Kaisar 33 Surga

Kaisar 33 Surga
Lelang (6)


__ADS_3

Benua Kekacauan, Kota Dewa Kura-kura Hitam


Master Sekte Gajah meniup janggutnya karena sangat marah oleh kata-kata suci yang tidak enak di dengar dari biksu muda dengan wajah penuh khidmat tetapi sangat terlihat bahwa itu adalah serkasme.


“Bagus.. sangat bagus.. Kami Sekte Gajah akan mengingat hal ini!” ucap Master Sekte Gajah dengan mata merah, aura jahat perlahan merembes dari tubuhnya tanpa bisa dilacak oleh siapapun kecuali untuk Ren Jie yang memiliki Mata Dewa.


“Apa itu? Aura yang sangat jahat! Tunggu, kenapa aura ini sedikit mirip dengan Orc yang pernah melawan pemuda Samurai ketika kami pertama kali tiba di Tebing Kematian.” Batin Ren Jie. Ia langsung waspada karena ingat tentang apa yang dikatakan oleh Samurai muda yang bernama Chu Feng bahwa Klan Orc memiliki banyak bawahan manusia.


“Jangan bilang bahwa Sekte Gajah adalah salah satu bawahan Klan Orc?” Batin Ren Jie lagi dan merasa bahwa apa yang ia duga benar karena aura yang terpancar dari tubuh Master Sekte Gajah.


Selain dari itu, Sekte Gajah tampaknya menginginkan Manual tubuh tangguh, karena mereka berasal dari Sekte Gajah, itu akan tampak sangat wajar karena Sekte Gajah juga merupakan ahli dengan ketangguhan tubuh. Tetapi Ren Jie merasa bahwa itu tidak sesederhana kelihatannya dan merasa bahwa mungkin Klan Orc juga menginginkan Manual itu agar dapat menghadapi Samurai.


“200.000.000 batu roh kelas atas! Apakah masih ada yang ingin menawar?” Teriak Ji Hua’er dengan senyum diwajahnya. Ia tidak menduga bahwa Manual itu akan dihargai sangat tinggi oleh Kuil Buddha.


Tidak ada yang berniat untuk menawar karena manual itu sudah dianggap sangat mahal. Bahkan Manual Kultivasi tingkat Dewa Kelas 1 hanya dihargai paling mahal 80-100 juta batu roh kelas atas.


“Tuan muda, apakah kita akan menawar?” Tanya Zhan Ming menatap ke arah Ren Jie.


Ren Jie tampak berpikir. Tidak masalah baginya untuk memprovokasi Kuil Buddha. Tetapi ia merasa bahwa itu terlalu dini untuk saat ini. Walaupun Manual itu luar biasa menurutnya, akan lebih baik untuk mendiskusikannya dengan para Biksu nantinya karena ia menduga bahwa Sekte Gajah pasti akan menyerang para Biksu ketika lelang usia.


Setelah mengambil keputusan, Ren Jie pun berbicara, “Tidak, kita akan mendapatkan manual itu nantinya dengan cara lain.”


Mendengar itu, Zhan Ming tidak berkomentar lagi karena Ren Jie sudah memutuskan.


“200.000.000 batu roh kelas atas satu kali!”


“Dua kali...!”

__ADS_1


“Tiga kali...!”


“Selamat kepada tamu Ruang VIP Diamond nomor 4 karena telah membeli Manual. Benda yang anda beli akan dikirim ke ruangan tempat anda berada.” ucap Ji Hua’er dengan senyum kecil diwajahnya.


“Kita akan berisitirahat selama setengah jam lalu melanjutkan kembali lelang seperti biasa.” Lanjut Ji Hua’er.


Walaupun banyak kultivator tidak puas dengan pengaturan tersebut, tidak ada yang berani berbicara karena Paviliun Dewa Kura-kura Hitam adalah tuan rumah dan kelompok yang menyelenggarakan lelang.


Juga, Ji Hua’er tidak peduli dengan pendapat semua kultivator yang tidak puas dengan pengaturan Paviliun Dewa Kura-kura Hitam.


“Zhan Ming, apakah kau tau apa item terakhir yang akan di lelang oleh Paviliun Dewa Kura-kura Hitam?” Tanya Ren Jie dengan mata menyipit.


