
Benua Kekacauan, Kota Dewa Kura-kura Hitam
“2 miliyar!” Ruang VIP Diamond nomor 7 pun berteriak keras walaupun suaranya tampak sangat serak.
“2 Miliyar batu roh kelas atas! Apakah masih ada yang ingin menawar?” Teriak Ji Hua’er dan menatap ke arah Ruang VIP Diamond nomor 8.
“2,1 Miliyar!” Ruang VIP Diamond nomor 8 menawar kembali.
Harga esensi darah tersenyum telah melampaui harga dari Tombak yang dibeli oleh Xue Lingyi.
“2,1 Miliyar batu roh kelas atas! Apakah masih ada yang menawar?”
Sebelum Ji Hua’er melanjutkan, tawaran lainnya pun terdengar lagi dari ruang VIP Diamond nomor 7.
“2,2 Miliyar batu roh kelas atas!”
“Apakah masih ada yang menawar?” Teriak Ji Hua’er dengan antusias. Ia tidak menyangka bahwa harganya mencapai 2,2 Miliyar. Semula ia menebak bahwa harganya hanya akan setara dengan tombak yang di beli oleh Xue Lingyi.
Suasana hening untuk beberapa saat lalu Ji Hua’er melanjutkan.
“2,2 Miliyar batu roh kelas atas satu kali!”
“Dua kali...!”
Walaupun Ji Hua’er memperlambat sedikit, ia langsung menghela nafas dalam hati dan tau bahwa lelang kali ini akan selesai.
__ADS_1
“Tiga kali! Selamat kepada tamu Ruang VIP Diamond nomor 7 karena telah membeli item dengan harga 2,2 Miliyar batu roh kelas atas. Item yang anda beli akan diantar ke ruangan tempat anda berada.” ucap Ji Hua’er dengan senyum diwajahnya.
“Terima kasih karena sudah menghadiri lelang kali ini. Paviliun Dewa Kura-kura Hitam mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua tamu. Semoga hari kalian menyenangkan.” ucap Ji Hua'er lalu ia pun menghilang, pergi dari atas panggung.
Para kultivator yang ada di kursi biasa pun langsung pergi dari demi satu. Mereka semua berencana untuk menikmati pameran yang akan terjadi besok hari di Kota Dewa Kura-kura Hitam. Sebagian besar dari mereka juga pergi secara langsung dari Kota Dewa Kura-kura Hitam.
“Ayo pergi.” ucap Ren Jie saat melihat lelang telah usai. Ia melirik sekilas ke arah Ruang VIP Diamond nomor 7 dan 8 lalu pergi dari ruangan tersebut diikuti oleh Zhan Ming dan Yu Mei.
Untuk Ling Tian, ia melirik ke arah Xue Lingyi yang pergi bersama dengan semua bawahannya. Ia juga menghilang karena target utamanya tentu saja adalah Xue Lingyi.
Sementara itu, Master Sekte Gajah dan Niu Gong menatap ke arah Ruang VIP Diamond nomor 10 tempat Ren Yuu berada, mereka pun langsung menghilang karena ingin mencari tau siapa sebenarnya yang menempati ruangan tersebut.
Mereka yakin bahwa Paviliun Dewa Kura-kura Hitam akan memberikan informasi tersebut kepada mereka. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa Dewa Kura-kura Hitam tidak akan mau berbagi informasi, tentu saja itu dikarenakan kewaspadaannya terhadap Han Xueyi yang berkaitan dengan Ren Jie.
“Ayo pergi. Mungkin kali ini pinggiran Kota Dewa Kura-kura Hitam akan kacau oleh pertempuran panjang.” ucap Panglima Tertinggi Samurai.
“Apa kau ingin menghancurkan warisan leluhur kita? Para Samurai akan tetap berada di jalan yang sama!” ucap Panglima Tertinggi Samurai dengan nada tidak puas.
Mendengar itu, Jenderal Shu pun hanya bisa memasang wajah malu dan tidak tau untuk membalas apa.
Pada akhirnya, dengan pemimpinan Panglima Tertinggi Samurai, mereka pun pergi dari Kota Dewa Kura-kura Hitam tanpa berpatisipasi dalam perebutan barang-barang penting yang dibeli oleh peserta lelang lainnya.
