Kaisar 33 Surga

Kaisar 33 Surga
Melawan Hang Mo


__ADS_3

Benua Kekacauan


Ren Jie mantap ke arah Dai Huang yang melawan Hang Gong dan Dai Mubai yang menahan Hang Ci. Lalu tatapannya kembali tertuju pada Hang Mo yang berada di hadapannya.


“Apakah kau yang membunuh putraku?” Tanya Hang Mo dingin.


“Putramu? Aku hanya pernah membunuh satu Manusia Ular sombong. Mungkin dia benar-benar putramu?” Tanya Ren Jie dengan senyum kecil diwajahnya.


Pernyataan Ren Jie menyulut amarahnya. Setiap Manusia Ular akan sangat menghargai keturunannya. Ini dikarenakan kesulitan Manusia Ular berkembang biak, dan untuk memiliki dua anak, itu sudah sangat luar biasa.


Apa lagi untuk Manusia Ular yang telah mencapai Dewa Kelas 2 ke atas, untuk menghasilkan satu keturunan pun, mereka harus berusaha sangat keras untuk mendapatkannya. Namun, ini juga dikarenakan potensi para Manusia Ular paling rendah adalah mencapai Dewa Kelas 3.


Sudah pasti makhluk dengan gen luar biasa seperti itu akan kesulitan untuk memiliki keturunan sehingga para Manusia Ular sangat menghargai keturunannya sendiri.


“Aku akan membunuhmu!” Teriak Hang Mo saat kekuatannya meledak dahsyat, itu langsung mempengaruhi semua tempat yang ada.


Alis Ren Jie sedikit naik lalu menggelengkan kepalanya karena hanya dengan level seperti itu, ia tidak akan kesulitan untuk melawan Hang Mo. Tetapi ia tau bahwa dirinya tidak bisa bermain-main untuk saat karena tempat itu sangat dekat dengan Klan Manusia Ular. Walaupun ia telah mencapai Dewa Kelas 2 tahap awal dan mampu mengalahkan Dewa Kelas 2 tahap menengah yang kuat sekalipun, ia tidak akan bisa lolos dari pengepungan para Manusia Ular terutama yang sekuat Hang Gong.


“Kutukan Energi, Qi Penghancur!”


Hang Mo langsung menyerang dari tempat, bola berwarna merah yang sangat besar tercipta di depannya dan langsung melesat ke arah Ren Jie.


“Hancurkan!” Gumam Ren Jie saat ia mengarahkan telapak tangannya ke depan dan konsep Kehancuran tingkat ketiga muncul, langsung melahap bola energi kuat yang mencoba menabraknya.


Wusssh!


Serangan Hang Mo langsung dihancurkan begitu saja yang membuatnya terkejut. Ia langsung menebak bahwa Ren Jie adalah pengguna konsep Kehancuran Kuno dan itu juga telah mencapai konsep tingkat ketiga.


“Kau memang orang tua dari Manusia Ular bernama Hang Song itu. Kekuatan yang kalian gunakan sangatlah sama.” ucap Ren Jie saat menurunkan tangan kanannya.


Amarah Hang Mo semakin mendidih. Di Keluarga Hang, hanya dirinya dan putranya yang memiliki kekuatan unik tersebut tetapi sangat sulit dikembangkan. Memiliki potensi pertumbuhan luar biasa tetapi untuk meningkatkan kekuatan, itu lebih sulit dari pada melangkah ke surga.


“Bajingan!” Teriak Hang Mo saat ia melesat ketika sayap qi di punggungnya berubah menjadi warna merah tanda bahwa ia memasuki mode pertempuran.


Bussssh!


Di punggung Hang Mo, terlihat sebuah senjata muncul, dan itu langsung meningkatkan kecepatannya ke level yang lebih tinggi. Ini adalah alat yang ia temukan, berguna untuk meningkatkan kecepatannya. Dengan semua peralatan yang ia miliki, kekuatannya meningkat ke puncak Dewa Kelas 2 tahap menengah.


“Tampaknya kau cukup layak!” ucap Ren Yuu saat ia mengeluarkan Pedang Attilea.


“Waktu Kilat!”


Zhep!

__ADS_1


Ren Jie muncul dalam sekejap di depan Hang Mo. Kecepatan keduanya kini setara ketika Ren Jie menggunakan konsep Waktu.


Trang!


Bussssh!


Pedang aneh di tangan Hang Song bertabrakan dengan pedang Ren Jie dan itu mengakibatkan gelombang kejut luar biasa.


“Pedang Cahaya!”


