
Benua Kekacauan, Hutan Tulang Basah
“Hanya Dewa Kelas 3 tahap akhir ingin melawanku? Kau terlalu menganggap dirimu tinggi bocah!” Teriak Manusia Ular yang bernama Cai Hu.
Bola energi berwarna hitam diselimuti oleh konsep Kutukan langsung diayunkan oleh Cai Hu ketika ia melesat ke arah Ren Jie.
Wajah Ren Jie sangat dingin, walaupun ia kesulitan melawan Dewa Kelas 2 tahap awal, itu akan berbeda jika ia menggunakan semua kekuatannya dalam satu ledakan.
“Kekuatan Naga!”
“Seni Kehancuran, Perisai Yin-Yang!”
Dung!
Blar!
Ledakan besar terjadi saat serangan Cai Hu langsung menghantam tepat di Perisai Yin-Yang yang di ciptakan oleh Ren Jie.
“Apa?” Cai Hu melotot ketika melihat teknik pertahanan Ren Jie sama sekali tidak memiliki kerusakan saat ia menyerang dengan semua kekuatannya untuk membereskan Ren Jie dengan satu tembakan. Ia tentu berniat melakukan hal itu agar dapat membantu kedua rekannya melawan seseorang sekuat Dai Huang.
“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”
“Belitan Qi Raja!”
“Seni Rahasia, Penghancuran Ilahi!”
“Waktu Kilat!”
Pedang di tangan kanan Ren Jie pun langsung ia ayunan ketiak ia keluar dari portal ungu tepat di belakang Cai Hu.
Sraing!
Blar!
Cai Hu yang merasakan bahaya, mencoba untuk menghindar tetapi itu sudah terlambat. Ketika Ren Jie menggunakan teknik konsep Waktu, maka serangannya akan meningkatkan kecepatan beberapa kali lipat.
__ADS_1
Petir hitam berhamburan ke segala arah, Cai Hu langsung di hempasan ke tempat yang sangat jauh sambil memuntahkan seteguk darah merah. Selain dari itu, terlihat punggungnya yang mengalami luka yang sangat parah.
Dan juga, dikarenakan qi Raja, Cai Hu hampir saja kehilangan kesadarannya walaupun ia masih hidup setelah menerima serangan tersebut.
Ren Jie yang menatap itu, tidak membiarkan Cai Hu melakukan sesuatu yang lainnya.
“Teleportasi!”
“Waktu Kilat!”
Zhep!
Ren Jie muncul tepat di atas Cai Hu lalu mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah sekuat tenaga setelah melapisinya dengan qi Raja.
Sraing!
Jrezzh!
Darah yang sangat banyak muncrat ke udara saat pedang yang diayunkan oleh Ren Jie membelah leher Cai Hu.
Dua bagian tubuh yang terjatuh ke permukaan tanah langsung menarik perhatian kedua Manusia Ular yang sedang di tekan oleh Dai Huang dengan sangat parah.
“Mustahil!” Teriak keduanya bersamaan karena tidak pernah melihat seseorang dengan level Dewa Kelas 3 tahap akhir mampu membunuh eksistensi Dewa Kelas 2 tahap awal dalam waktu yang sangat singkat.
“Tidak ada yang tidak mungkin!” ucap Dai Huang dingin saat ia langsung menggunakan kemampuan terkuatnya karena ia tidak ingin tertinggal dari Junior.
“Hutan Bunga Darah Kematian!”
Jrezzh!
Ketika Dai Huang menggunakan tekniknya, semua tempat di tumbuhi oleh tumbuhan merambat dengan ujung tajam melesat ke arah langit, tidak ada celah tempat bersembunyi sama sekali dan serangan itu langsung menusuk kedua Manusia Ular tersebut.
Jleb! Jleb!
Tanpa ada perlawanan, kedua Manusia Ular itu langsung tewas karena banyak bagian tubuh mereka yang di tembus oleh tanaman merambat kecil, bahkan kepala mereka masing-masing di tikam sehingga mereka tidak akan bisa bertahan hidup.
__ADS_1
“Sampah Manusia Ular! Ketika aku datang ke Klan Manusia Ular, aku ingin melihat bagaimana kalian semua menjelaskan apa yang terjadi di sini!” ucap Dai Huang dingin. Walaupun Ratu Medusa sangat kuat, ia tidak takut sama sekali karena ia yakin bahwa Ratu Medusa akan memberikan keadilan bagi mereka Klan Dai yang tersisa.
