Kaisar 33 Surga

Kaisar 33 Surga
Ancaman


__ADS_3

Benua Kekacauan, Kuil Permaisuri Surgawi


“Membantumu mencapai tingkat Dewa Kelas 1 tahap akhir? Apakah kau bercanda? Aku bahkan belum mencapai tingkat Dewa Kelas 1. Bagaimana caraku membantumu?” Ren Jie menyipitkan matanya. Ia merasa bahwa Ratu Medusa terlalu berlebihan.


Sebelum Ratu Medusa berbicara lagi, Ren Jie pun melanjutkan, “Jika kau tidak ingin membantuku, tidak masalah sama sekali. Hanya Klan Manusia Ular, apakah menurutmu aku akan menjilat dan berusaha sekuat tenaga membantu kalian agar suatu hari kalian bisa membantuku? Jangan bercanda!”


“Apa katamu? Manusia rendahan, jaga sikapmu di depan Ratu atau aku akan membunuhmu!” Yin Zhuyu berteriak marah ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ren Jie.


Mata Ren Jie berubah menjadi pupil naga. Ia menghilang dalam sekejap dan muncul di depan Yin Zhuyu. Ia pun langsung mencengkram leher wanita Manusia Ular tersebut.


“Katakan sekali lagi? Apakah kau ingin membunuhku? Apakah aku manusia rendahan? Biar aku beri tahu, walaupun Ratumu berada di sini aku akan menghabisimu jika kau menggonggong seperti anjing!” ucap Ren Jie saat kekuatan Kehancuran meletus bersamaan dengan konsep Ruang dan Waktu.


Yin Zhuyu terkejut dan meronta-ronta melepaskan diri dari cengkeraman Ren Jie. Ia bahkan tidak dapat melihat pergerakan Ren Jie sama sekali.


Untuk Ratu Medusa, matanya menyipit tajam. Tetapi jantungnya berdetak sangat cepat ketika sepasang mata menatapnya dari Kegelapan. Ia tau bahwa leluhurnya saat ini menatapnya dengan ganas karena mencoba melakukan persyaratan kepada Ren Jie padahal dirinya diciptakan hanya untuk membantu Ren Jie.


“Lepaskan nona Zhuyu!” Teriak lima Manusia Ular sekuat tenaga dan menerjang ke arah Ren Jie.


Kilatan ganas terlihat di mata Ren Jie. Ia pun langsung menghilang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi.


“Waktu Kilat!”


Buak! Buak! Buak!


Kelima Manusia Ular tersebut langsung terhempas karena menerima serangan yang cukup ganas dari Ren Jie.

__ADS_1


Bahkan Dai Huang dan Dai Mubai terkejut dengan pergerakan Ren Jie. Setelah Ren Jie menembus tingkat Dewa Kelas 2, kekuatannya tampak mengalami peningkatan yang tidak masuk akal.


“Apakah kau masih ingin melakukan persyaratan? Jangan lupa bahwa kau diciptakan untuk membantuku! Bahkan jika aku membunuhmu dan seluruh Klan Manusia Ular, kakakku tidak akan keberatan dengan apa yang aku lakukan!” ucap Ren Jie dingin ketika matanya yang tampak sangat ganas melirik ke arah Ratu Medusa.


Bom!


Ren Jie tidak menunggu Ratu Medusa berbicara dan ia menghantam Yin Zhuyu ke permukaan tanah. Walaupun itu wanita, ia tidak akan segan-segan memberinya pelajaran.


“Ayo pergi! Tidak ada gunanya tetap di tempat ini!” ucap Ren Jie saat ia mengeluarkan Bahtera Kuno.


Bahtera Kuno membesar sedikit lalu gerbang kapal tersebut terbuka. Ren Jie pun melayang ke arah dalam diikuti oleh Dai Mubai dan Dai Huang yang hanya diam menonton pertunjukan Ren Jie dengan penuh minat. Keduanya cukup terkejut bahwa Ren Jie akan sangat mendominasi di depan sosok sekuat Ratu Medusa.


Ratu Medusa yang melihat Ren Jie, Dai Huang dan Dai Mubai memasuki Bahtera Kuno, memasang wajah gelap. Ketika ia ingin berbicara, pintu Bahtera Kuno langsung tertutup.


Bahtera Kuno melesat ke dalam celah Spasial tanpa adanya fluktuasi spasial. Ini menandakan bahwa Bahtera Kuno adalah Artefak tingkat puncak.


“Sial!” Wajah Ratu Medusa sangat gelap saat ini. Nafasnya sedikit cepat karena baru kali ini seseorang berbicara seperti itu dan juga mengancamnya secara terang-terangan.


