Kaisar 33 Surga

Kaisar 33 Surga
Kedua Kelompok Bertemu


__ADS_3

Benua Kekacauan


Di suatu tempat di sekitar Klan Manusia Ular, terlihat sekelompok Manusia Ular yang di pimpin oleh dua Manusia Ular yang cukup tua ke arah tertentu.


“Apakah ini arahnya?” Tanya Hang Mo kepada salah satu Manusia Ular yang melihat keberadaan Ren Jie dan Dai Huang sebelumnya.


“Ya, Tetua.” Manusia Ular itu berkata dengan nada hormat lalu melanjutkan, “Dari jarak ini, dalam waktu kurang dari lima menit, kita akan tiba.”


“Baik, ini hadiahmu lalu kembalilah ke Klan. Kekuatanmu tidak akan membantu kami nantinya.” Perintah Hang Mo saat melempar sebuah cincin ruang kepada Manusia Ular tersebut.


Manusia Ular tersebut bersama dengan ketiga rekannya sangat bersemangat. Keempatnya langsung memberi hormat dan pergi dari tempat tersebut.


“Kenapa kau membiarkan mereka pergi? Apakah kau yakin informasi ini benar?” Tanya Manusia Ular yang cukup tua juga, bernama Hang Gong.


Hang Mo dan Hang Gong memiliki leluhur yang sama sehingga mereka berdua memiliki nama depan Hang.


“Tidak masalah itu benar atau tidak. Aku tidak ingin mereka melihat mengapa aku mencoba menangkap pemuda itu! Reputasiku akan hancur karena aku mencoba membela putraku yang disebut sebagai pengkhianat Klan Manusia Ular.” ucap Hang Mo dengan wajah dingin.


Hang Gong tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Hang Mo lalu ia berbicara, “Karena kau membawaku kali ini dan membuat kesepakatan, aku akan memberimu wajah tetapi jangan lupa apa yang kau janjikan.”


“Aku tidak akan mencoba menipumu. Aku akan memberikan apa yang kau inginkan ketika semua ini selesai. Aku menduga bahwa manusia yang membunuh Song’er pasti memiliki seseorang dibelakangnya. Tahan dia dan aku akan menyiksa manusia itu!” ucap Hang Mo dingin.


Hang Gong hanya mengangguk. Ia merasa bahwa ini adalah bisnis yang sangat baik, hanya untuk menahan seseorang yang ia duga memiliki kekuatan Dewa Kelas 2 tahap awal, itu tidak akan sulit.

__ADS_1


Karena empat Manusia Ular yang menunjuk jalan telah pergi, hanya tersisa tiga diantara mereka.


Selain dari Hang Mo dan Hang Gong, ada satu lagi Manusia Ular dengan level Dewa Kelas 2 tahap awal, dia juga adalah putra Hang Mo yang bernama Hang Ci.


Tidak sampai lima menit kemudian, ketiganya pun tiba di tempat yang dikatakan oleh Manusia Ular yang menemukan Ren Jie sebelumnya.


“Di sinilah tempatnya. Ini adalah tanda yang di tinggalkan oleh keempat penjaga itu.” ucap Hang Mo.


“Apakah kita bertiga akan berpencar untuk mencarinya? Ini mungkin sedikit merepotkan.” ucap Hang Gong.


Sebelum Hang Mo berbicara, ia merasakan dua aura samar dan langsung menatap ke arah tempat tersebut.


“Tampaknya dia memang sengaja memancing kita ke tempat ini! Ayo pergi, aku ingin melihat bagaimana manusia rendahan itu memiliki kepercayaan diri memancing kita ke tempat ini!” ucap Hang Mo dingin dan langsung melesat ke arah tertentu.


Hang Gong dan Hang Ci hanya mengikuti dan keduanya juga merasa bahwa manusia yang menjadi target mereka cukup bodoh.


Ren Jie yang telah menunggu, menatap ke arah Hang Mo, Hang Gong dan Hang Ci dengan mata tajam.


“Salah satu dari mereka adalah Dewa Kelas 2 tahap akhir? Ini tampak cukup merepotkan!” Batin Ren Jie. Ia langsung menghitung dirinya, Dai Mubai dan Dai Huang harus melawan musuh satu tahap lebih tinggi dari kekuatan mereka masing-masing.


