
Benua Kekacauan, Kuil Permaisuri Surgawi
“Permaisuri Surgawi.” Batin Ratu Medusa, walaupun ia masih sangat muda, ketika ia menerima warisan, yang pertama ia serap adalah pengetahuan dari pendahulunya. Ia pasti akan langsung mengenali sosok yang terbuat dari qi dan konsep di atas Ren Jie.
“Apakah tugas itu akan jatuh ke tanganku?” Batin Ratu Medusa sedikit risih saat ini. Kemunculan Ren Jie diluar perkiraannya, tetapi sebagai generasi Ratu Klan Manusia Ular, ia mengemban tugas penting yang terkait dengan seseorang tertentu.
“Apakah kau sudah mengerti mengapa aku datang ke tempat ini?” Tanya Ren Jie menatap ke arah Ratu Medusa saat ia menarik konsep miliknya.
Ratu Medusa tidak menjawab dan hanya berkata, “Ikuti aku..”
Dai Mubai tercengang dengan pergantian peristiwa, bahkan untuk keenam pengawal Ratu Medusa juga bingung saat ini.
“Bisakah kau menghentikan pendahulumu agar tidak menyerang rekanku di sana?” Tanya Ren Jie.
Ratu Medusa yang telah berbalik, berhenti sejenak lalu menutup matanya. Aura tak kasat mata pun meletus, langsung mencapai ujung Kuil Permaisuri Surgawi.
“Aku sudah melakukannya.” ucap Ratu Medusa dengan nada dingin lalu sayap qi muncul di punggungnya dan ia pun terbang perlahan ke arah Kuil Permaisuri Surgawi.
Ren Jie terdiam lalu menatap ke arah Dai Mubai dan memberi isyarat agar melihat keadaan Dai Huang.
Melihat isyarat Ren Jie, Dai Mubai tidak lagi berbicara dan langsung bergerak untuk melihat Dai Huang apakah sudah berubah menjadi batu atau tidak.
Sementara itu, Yin Zhuyu dan kelima Manusia Ular hanya bisa diam di tempat karena mereka sudah mendapatkan perintah agar tidak menggangu Ren Jie. Mereka cukup bingung tetapi tidak bertanya karena takut Ratu mereka tidak akan puas.
Ren Jie juga perlahan melayang ke arah Kuil Permaisuri Surgawi. Walaupun Ratu Medusa tampak tidak melakukan gerakan mencurigakan apapun, ia tentu tidak akan ceroboh.
Sesampainya di Kuil Permaisuri Surgawi, Ren Jie yang perlahan mendarat melihat semua patung-patung Ratu Medusa generasi sebelumnya yang jumlahnya mencapai ratusan.
__ADS_1
Tetapi mata Ren Jie langsung tertuju pada patung yang paling depan, ia menaikkan sedikit alisnya karena merasa bahwa patung itu sangat familiar.
“Apakah kau kenal dengan patung ini?” Tanya Ratu Medusa yang muncul dalam sekejap di samping Ren Jie.
Jantung Ren Jie hampir melompat dari dadanya dan ia langsung melompat ke samping.
Ratu Medusa melirik ke arah Ren Jie. Ia tidak terkejut bahwa Ren Jie bereaksi seperti itu karena ia tau seperti apa reputasi Ratu Medusa setiap generasi di Benua Kekacauan.
“Patung yang paling depan adalah leluhur kami. Menurut catatan di Klan Manusia Ular, kami diciptakan olehnya lalu diberkati oleh kekuatan Permaisuri Surgawi. Tugas kami adalah menjaga tempat ini, menemukan seseorang yang cocok mewarisi kekuatannya. Ujian yang harus dilalui tentu saja adalah bertahan dari Ratu Medusa generasi sebelumnya.” ucap Ratu Medusa dengan nada dingin.
Ren Jie melirik dengan dingin ke arah Ratu Medusa karena tiba-tiba muncul di sebelahnya sebelumnya. Lalu tatapannya tertuju ke arah patung, ia ingat dengan samar bahwa Ren Xie’er mengatakan bahwa mereka memiliki kakak tertua, putri angkat ayah mereka. Selain dari itu, dari ingatan samar yang ia miliki, sosok patung itu juga pernah datang ke tempatnya hibernasi.
