arah.
Dai Mubai juga memasang wajah serius saat melihat Ren Jie melepaskan konsep Kehancuran yang sangat ganas. Tetapi kekuatan itu terlihat menghindarinya tanda bahwa Ren Jie sangat ahli mengendalikan kekuatannya.
Yin Zhuyu dan kelima Manusia Ular memasang ekspresi gelap karena ketika Ren Jie hanya melepaskan konsep Kehancuran, itu langsung mencoba menghapus semua yang ada di sana.
Di Kuil Permaisuri Surgawi, Ratu Medusa yang baru saja menembus Dewa Kelas 1 tahap awal, membuka matanya. Pupil mata vertikal miliknya tampak sangat dingin.
“Kekuatan ini...”
Zhep!
Ratu Medusa muncul di langit dengan sayap qi di punggungnya, menatap dengan takjub ke arah Ren Jie dalam bentuk Naga Hitam Kehancuran.
“Naga Hitam Kehancuran.. tidak salah lagi! Siapa dia?” Gumam Ratu Medusa lalu menatap ke arah keenam bawahannya yang langsung di tekan oleh konsep Kehancuran.
Ratu Medusa mengangkat lengannya lalu mengarahkannya ke Ren Jie, ia tentu tidak ingin bawahan yang ia pilih dengan cermat tewas di tempat itu begitu saja.
“Seni Rahasia, Pembekuan Waktu!”
Deg!
Konsep Kehancuran yang dilepaskan oleh Ren Jie langsung berubah menjadi butiran batu yang sangat kecil karena diubah oleh Ratu Medusa dalam sekejap.
__ADS_1
Ren Jie yang melepaskan konsep Kehancuran dengan gila, langsung membeku di tempat, matanya menatap tajam ke arah langit. Ia merasa di tatap oleh predator mengerikan yang dapat membunuhnya dalam waktu satu detik.
“Hentikan sampai di sini!”
Suara Ratu Medusa terdengar di semua tempat yang membuat Ren Jie dan Dai Mubai tampak kehilangan perlawanan untuk sesaat.
Ren Jie langsung keluar dari bentuk Naga Hitam Kehancuran, menatap ke arah langit dengan mata tajam.
Keenam Manusia Ular yang di pimpin oleh Yin Zhuyu tampak sedikit lega dan mereka pun bersemangat karena Ratu Medusa datang untuk membantu mereka.
Ratu Medusa yang berada di langit, menghilang kembali dan muncul di depan keenam bawahannya.
“Ratu...” Keenamnya langsung membungkuk dan sedikit gugup karena mereka tidak berhasil membereskan musuh yang datang ke tempat Ratu mereka menerima warisan.
Ratu Medusa melambaikan lengannya yang sangat putih dengan anggun yang membuat keenamnya paham dan langsung mudur sedikit.
“Ren Jie.. apakah kita bisa pergi dari tempat ini dengan aman? Manusia Ular ini sangat kuat!” ucap Dai Mubai dengan wajah gelap. Ia baru saja lolos dari cengkraman Manusia Ular dan kini bertemu Manusia Ular yang memiliki kekuatan diluar nalar. Hanya berdiri di jarak hampir 20 meter, ia merasa jatuh ke jurang Keputusasaan.
Ren Jie tidak membalas dan menatap ke arah Ratu Medusa.
“Siapa kau? Kenapa kau memiliki kekuatan itu di dalam tubuhmu? Aku akan memberikan kesempatan untukmu menjelaskan. Jika penjelasanmu tidak masuk akal, maka bersiaplah untuk mati karena kau mencoba mengusik tempat ini!” ucap Ratu Medusa dingin saat ia perlahan mendekat dengan postur bangga, keanggunan seorang Ratu terlihat jelas di posturnya tersebut.
“Kenapa? Karena aku dilahirkan dengan kekuatan ini. Kau harus mengetahui siapa pemilik tempat ini dan kau harus mengerti mengapa aku muncul di sini!” ucap Ren Jie saat ia mengaktifkan garis darah Kaisar Surgawi.
Dung!
Saat aura Ren Jie meletus, sosok yang pernah muncul ketika pertama kali Ren Jie mengaktifkan garis darah miliknya pun terlihat kembali.
Ratu Medusa yang mendekat langsung terhenti saat menatap ke arah sosok tersebut dengan mata melebar, terutama ke arah lambang unik yang ada di punggung sosok wanita tersebut.
“Permaisuri Surgawi!”
__ADS_1