
Benua Kekacauan, Hutan Tulang Basah
“Kau tidak akan bisa melarikan diri!” Teriak Manusia Ular tingkat Dewa Kelas 2 tahap awal dengan nada yang sangat garang. Ia pun menyentuh permukaan tanah lalu kegelapan memenuhi tempat tersebut.
“Kutukan Kegelapan, Parasit Hitam!”
Sosok pemuda yang tampak memiliki banyak luka, memasang wajah sangat garang, ia berteriak keras ke arah langit lalu qi dan konsep luar biasa meledak seketika.
Bussssh!
Seluruh tempat ditumbuhi oleh akar hitam kemerahan dengan bunga-bunga aneh di setiap batangnya. Bunga-bunga aneh itu mengeluarkan serbuk berwarna merah yang tidak lain adalah racun tertentu yang dapat mempengaruhi darah seseorang yang menghirupnya.
Kegelapan yang merupakan bentuk aneh kehidupan mencoba melahap semua yang ada, semua tumbuhan yang menari dengan liar seperti tentakel ke arah langit di gerogoti perlahan-lahan.
“Hm! Teknikmu memang cukup kuat karena mampu melawan eksistensi Dewa Kelas 2 tahap awal untuk beberapa saat! Tetapi itu hanya mampu dan tidak akan pernah bisa mengalahkan kami!" Ucap Manusia Ular lainnya dengan nada dingin.
“Kutukan Energi, Segel Energi!”
Ketika salah satu Manusia Ular yang terbang di udara berbicara, ia mengangkat telapak tangannya lalu kubah energi muncul, menyelimuti semua tempat tersebut.
Pemuda yang tidak lain adalah Dai Mubai merasakan bahwa kekuatannya di tekan, atau lebih tepatnya di segel oleh kekuatan yang sangat aneh.
“Sial!” Batin Dai Mubai menggertakkan giginya dengan kuat sampai-sampai terdengar. Ia pun mengerahkan qi dan konsep miliknya secara paksa tetapi satu Manusia Ular Dewa Kelas 2 tahap awal lainnya muncul di belakangnya.
“Menyerahlah manusia rendahan!” ucap Manusia Ular tersebut saat ia mengayunkan telapak tangannya. Di telapak tangan tersebut, terlihat bola aneh berwarna abu-abu layaknya sebuah pasir menggumpal dengan pola aneh di permukaannya.
“Kutukan Pasir!”
Bam!
Bola aneh itu meledak di punggung Dai Mubai lalu pola-pola aneh yang ada di serangan tersebut langsung melumpuhkan Dai Mubai.
“Uhuk..” Dai Mubai terpental lalu menabrak banyak bangunan tua lalu merobohkannya.
__ADS_1
“Huh.. akhirnya selesai. Dengan Kutukan yang aku gunakan, kau akan tersegel, tidak peduli apa yang kau coba lakukan. Kau tidak akan pernah bisa menggunakan kekuatanmu!” Ical Manusia Ular tersebut dengan seringai kejam diwajahnya.
Tap! Tap! Tap!
Tiga Manusia Ular Dewa Kelas 2 tahap awal dan enam Manusia Ular Dewa Kelas 3 tahap akhir muncul di sekitar Dai Mubai dan mengelilinginya.
Brak!
Salah satu Manusia Ular mengibaskan ekornya lalu dinding tembok tebal yang menimpa Dai Mubai langsung di singkirkan.
“Apa yang kalian inginkan dariku?”
“Aku.. tidak pernah memprovokasi Klan Manusia Ular...” ucap Dai Mubai saat ia mencoba bangkit dari puing-puing bebatuan dengan susah payah.
“Kau memang tidak pernah.” ucap salah satu Manusia Ular menyeringai kejam lalu melanjutkan, “Tetapi seseorang yang bernama Ren Jie yang kau cari telah membunuh putra Tetua Hang Mo. Kau mengerti sampai di sini bukan?”
Mata Dai Mubai menyusut tajam mendengar hal itu walaupun ia merasa sedikit lega dihatinya karena bukan hanya dirinya yang berada di Bintang Brahma.
“Jadi, apakah kalian ingin mencari tau keberadaannya dariku? Atau ingin mengancamnya ketika dia datang dengan nyawaku? Ha-ha-ha....!” Dai Mubai yang tergeletak kembali ke tanah berkata dengan nada sinis lalu tertawa terbahak-bahak.