Ucap Hang Mo dingin dan disaat itu juga, pedang miliknya bersinar lalu konsep Cahaya meletus, itu berubah menjadi banyak duri-duri cahaya yang keluar dari pedangnya.


“Teleportasi!”


“Waktu Kilat!”


Zhep!


Ren Jie sama sekali tidak panik walaupun jaraknya sangat dekat. Dengan konsep Waktu, ia yakin dapat menghindari serangan berkecepatan tinggi yang sangat dekat dengannya.


Ketika Ren Jie muncul di belakang Hang Mo, ia langsung mengayunkan pedangnya sekuat tenaga dari belakang ke depan.


“Seni Rahasia, Penghancuran Ilahi!”


Sraing!


“Perisai Mutlak!”


Senjata yang berada di punggungnya langsung mengubah bentuknya ketika Hang Mo menyalurkan qi dan konsep miliknya.


Layaknya sebuah cermin cekung, perisai energi dan konsep muncul melindungi Hang Mo.


Blar!


Petir hitam berhamburan ke segala arah, perisai milik Hang Mo memiliki banyak retakan saat menerima serangan itu dan ia pun langsung terpental ke tempat yang cukup jauh.


Menatap hal itu, Ren Jie mengangkat pedangnya sedikit ke atas lalu mengayunkannya sekuat tenaga. Ia sedikit terkejut dengan senjata yang digunakan oleh Hang Mo dan berniat mengujinya agar bisa mengambil celah untuk menyerang dengan seluruh kekuatannya untuk memberikan pukulan telak sehingga dapat membunuh Hang Mo dalam satu serangan.


“Seni Rahasia, Teleportasi Bilah Kekacauan!”


Sraing!


Ketika Ren Jie mengayunkan pedangnya, bilah tak terhitung jumlahnya muncul mengelilingi Hang Mo dan langsung menyerang.

__ADS_1


Wajah Hang Mo sangat muram karena tidak menyangka bahwa Ren Jie akan sekuat itu.


Tanpa punya pilihan lain, Hang Mo hanya bisa menguras hartanya. Ia mengeluarkan sebuah benda ketika ia menyetabilkan tubuhnya. Ia pun langsung meremas benda aneh tersebut di tempat.


Blar!


Pilar energi mengerikan meletus ke arah langit, di dalam pilar energi tersebut, terdapat banyak konsep yang digabungkan menjadi satu.


Badai dahsyat tersebut langsung mendorong Ren Jie mundur. Konsep yang menyebar ke segala arah tampak mencoba menyerang tubuhnya seperti sebuah virus.


Ren Jie sedikit terkejut lalu menggunakan konsep Kehancuran di seluruh tubuhnya lalu menghancurkan semua konsep yang tampak seperti virus tersebut.


“Pergerakan Spasial!”


Zhep!


Hang Mo muncul dalam sekejap di belakang Ren Jie. Ia menggunakan item unik lainnya yang memiliki basis konsep Ruang yang dapat digunakan dalam pertempuran. Ia pun langsung menyerang menggunakan senjata rahasia lainnya.


“Tombak Kilat!


Bussssh!


“Waktu Kilat!”


“Busur Waktu - Masa Depan!”


Ren Jie dapat merasakan Hang Mo di belakangnya sehingga ia langsung berpindah.


Tombak yang tercipta melalui konsep Guntur pun langsung melesat lalu menabrak tempat yang sangat jauh karena tidak mengenai Ren Jie.


Blar!


Percikan petir meletus ke segala arah saat serangan Hang Mo menghancurkan wilayah yang cukup luas.


Ren Jie yang muncul di jarak tertentu, tau bahwa Hang Mo sedikit sulit dihadapi karena Senjata senjata tersembunyi miliknya.


“Jika begitu, aku ingin melihat apakah kau masih bisa melawan.” ucap Ren Jie saat Pedang Attilea bergetar keras di tangannya. Ia pun mengangkat pedangnya ke arah langit lalu konsep Ruang dan Waktu meletus.


“Domain Ruang dan Waktu!”


Deg!


Ren Jie dapat merasakan persediaan konsep miliknya berkurang dengan sangat cepat, mencapai titik kritis kehabisan konsep.

__ADS_1


Namun, jika siapapun melihat Domain yang dilepaskan oleh Ren Jie, mereka akan langsung tau bahwa Domain tersebut hampir tak terkalahkan jika seseorang tidak memiliki konsep tingkat ketiga untuk menangkalnya atau memiliki konsep Ruang dan Waktu yang sama dengan Ren Jie.


__ADS_2