Kaisar 33 Surga

Kaisar 33 Surga
Keengganan Ren Jie


__ADS_3

Benua Kekacauan


“Asura!”


Dung!


Sosok Buddha dengan tiga kepala dan enam lengan muncul di udara. Buddha tersebut memiliki tiga ekspresi yang berbeda di ketiga wajahnya.


Wusssh!


Beberapa lengan langsung memanjang dan mengayunkan telapak tangannya ke arah Master Sekte Gajah yang bergerak.


Dung!


Blar!


Empat lengan yang digunakan langsung menghantam Master Sekte Gajah, mengakibatkan gelombang kejut luar biasa.


“Ugh...” Master Sekte Gajah memuntahkan seteguk darah merah lalu melesat ke tempat yang sangat jauh.


“Ini.. Buddha Tiga Emosi, salah satu kemampuan puncak Kuil Buddha! Bagaimana Biksu muda itu menguasai teknik semengerikan itu?” Ling Tian yang awalnya ingin menonton kesenangan sebelum bertempur melawan Xue Lingyi, tiba-tiba memegang di tempat.


Bahkan untuk Niu Gong juga merasa bahwa Sekte Gajah kini menabrak plat besi. Tentu saja untuk Biksu yang mempelajari teknik sekuat itu memiliki identitas sangat tinggi di Kuil Buddha.


Bom!


Master Sekte Gajah membentur permukaan tanah lalu ledakan besar terjadi.


“Uhuk...!”


“Bajingan!”


“Bagaimana bisa Dewa Kelas 2 tahap menengah memiliki kekuatan dahysat seperti itu?” Batin Master Sekte Gajah sangat marah saat perlahan bangkit dari puing-puing bebatuan.

__ADS_1


“Tidak ada gunanya menonton!” Batin Niu Gong dan Ling Tian saat keduanya melesat ke arah Ren Jie dan Xue Lingyi.


Zhep!


Master Sekte Wayang muncul tiba-tiba di hadapan Ling Tian bersama dengan Wayang miliknya.


“Cukup sampai di sini, Ling Tian. Jangan paksa aku untuk melawanmu!” ucap Master Sekte Wayang dingin.


Wayang di sebelah Master Sekte Wayang, Liu Dongfeng tampak sangat kuat. Itu adalah Wayang jenis makhluk kuno berbentuk humanoid harimau berwarna emas setinggi lima meter.


Setelah menerima metode pembuatan Wayang dari Canglan, Liu Dongfeng akhirnya menyempurnakan boneka Wayang yang selama ini ia simpan dengan baik yang belum selesai dikerjakan bahkan ketika waktu berlalu selama puluhan ribu tahun.


“Liu Dongfeng..! Apa kau ingin mati?” Tanya Ling Tian dingin dan melanjutkan, “Apa yang membuatmu menghalangiku?”


“Tentu saja ini karena kesepakatan yang aku buat dengan salah satu murid Sekte Wayang. Dan aku bukan seseorang yang akan mengingkari janjiku. Jika kau bergerak lebih dari ini, maka kau harus bersiap untuk mati!” ucap Liu Dongfeng dingin.


Disaat itu juga, aura humanoid harimau emas meletus, dan itu membuat Ling Tian menyerit karena aura itu sangat dekat dengan Dewa Kelas 1 tahap menengah. Dengan tambahan Liu Dongfeng, ia merasa bahwa ia akan kalah karena ia harus menghadapi wayang yang mungkin tidak memiliki pengaruh besar terkena Belitan Qi Raja.


Sementara itu, untuk Niu Gong yang awalnya ingin menangkap Ren Jie, langsung di hadang oleh Xue Lingyi.


Blar!


Kerangka merah tersebut perlahan membeku saat tombak Xue Lingyi menghantamnya.


Melihat hal itu, Niu Gong langsung terbang mundur menjaga jarak karena ia langsung yakin dengan instingnya sebelumnya bahwa Xue Lingyi memang sangat berbahaya.


“Apa hubunganmu dengannya?” Tanya Niu Gong dingin.


“Rekan kepercayaan dan juga dermawan Klan Rubah Salju.” Balas Xue Lingyi saat melambaikan Tombak Raja Salju dari belakang ke depan lalu menunjuk ke arah Niu Gong.


“Jika kau masih ingin memburunya, maka aku akan menemanimu untuk bertempur.” Lanjut Xue Lingyi dingin.


Suasana di tempat tersebut langsung hening, hanya pertempuran antara Biksu muda botak dan Master Sekte Gajah yang terdengar di tempat yang cukup jauh.