“Canglan, ayo pergi. Kita akan melihat apakah mereka butuh bantuan. Walaupun harus menyinggung salah satu dari mereka, semua kontribusimu akan sepadan dengan hal itu.” ucap Master Sekte Wayang.
“Terima kasih Master.” Canglan buru-buru berterima kasih dan merasa lega bahwa Master Sekte Wayang orang yang mengetahui tentang balas Budi. Ia merasa sedikit menyesal karena Sekte Wayang di Bintang Saint tidak sama dengan Sekte Wayang yang ada di Bintang Brahma.
__ADS_1
Ketika Ren Jie keluar dari ruangan bersama dengan Zhan Ming dan Yu Mei, seorang pelayan telah menunggu keduanya dan memimpin ketiganya ke tempat pemimpin Paviliun Dewa Kura-kura Hitam berada.
Ketika mencapai tempat tersebut, Dewa Kura-kura Hitam bersama dengan Ji Hua’er sudah menunggu.
“Ini adalah sisa batu roh yang kalian miliki. Terdapat 2 miliyar batu roh kelas atas di dalam cincin ruang ini.” ucap Dewa Kura-kura Hitam saat memberikan cincin ruang kepada Ren Yuu.
Untuk Ji Hua’er, ia menatap Ren Yuu dengan mata berkedip beberapa kali. Ia sangat penasaran dengan pemuda yang memiliki hubungan dengan pemimpin Istana Surgawi Mimpi Ilahi yang pada akhirnya harus membuat Paviliun Dewa Kura-kura Hitam harus menghormati pemuda dihadapannya.
Ren Jie menerima cincin ruang lalu memberikannya kepada Zhan Ming.
Zhan Ming yang menerima cincin ruang lalu melihat isinya sekilas. Ia pun mengangguk ke arah Ren Jie tanda bahwa jumlah batu roh yang ada di dalamnya memang sesuai, yaitu 2 miliyar dan puluhan juta batu roh kelas atas.
“Terima kasih atas kerja samanya, tuan Dewa Kura-kura Hitam. Suatu hari nanti, jika memiliki kesempatan, kita akan melaksanakan perdagangan kembali.” ucap Ren Jie dengan senyum kecil diwajahnya.
“Ya. Apakah kalian tidak akan menikmati festival esok hari? Kami akan memberikan pelayanan terbaik untuk kalian.” ucap Dewa Kura-kura Hitam.
“Maaf tuan Dewa Kura-kura Hitam, kami sangat menyesal tidak bisa hadir karena banyak hal yang harus kami lakukan ketika kembali ke Istana Kaisar Surgawi.” ucap Ren Jie dengan nada sedikit menyesal.
“Tidak masalah. Berhati-hatilah ketika kembali. Walaupun kami tidak akan memberikan informasi tentang kalian, mungkin tamu lainnya memiliki cara untuk melacak siapa yang menempati ruangan kalian sebelumnya.” ujar Dewa Kura-kura Hitam.
“Terima kasih atas pengingatnya, tuan Dewa Kura-kura Hitam. Jika begitu, kami akan pergi.” ucap Ren Jie.
Dewa Kura-kura Hitam dan Ji Hua’er menatap ke arah punggung Ren Jie, Zhan Ming dan Yu Mei yang keluar dari ruangan.
“Apakah dia akan selamat? Sudah pasti beberapa dari mereka akan mengetahui Master Istana Kaisar Surgawi adalah orang di dalam Ruang VIP Diamond nomor 10.” ucap Ji Hua’er. Ia tentu khawatir jika Ren Jie tewas, Istana Surgawi Mimpi Ilahi mungkin mencari masalah dengan mereka karena hubungan pemimpin mereka dengan Ren Jie.
__ADS_1
“Dia pasti akan selamat. Dia memiliki token yang diberikan oleh senior Han Xueyi. Senior Han Xueyi pasti akan langsung datang ketika pemuda itu berada diambang kematian.” ucap Dewa Kura-kura Hitam karena ia sudah mengetahui apa fungsi token tersembunyi yang diberikan oleh Han Xueyi kepada Ren Jie.
Mendengar itu, Ji Hua’er kembali menatap ke arah tempat Ren Jie dan yang lainnya pergi dengan mata berkedip. Ia merasa bahwa pemuda bernama Ren Jie tersenyum sangatlah menarik.