“Ratu.. ayo kejar mereka.. uhuk.. manusia rendahan itu terlalu menganggap dirinya tinggi!” Yin Zhuyu berkata sambil batuk beberapa kali. Niat membunuhnya meletus karena ia sangat membenci Ren Jie saat ini.


Wajah Ratu Medusa semakin tenggelam. Ia sedikit berkeringat di punggungnya karena bawahannya menyarankan untuk membunuh Ren Jie ketika mereka masih berada di Kuil Permaisuri Surgawi. Ia sangat ketakutan karena ia tau bahwa Ren Yui pasti mendengar dan melihat semua yang terjadi di tempat itu.


“Jaga bicaramu atau aku akan membunuhmu!” Teriak Ratu Medusa sekuat tenaga dan disaat itu juga, qi-nya meledak yang membuat Yin Zhuyu berserta kelima Manusia Ular lainnya terhempas. Ia buru-buru pergi ke Kuil Permaisuri Surgawi untuk meminta pengampunan kepada Ren Yui.


Ratu Medusa tau bahwa jika Ren Yui kecewa padanya, Ren Yui mungkin akan memotong warisan generasi Medusa dan itu mungkin akan mengakibatkan kepunahan Manusia Ular.

__ADS_1


**


Sementara itu, Bahtera Kuno terus bergerak di dalam ruang Spasial dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Ren Jie tidak peduli apakah Manusia Ular akan membantunya dikemudian hari. Alasan kenapa ia menolak syarat Ratu Medusa, tentu saja karena sedari awal Ratu Medusa memang ditugaskan untuk membantunya dan Ratu Medusa tidak memiliki kualifikasi membicarakan persyaratan kepadanya.


Jika saja Ratu Medusa tidak membuat persyaratan sedemikian rupa, Ren Jie pasti akan membantunya dikemudian hari untuk mencapai level yang lebih tinggi. Ia adalah seseorang yang tau cara membalas budi dan akan membantu siapapun orang-orang di sekitarnya agar menjadi lebih kuat.


“Ha-ha-ha-ha! Kau sangat luar biasa Ren Jie karena telah memecahkan rekor luar biasa mengancam eksistensi Dewa Kelas 1 tahap menengah dan mereka tidak bergerak menghancurkanmu!” Dai Mubai tertawa lepas. Ia kini semakin menghormati Ren Jie saat ini karena mungkin hanya Ren Jie individu seperti itu di Bintang Brahma.


Bahkan pemimpin kekuatan kelas dua dan satu akan memberikan wajah kepada Ratu Medusa karena reputasi Ratu Medusa yang melegenda di Benua Kekacauan.


Dai Huang juga menyeringai karena ia tau bahwa Ren Jie adalah seseorang yang layak untuk diikuti. Identitas Ren Jie saja sudah luar biasa, memiliki potensi tanpa batas dan memiliki hati teguh serta sikap seseorang pemimpin. Hanya seseorang seperti yang layak untuk ia ikuti. Selama ini, sangat banyak kekuatan yang mencoba merekrutnya, tetapi ia tidak tertarik dengan semua kekuatan itu walaupun mereka adalah kekuatan puncak di Benua Kekacauan.


“Ratu Medusa adalah ciptaan yang dibuat oleh salah satu anggota Keluargaku untuk membantuku dikemudian hari. Jika itu kalian berdua, kalian juga pasti merasa bahwa mereka tidak layak untuk membuat persyaratan karena sedari awal itu adalah tugas mereka!” ucap Ren Jie.


“Ya, bahkan ketika aku menjadi Tetua Tertinggi Klan Dai, aku juga menolak apapun jika Klan Manusia Ular membuat persyaratan ketika kami Klan Dai meminta bantuan. Walaupun Klan Dai lebih rendah dari pada Klan Manusia Ular, status kami sama.” ucap Dai Huang.


“Lalu, ke mana tujuan kita saat ini?” Tanya Dai Mubai.


“Apa kalian mengetahui identitas Tetua Klan Manusia Ular yang mencoba memburuku?” Tanya Ren Jie dengan sudut bibir melengkung sedikit.


“Ya, dia adalah Tetua Hang Mo.” jawab Dai Huang.


“Jika begitu, ayo kita pancing dia keluar agar kita membereskannya. Aku ingin melihat seperti apa reaksi Klan Manusia Ular setelah aku membereskan Hang Mo!” ucap Ren Jie dengan kilatan dingin dimatanya.

__ADS_1


__ADS_2