__ADS_1


Ren Jie terdiam melihat semua barisan kuat itu. Ia mengepalkan tangannya dengan kuat, menatap dingin ke arah Ling Tian dan Niu Gong.


“Hanya karena kalian lebih kuat kalian mencoba memburuku? Lihatlah, ketika aku mencapai level kalian, maka aku akan menunjukkan seperti apa rasanya di tindas!” Batin Ren Jie. Ia tau bahwa dirinya saat ini tidak layak untuk sepatu semua eksistensi kuat yang ada di sana.


Xue Lingyi dapat merasakan fluktuasi amarah Ren Jie dan ia pun berkata melalui telepati, “Pergilah, aku tau bahwa Buku Hitam yang kau beli sebelumnya akan membawamu ke suatu tempat. Suatu hari nanti, kita akan bertemu kembali!”


Mendengar itu, Ren Jie melirik untuk terakhir kalinya ke arah Xue Lingyi lalu ke arah semua yang ada di sana. Ia mengangguk sedikit ke arah Canglan di tempat yang jauh lalu ia langsung merobek ruang ke tempat yang sangat jauh.


“Konsep Ruang? Bocah itu memiliki konsep berbahaya!” Batin Niu Gong dan ia ingin tau apakah memprovokasi Ren Jie pada akhirnya membawanya ke masalah tiada akhir. Oleh karena itu, ia merasa bahwa lebih baik membereskan Ren Jie sebelum tumbuh sepenuhnya.


“Kloning Kematian!”


Niu Gong menggunakan tekniknya dan puluhan ribu Tengkorak muncul lalu menyerang ke arah Xue Lingyi.


Melihat itu, Xue Lingyi mendengus dingin dan menggunakan kekuatan penuhnya untuk bertempur.


Bahkan Ling Tian yang melihat itu langsung menerjang ke arah Liu Dongfeng, ia sangat membenci seseorang yang mencoba untuk menghentikannya.


Bom! Bom! Bom!


Pertempuran di tempat tersebut pun memanas. Dan itu disaksikan oleh sangat banyak kultivator, terutama untuk Dewa Kura-kura Hitam dan Ji Hua’er.


“Pemuda bernama Ren Jie itu dalam bahaya.” ucap Ji Hua’er dengan gelengan kepala karena ia melihat apa yang dilakukan oleh Niu Gong.


“Ya, bagi orang-orang yang tidak tau kemampuan Niu Gong, mereka akan tertipu. Apa yang tinggal di tempat ini hanyalah kloning Niu Gong, dan tubuh aslinya sudah menyelinap pergi mengejar Ren Jie. Untuk Xue Lingyi, dia akan kesulitan membedakan Kloning dan tubuh utama karena dia masih berada di level Dewa Kelas 2 tahap akhir. Walaupun kemampuan tempurnya luar biasa, tetap saja kekuatan spiritualnya untuk melacak seseorang yang lebih kuat menjadi kelemahannya.” ujar Dewa Kura-kura Hitam dan menemukan kekurangan Xue Lingyi.


Ji Hua’er langsung mengangguk setuju dan menatap ke arah tempat Ren Jie pergi dengan mata berkedip. Ia merasa ragu untuk beberapa saat lalu pada akhirnya ia pun menghilang.


Dewa Kura-kura Hitam menatap kepergian Ji Hua’er dengan gelengan kepala. Ia tau bahwa gadis itu tertarik terhadap Ren Jie dengan cara khusus. Tetapi ia tidak menghentikannya sama sekali.


“Hua’er, walaupun kau tidak pergi, senior itu pasti akan membantunya.” Gumam Dewa Kura-kura Hitam saat merasakan aura samar milik tamu dari Ruang VIP Diamond nomor 7 sebelumnya. Dan ia langsung tau siapa dia ketika pertama kali bertemu untuk bernegosiasi tentang pembelian barang dengannya.


Dewa Kura-kura Hitam hanya diam di tempat lalu berkata dengan nada cukup dalam. “Aku tidak memberitahu Ren Jie memiliki hubungan dengan Istana Surgawi Mimpi Ilahi. Tetapi senior itu, orang nomor tiga di Istana Surgawi Mimpi Ilahi bergegas pergi ke tempat Ren Jie yang artinya dia sudah tau siapa Ren Jie dan mencoba melindunginya.”

__ADS_1


“Niu Gong, aku hanya bisa berdoa untuk keselamatanmu.” Lanjut Dewa Kura-kura Hitam dengan nada sedikit menyesal dan itu menyiratkan bahwa besok ia harus menghadiri pemakaman salah satu Dewa kuat di Benua Kekacauan.


__ADS_2