
Benua Kekacauan
“Baik, aku akan memberikanmu herbal untuk memulihkan vitalis.” Ren Jie langsung setuju dengan permintaan pria di dalam sana.
Setelah kata-kata itu jatuh, pintu itupun terbuka dan terlihat sosok pria berantakan dengan aura yang tampak melemah.
Ren Jie sedikit terkejut karena ia sebelumnya tidak memeriksa dengan Mata Dewa kondisi pria di dalam kediaman sederhana tersebut. Ia langsung paham mengapa pria tersebut meminta herbal pemulih Vitalis karena tubuh pria tersebut diambang kehancuran karena kehilangan vitalisnya.
Meksipun kekuatannya tidak menurun dalam hal kultivasi, tetap saja dia tidak akan hidup lebih lama lagi jika vitalisnya yang hilang tidak kembalikan.
“Apakah yang kau katakan benar?” Tanya pria berantakan tersebut dengan nada tajam. Ia menatap Ren Jie seolah-olah ingin melihat melalui Ren Jie apakah ia hendak di tipu atau tidak.
“Tentu saja benar. Tetapi, sebelum aku memberikan apa yang kau inginkan, setidaknya kita membuat kontrak agar kau memang akan membantuku menemukan sesuatu di Hutan Tulang Basah dengan segenap kekuatanmu.” ucap Ren Jie dengan senyum kecil diwajahnya.
“Baik, ayo kita melakukan kontrak darah. Jika kau benar memiliki herbal seperti itu, maka aku tidak keberatan memasuki pusat Hutan Tulang Basah sekalipun walaupun nyawaku taruhannya. Ini merupakan kesempatan bagiku untuk bisa hidup kembali.” ucap pria bermatakan tersebut tanpa ragu sama sekali. Ia langsung berpikir bahwa jika ada herbal seperti itu digantikan dengan bahaya di Hutan Tulang Basah, maka ia lebih memilih mencoba karena ketika keluar dari Hutan Tulang Basah, ia akan mulai menjalani kehidupan baru.
Ren Jie sedikit terkejut dengan sikap pria berantakan di depannya. Tetapi ia paling menyukai seseorang yang langsung berterus terang, bukan seseorang yang mencoba melakukan sesuatu di belakang ketika di depan dia tampak sangat baik dan dapat diandalkan.
Tanpa Ren Jie bergerak, pria berantakan tersebut pun langsung menggigit ibu jarinya lalu menulis sesuatu di udara kosong.
Ren Jie dengan bijak mundur beberapa langkah agar tidak menghalangi pria berantakan tersebut membuat kontrak menggunakan darah.
__ADS_1
Ketika pria berantakan tersebut selesai menulis syarat kontrak darah, ia pun menatap ke arah Ren Jie dan berkata, “Bacalah kontrak ini dan lihatlah apakah ketulusanku cukup atau tidak. Tetapi, jika kau menandatangi kontrak dengan darahmu, kau pasti akan tewas tidak memberikan apa yang aku butuhkan.”
“Tidak masalah.” Ren Jie mengangguk kecil lalu membaca keseluruhan kontrak dengan seksama apakah ada trik kecil atau tidak. Dengan Mata Dewa, ia pasti akan langsung menemukan celah yang membuatnya mengalami kerugian.
Setelah membaca kontrak dengan seksama, Ren Jie tau bahwa tidak ada yang salah dengan kontak. Ia pun langsung mengeluarkan setetes darah miliknya lalu menggabungkannya dengan kontrak darah.
Melihat Ren Jie menggunakan darahnya untuk menyetujui kontrak, pria berantakan tersebut sangat bersemangat. Ia sudah menunggu saat saat seperti ini sedari dulu sehingga ia terus mencari sesuatu yang dpat membantunya di dalam Hutan Tulang Basah.
Dung!
Kontrak darah menyala lalu menghilang sepenuhnya.
“Ini yang aku janjikan kepadamu. Ketika kau selesai menggunakan Herbal Peri ini, datang kepadaku di luar kota ini. Kau pasti dapat melacakku dengan kekuatanmu ketika kau pulih.” ucap Ren Jie saat melambaikan tangannya dan sebuah kotak persegi panjang seukuran lengan tangan muncul lalu terjatuh di kedua tangan pria berantakan tersebut.