“Ya.. aku ingat dengannya. Dia pernah datang menemuiku beberapa kali dahulu.” Ren Jie mengangguk kecil ketika ia sudah yakin bahwa patung itu merupakan patung dari putri tertua ayahnya yang bernama Ren Yui.
Ratu Medusa tertegun di tempat ketika mendengar bahwa leluhurnya sering datang menemui Ren Jie. Ia menatap Ren Jie dengan mata menyipit karena merasa tidak mungkin, ia tau dengan jelas bahwa leluhur Klan Manusia Ular atau lebih tepatnya Leluhur Ratu Medusa sudah pergi dari 33 Surga dalam waktu yang sangat lama.
“Bisakah kau menunggu untuk beberapa menit?” Tanya Ratu Medusa.
“Ya.” Ren Jie mengangguk kecil walaupun penasaran kenapa ia harus menunggu.
Ratu Medusa tidak menghiraukan Ren Jie yang tampak penasaran. Ia pun langsung berlutut kembali lalu memulai ritual pewarisan sekali lagi.
Wusssh!
Aura yang sangat kuat keluar dari semua patung Ratu Medusa generasi sebelumnya lalu memasuki tubuh Ratu Medusa. Kekuatannya meningkat dengan sangat cepat yang membuat Ren Jie merasakan tekanan luar biasa.
Mata Dewa Ren Jie menatap ke arah aura tersebut dan sangat terkejut karena aura tersebut tidak akan pernah bisa hilang, dan ini merupakan kekuatan yang bisa diwariskan ke generasi selanjutnya. Ia bertanya-tanya bagaimana seseorang dapat meninggalkan kekuatan yang tidak akan pernah pudar walaupun Ratu Medusa tewas. Ia yakin bahwa kekuatan itu akan kembali ketika penggunanya mati.
__ADS_1
Kurang dari tiga menit, aura Ratu Medusa telah stabil sepenuhnya.
“Dewa Kelas 1 tahap menengah.” Batin Ren Jie dengan mata menyipit. Baru kali ini ia merasakan aura sekuat itu yang tidak di tekan dari jarak yang sangat dekat. Walaupun ia pernah merasakan aura Han Xueyi, itu hanya secara samar, tidak seperti Ratu Medusa saat ini.
Ketika Ren Jie sedang mengukur sedalam apa kekuatan Dewa Kelas 1 tahap menengah, ia tidak memperhatikan bahwa patung milik Ren Yui memancarkan aura khusus lalu menyelimuti semua tempat dalam sekejap.
Ren Jie pun tersadar seketika lalu menatap ke semua tempat dengan waspada karena tempat tersebut tampak berubah seketika.
“Ini.. Ilusi?” Batin Ren Jie saat menatap semua tempat yang sama seperti berada di luar. Pemandangan di tempat itu juga sangat indah, ia saat ini berdiri di padang rumput dengan angin sepoi-sepoi mengenai kulitnya.
“Ini bukanlah ilusi, tetapi dunia yang aku ciptakan menggunakan kekuatanku.”
Suara merdu dan sangat hangat pun terdengar di telinga Ren Jie yang membuatnya melihat ke arah tertentu dan menemukan sosok wanita cantik dengan tanda tetesan air di dahinya berwarna merah.
Bahkan Ratu Medusa terkejut seketika. Kejadian seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya ketika pendahulunya menerima warisan kekuatan.
“Kau.. kau.. Ren Yui?” Tanya Ren Jie terkejut.
Ren Yui yang awalnya tersenyum hangat, langsung memasang wajah garang lalu ia muncul di depan Ren Jie.
“Panggil aku kakak!”
Buak!
Ren Jie menerima tendangan langsung dan ia merasa tersedak. Ia memegang perutnya yang kesakitan, ia merasa bahwa wanita dihadapannya ini terlalu liar.
Sedangkan untuk Ratu Medusa, ia hanya bisa membatu di tempat karena leluhurnya ternyata memang kerabat dari pemuda bernama Ren Jie.
__ADS_1