Untuk Ren Jie, ia pun mengambil cincin ruang semua Manusia Ular itu dan mencoba mencari tau apa alasan sebenarnya Dai Mubai diincar.
“Ren Jie, mereka adalah Manusia Ular suruhan Tetua Hang Mo, ini dikarenakan kau membunuh putranya, jika tidak salah namanya adalah Hang Song!” ucap Dai Mubai sedikit lemah. Karena kematian semua Manusia Ular, segel yang menekannya perlahan pudar sehingga ia memiliki kekuatan untuk berdiri.
“Hang Song?” Alis Ren Jie sedikit naik dan langsung tau ke arah mana pembicara.
“Tampaknya aku telah menyebabkan masalah padamu.” ucap Ren Jie sambil terkekeh kecil.
Dai Mubai terdiam dan ia sedikit kesal saat ini karena tampaknya Ren Jie sangat menikmati penderitaannya.
Mengabaikan sikap Ren Jie, Dai Mubai pun bertanya sambil menatap ke arah Dai Huang, “Siapa dia? Kenapa dia memiliki kekuatan yang mirip denganku?”
“Jadi kau Dai Mubai yang dikatakan oleh Ren Jie?” Dai Huang muncul di dekat Dai Mubai lalu menatap ke arah bawah lalu ke atas dengan seksama lalu melanjutkan, “Tidak buruk. Kau mampu melarikan diri dan bertahan hidup dari 3 Manusia Ular Dewa Kelas 2 tahap awal dan 6 Manusia Ular setingkat denganmu!”
Entah mengapa, Dai Mubai merasa bahwa Dai Huang memujinya karena melarikan diri. Yang artinya, itu adalah anggapan untuk seseorang pengecut.
“Dan untukku? Aku adalah anggota Klan Dai yang tersisa sama seperti dirimu. Dan aku juga merupakan Tetua tertinggi Klan Dai, hanya Patriak Klan Dai terakhir yang bisa memerintahku di Klan Dai!” ucap Dai Huang.
“Tetua tertinggi? Klan Dai? Bukankah Klan Dai sudah punah 300.000 tahun yang lalu di Benua Kekacauan? Aku tidak menyangka bahwa akan ada anggota Klan Dai yang tersisa. Lagi pula kau juga masih Tetua tertinggi Klan Dai!” ucap Dai Mubai terkejut.
“Tidak ada yang tersisa? Apakah menurutmu Klan Dai lebih baik punah tanpa menyisakan anggota?” Urat-urat hitam muncul di dahi Dai Huang karena ia sangat ingin menampar keturunan tidak tau diri seperti Dai Mubai. Bukannya Dai Mubai memberinya hormat, ia merasa bahwa Dai Mubai menyumpahinya mati bersama dengan anggota Klan Dai lainnya.
Ren Jie terdiam dan baru saja mendapatkan pencerahan bahwa setiap anggota Klan Dai sangat suka menyimpulkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.
Ren Jie mengabaikan keduanya yang tampak saling memarahi untuk beberapa saat yang berakhir dengan pemukulan sepihak oleh Dai Huang.
“Inikah Reruntuhan Klan Dai?” Gumam Ren Jie saat menatap ke arah tempat yang sangat jauh, seluruh tempat adalah Reruntuhan kota yang sangat terlihat sudah di tinggalkan selama ratusan ribu tahun.
Gumaman Ren Jie di dengar oleh Dai Huang yang baru saja memberi pelajaran kepada Dai Mubai.
“Ya, ini adalah Reruntuhan Klan Dai. Ayo pergi, aku akan membawamu ke tempat tersembunyi, dan itu adalah perpustakaan Klan Dai yang mencatat banyak informasi rahasia.” ucap Dai Huang mengabaikan Dai Mubai yang terkapar di permukaan tanah dan langsung terbang memimpin Ren Jie ke arah tempat rahasia tersebut.
“Pria tua sialan! Lihatlah ketiak kekuatanku mencapai Dewa Kelas 1, aku akan memberimu pelajaran!” Batin Dai Mubai mengejar Ren Jie dan Dai Huang.
__ADS_1
Dai Huang yang memimpin jalan merasakan hawa dingin di punggungnya lalu wajahnya gelap karena ia merasa bahwa keturunan tidak tau diri yang bernama Dai Mubai tampaknya merencanakan sesuatu yang berbahaya di masa depan untuk membalas dendam terhadapnya.