Pria berantakan tersebut melihat ke semua tempat bahwa tidak ada yang memperhatikan perdagangan keduanya. Ia buru-buru menutup pintu lalu memasuki ruang bawah tanah, tempat ia berkultivasi.
Ketika pria berantakan itu membuka kotak dengan hati-hati, jantungnya berdetak sangat cepat melihat herbal di dalamnya. Ia pun mengeluarkan sebuah buku, dan itu adalah buku tentang herbal yang mencatat semua tentang herbal peri.
Setelah mencari untuk beberapa menit, wajah pria berantakan itu sangat bahagia. “Herbal memang herbal peri! Bahkan kualitasnya sangat tinggi, mungkin dengan herbal ini, selain dari pemulihan secara keseluruhan, kekuatanku akan meningkat setelah akumulasi qi yang aku serap selama ini!”
“Aku, Dai Huang berjanji akan membantumu menemukan apapun yang kau inginkan di dalam Hutan Tulang Basah walaupun nyawaku adalah taruhannya atas nama Klan Dai!” ucap Dai Huang dengan kilatan tekat dimatanya. Ia telah menderita penyakit garis darah Klan Dai karena terlalu berlebihan menggunakan kemampuan garis darah. Hanya herbal-herbal peri yang dapat membantunya menyembuhkan vitalisnya.
__ADS_1
Tanpa membuang waktu, Dai Huang langsung mengikuti instruksi untuk menggunakan herbal tersebut dan mulia proses penyembuhan.
**
Sementara itu, Ren Jie yang berada di pinggiran kota, berdiam diri di atas pohon tertentu, ia mencoba memahami konsep Ruang dan Waktu yang berada di batu giok konsep yang diberikan oleh Ji Hua’er.
Setelah mencoba dalam waktu beberapa hari, Ren Jie kembali membuka matanya dan menggelengkan kepalanya dan tau bahwa ia setidaknya membutuhkan waktu satu tahun agar mencapai konsep tingkat ketiga Ruang dan Waktu.
“Hm? Aura ini?” Ren Jie menaikkan sedikit alisnya saat menatap ke arah kota bahwa ada aura yang meletus, ini lebih mirip dengan terobosan.
“Dewa Kelas 2 tahap menengah? Siapa gerangan? Apakah itu pria berantakan sebelumnya? Jika ya, maka lebih baik seperti itu karena keamananku akan lebih terjamin.” Batin Ren Jie. Ia telah membaca buku yang ia beli, informasi tentang Hutan Tulang Basah.
Hutan Tulang Basah adalah tempat khusus di Benua Kekacauan yang udara di dalamnya menanggung konsep aneh yang dapat membunuh para eksistensi Dewa Kelas 1 secara instan tanpa diketahui penyebabnya.
Selain dari itu, di dalam sana terdapat sangat banyak binatang roh mengerikan di level Dewa Kelas 2 tahap awal. Tetapi hanya banyak hal-hal aneh yang berada di pinggiran Hutan Tulang Basah yang dicatat di buku tersebut. Ini persis seperti yang dikatakan oleh pemilik kedai minum bahwa informasi tentang Hutan Tulang Basah sangatlah minim.
Kebetulan bahwa Ren Jie bertemu dengan Dai Huang, seseorang yang cukup familiar dengan Hutan Tulang Basah.
Di kedai minum tempat penjualan informasi, pemilik kedai minum menaikkan alisnya ketika menatap ke arah tertentu yaitu arah tempat Dai Huang tinggal.
“Tampaknya kau telah menemukan apa yang kau cari, Dai Huang. Mungkin dengan begitu, kau bisa menemukan siapa yang menghancurkan Kekaisaran Luo, tempat Klan Dai berkuasa yang dulunya berada di Hutan Tulang Basah.” Batin pemilik kedai minum lalu melanjutkan aktifitasnya.
__ADS_1
Jika Ren Yuu mengetahui bahwa Dai Huang adalah sisa anggota Klan Dai yang tinggal di Kekaisaran Luo di masa lalu, ia pasti akan terkejut karena ia tau bahwa Dai Mubai kenalannya di Bintang Saint memiliki Leluhur di Alam Abadi, tepatnya di Kekaisaran Luo yang telah hancur. Dan Kekaisaran Luo yang agung dulunya berada di dalam Hutan Tulang Basah.