Hang Mo bersama dengan Hang Gong dan Hang Ci pun berhenti di udara, menatap ke arah Ren Jie yang berdiri di puncak pohon, menatap ke arah mereka.


Karen Ren Jie memiliki basis Kultivasi Dewa Kelas 2, ketiganya tidak langsung menyerang dengan gegabah karena satu lagi aura yang mereka rasakan berada di level Dewa Kelas 2 tahap menengah.

__ADS_1


“Apakah kau akan terus bersembunyi?” Hang Gong berkata dengan nada dingin saat ia melirik ke arah tertentu. Ia juga merasakan satu aura lainnya yang ditekan sedemikian rupa sehingga ia sedikit terkejut bahwa ada eksistensi Dewa Kelas 3 tahap akhir yang mampu menyembunyikan keberadaannya. Bahkan untuk dirinya juga hanya bisa merasakan keberadaan yang tidak lain adalah Dai Mubai secara samar. Hal ini langsung mengingatkannya terhadap Klan Dai yang mampu menyatu dengan alam berkat garis darah mereka.


Dai Huang dan Dai Mubai langsung muncul di sebelah Ren Jie, melayang di udara menatap ke arah ketiga Manusia Ular tersebut.


“Kau.. Dai Huang, putra termuda Dewa Luo!” Ketika Hang Gong menatap ke arah Dai Huang, ia langsung mengenalinya secara langsung.


Dai Huang menaikkan sedikit alisnya karena ia tidak menyangka bahwa akan ada seseorang yang mengingat identitasnya.


“Hang.. Gong.. putra wanita j4l4ng.. kau masih hidup? Aku kira kau mati bersama dengan ayahmu di tangan Dewa Luo.” ucap Dai Huang dengan nada heran serta sedikit keterkejutan.


Wajah Hang Gong berubah gelap ketika mendengar perkataan Dai Huang. Ia memang hampir mati saat itu. Dahulu kala, ayahnya yang telah mencapai Dewa Kelas 1 mencoba untuk menantang Dewa Luo yang memiliki status Leluhur Tua Klan Dai. Ini dikarenakan ayah Hang Gong tidak puas bahwa Klan Dai di setarakan dengan Klan Manusia Ular.


Pada akhirnya, dirinya bersama dengan ayahnya serta pasukan Keluarga Hang hampir musnah di tangan Dewa Luo yang ternyata memiliki kekuatan Dewa Kelas 1 tahap menengah. Beruntung baginya bertahan dari petempuran tersebut.


Bahkan Hang Mo dan Hang Ci terkejut mendengar identitas Dai Huang. Mereka tentu tau tentang musibah Keluarga Hang di masa lalu. Untuk Hang Mo, karena ia lemah saat itu, ia tidak ikut dalam perang yang dimulai oleh Keluarga Hang, yang merupakan salah satu Keluarga terkuat di Klan Manusia Ular. Namun, ayahnya juga ikut dimusnahkan saat itu.


Ini mungkin musibah paling besar yang terjadi di Klan Manusia Ular karena dua eksistensi Dewa Kelas 1 tahap awal hancur yang membuat Klan Manusia Ular turun menjadi kekuatan tingkat kedua.


Sedangkan Dai Mubai, ia menatap ke arah Dai Huang dengan heran, ia juga tidak menyangka bahwa Dai Huang masih memiliki identitas lainnya. Ia bertanya-tanya, jika Dai Huang adalah putra Dewa Luo, kenapa Dai Huang tidak naik menjadi Patriak.


Hanya sedikit yang mengetahui silsilah Klan Dai, dan di masa tersebut, Patriak Klan Dai adalah putra tertua Dewa Luo.


“Bajingan! Aku akan membunuhmu untuk membalas dendam masa lalu!” Teriak Hang Gong dan langsung menyerang ke arah Dai Huang.

__ADS_1


Untuk Dai Mubai, ia langsung muncul di depan Hang Ci untuk melawannya.


Sementara itu, Ren Jie hanya diam menunggu diserang, menatap ke arah Hang Mo yang menatapnya dengan tajam.


__ADS_2