Ekor salah satu Manusia Ular langsung menampar wajah Dai Mubai yang membuat dua gigi Dai Mubai dipatahkan.
“Manusia.. jangan anggap dirimu berharga. Kau hanyalah tawanan. Tentu saja kami akan menggunakan tubuhmu ketika waktunya tiba. Jika kami menyebarkan informasi tentangmu, dia pasti akan datang.” ucap salah satu Manusia Ular dengan nada menghina.
Pupil mata Dai Mubai mengecil seketika. Amarahnya sudah mencapai puncaknya. Walaupun ia tidak takut mati, ia tidak ingin melibatkan seseorang yang ia akui, yaitu Ren Jie.
“Kau tidak akan pernah berhasil!” ucap Dai Mubai dingin.
“Benarkah? Kita akan melihat ketika waktunya...” Sebelum Manusia Ular tersebut menyelesaikan kata-katanya, matanya menyipit tajam.
Dung!
Tekanan luar biasa pun meletus di tempat tersebut.
__ADS_1
3 Manusia Ular Tingkat Dewa Kelas 2 tahap awal langsung melompat ke tiga arah yang berbeda.
Jrezh!
Sembilan akar tajam langsung meletus ke arah langit, enam Manusia Ular pun langsung di tikam karena tidak mampu menghindar, hanya tiga Manusia Ular tingkat Dewa Kelas 2 tahap awal yang mampu bereaksi.
“Siapa?” Salah satu Manusia Ular bertanya dengan nada marah lalu menatap ke arah tertentu bersama dengan dua rekannya.
Dari balik kabut, satu sosok perlahan berjalan dengan wajah dingin. Setiap langkahnya langsung menumbuhkan tanaman merambat dengan bunga di batangnya, menari-nari ke arah langit.
“Bagus.. sangat bagus! Kalian Manusia Ular tampaknya telah memiliki tulang ekor luar biasa! Apakah kalian menganggap anggota Klan Dai bisa di tindas begitu saja? Apakah kalian Manusia Ular lupa bahwa kami Klan Dai memiliki posisi setara dengan Manusia Ular?” Sosok yang tidak lain adalah Dai Huang berjalan sambil berkata dengan nada marah. Tekanan mengerikan meletus dari tubuhnya, membuat banyak tempat mengalami retakan seperti jaring laba-laba.
Mata ketiga Manusia Ular yang selamat itupun menyusut tajam karena tidak menyangka bahwa akan ada anggota Klan Dai yang tersisa dan mengetahui tentang situasi antara Manusia Ular dan Klan Dai.
“Dewa Kelas 2 tahap awal dari Klan Dai? Dia hanya seorang diri! Walaupun dia kuat, bukan berarti dia akan mampu melawan kita bertiga bersamaan!” ucap Manusia Ular berwajah garang dan kepala botak dengan nada dingin.
“Ya, kita harus membereskannya! Jika Ratu mengetahui hal ini, kita tidak akan bisa bertahan hidup!” Manusia Ular dengan rambut gimbal pun melanjutkan.
“Kalian bertiga ingin membunuhku? Akulah yang akan membunuh kalian lebih dulu!” ucap Dai Huang saat qi-nya meledak lalu ia melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Ketiga Manusia Ular di tiga arah yang berbeda juga langsung menerjang ke arah Dai Huang.
Bam!
Tetapi untuk Manusia Ular dengan kepala botak langsung di hantam oleh pukulan yang sangat keras lalu tubuhnya melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah reruntuhan.
Bom! Bom! Bom!
Manusia Ular tersebut sangat marah dan bangkit dari reruntuhan, wajahnya semakin garang ketika melihat seorang pemuda di jarak hampir 10 meter darinya.
Tetapi matanya tiba-tiba melebar karena sosok pemuda yang ada di hadapannya ternyata adalah target yang diinginkan oleh Tetua Hang Mo.
Dai Mubai yang awalnya bingung dengan siapa identitas Dai Huang, menatap dengan susah payah ke arah Ren Jie lalu matanya melebar.
__ADS_1
“Ren Jie...!” ucap Dai Mubai dengan susah payah.
“Lama tidak bertemu Mubai, tampaknya kondisimu saat ini tidak terlalu bagus. Tetapi tunggulah di sana, aku akan membereskan cacing tidak tau diri ini!” ucap Ren Jie melirik ke arah Dai Mubai lalu menatap ke arah musuh di depannya dengan mata dingin dan ia sudah memutuskan untuk menghabisi Manusia Ular botak tersebut.