“Tidak ada informasi tentang hal itu tuan muda. Tampaknya Paviliun Dewa Kura-kura Hitam ingin mengejutkan semua peserta lelang dengan kata-kata bahwa item tersebut akan menggemparkan Benua Kekacauan!” ujar Zhan Ming.


Sebelum Ren Yuu berbicara lagi, suara ketukan terdengar dari luar pintu ruangan.


“Masuk.” ucap Ren Jie. Walaupun ia tidak dapat melacak aura siapa yang ada diluar karena adanya penghalang, tetap saja Mata Dewa miliknya mampu menembus pengalang tersebut dan ia tau siapa yang datang.


“Lama tidak bertemu, Canglan.” ucap Ren Jie dengan senyum diwajahnya.


“Tuan muda.” Canglan berlutut dengan satu kaki, wajahnya tampak gembira karena akhirnya bertemu dengan orang yang paling ia hormati.


“Bangunlah.” ucap Ren Jie.


Untuk Zhan Ming dan Yu Mei, keduanya hanya menatap Canglan dengan penasaran.


“Kalian berdua, dia adalah Canglan.” ucap Ren Jie dan menjelaskan sedikit tentang bagaimana hubungannya dengan Canglan dan asal Canglan yang sama dengannya yaitu berasal dari Bintang Saint.

__ADS_1


“Canglan, ini adalah Zhan Ming dan Yu Mei.” ucap Ren Jie.


“Senang bertemu dengan kalian.” ucap Canglan dengan senyum diwajahnya.


Zhan Ming dan Yu Mei tersenyum kembali karena mereka merasa bahwa Canglan sangat luar biasa, selalu setia terhadap Ren Jie.


“Canglan, apakah kau mengetahui lokasi yang lainnya selain dari yang aku sebutkan yang kini berada di Istana Kaisar Surgawi?” Tanya Ren Jie setelah bercerita sedikit tentang Istana Kaisar Surgawi.


“Ya, tuan muda. Aku sudah bertemu dengan Li Hao dan Gu Yuena. Keduanya kini memasuki Sekte tingkat kedua juga. Kami sering bertemu secara berkala, tetapi keduanya saat ini tidak datang ke lelang.” jawab Canglan.


“Li Hao dan Gu Yuena?” Entah mengapa, Ren Jie langsung ingat dengan istrinya tetapi ia belum mendapatkan kabarnya sampai saat ini. Dan yang lainnya adalah neneknya, Lin Xi yang juga keberadaannya belum diketahui.


“Apakah tidak ada informasi tentang nenekku dan Gu Yin?” Tanya Ren Jie.


“Tidak tuan muda.” Canglan menggelengkan kepalanya dengan nada sedikit menyesal. Ia tentu mencari siapapun yang berasal dari Bintang Saint. Banyak yang ia temukan, tetapi banyak dari mereka yang telah tewas, selebihnya mengikuti Gu Yuena dan Li Hao.


“Tapi, tuan muda.. aku mendapatkan kabar luar biasa sebelumnya.” ucap Canglan.


“Kabar luar biasa?” Tanya Ren Jie penasaran.


“Ya, ini tentang seorang Dewa Kelas 1 puncak yang menantang Istana Surgawi Mimpi Ilahi dan Kuil Buddha, dia bernama Xia Yuuxuan.” ucap Canglan.


Ren Jie tercengang ketika mendengar nama tersebut karena itu adalah nama dari saudara murahannya yang ia tendang keluar dari Dimensi Naga dahulu.


“Di mana dia sekarang? Dan bagaimana hasil tantangan itu?” Tanya Ren Jie buru-buru. Walaupun ia sangat kesal dengan Xia Yuuxuan, tetap saja pria tidak masuk akal itu adalah saudaranya.


“Xia Yuuxuan menang melawan pemimpin Kuil Buddha tetapi kalah dengan pemimpin Istana Surgawi Mimpi Ilahi.” jawab Canglan.

__ADS_1


Ren Jie terdiam karena tidak menyangka bahwa ketika Xia Yuuxuan dilepaskan dari Dimensi Naga, kekuatannya akan langsung kembali ke puncaknya dan itu merupakan kekuatan Dewa Kelas 1 tahap akhir dan juga merupakan puncak tahap akhir sama seperti Han Xueyi.


“Tetapi dia menghilang begitu saja ke udara tipis. Tidak ada informasi lainnya tentangnya.” Lanjut Canglan.


__ADS_2