
Benua Kekacauan
Ren Jie terbang ke arah tertentu dengan batu konsep Ruang dan Waktu Tingkat ketiga ditangannya. Tatapannya tampak kosong sedikit.
“Aku sudah menduga bahwa aku akan menderita di tangan wanita itu!” Ren Jie mengeluh dalam hati. Permintaan Ji Hua’er sungguh tidak masuk akal.
“Lupakan, yang pastinya aku tidak akan memiliki hubungan dengan wanita mengerikan itu. Mungkin suatu hari nanti akan terjadi masalah, tetapi aku tidak tau apakah ini baik atau buruk. Lagi pula, aku berada di posisi yang tidak mampu melawan di negosiasi sebelumnya.” Ren Jie tersenyum pahit. Walaupun ia tidak melakukan apapun yang membahayakan dirinya, tetapi Ji Hua’er secara paksa mengambil sesuatu yang menjadi miliknya.
Menggelengkan kepalanya sekali lagi, Ren Jie menyimpan batu konsep Ruang dan Waktu tingkat ketiga di dalam cincin ruang miliknya. Ia menunggu waktu yang tepat untuk mempelajarinya karena ia tau bahwa untuk mencapai konsep Ruang dan Waktu tingkat ketiga, mungkin dirinya juga membutuhkan waktu yang sangat lama agar mencapainya.
**
Sementara itu, di beberapa kota, badai konsep Kematian diperhatikan oleh sangat banyak kultivator Dewa Kelas 3 dan Dewa kelas 2.
Di Kota Dewa Kura-kura Hitam, pertempuran panas yang sedang terjadi pun terhenti.
Semua yang ada di sana menatap ke arah langit dengan wajah terkejut, terutama untuk Xue Lingyi yang sudah mengetahui beberapa saat lalu bahwa Niu Gong telah menipunya. Tetapi ia tidak tau kemana Niu Gong pergi sehingga ia melampiaskan amarahnya terhadap Ling Tian yang sedang melawan Master Sekte Wayang.
Dengan gabungan Xue Lingyi dan Liu Dongfeng, Ling Tian menerima pukulan yang sangat mengerikan. Tubuhnya menerima sangat banyak luka. Hanya melawan Liu Dongfeng, itu sudah sangat merepotkan, dan kali ini Xue Lingyi bergabung dalam pertempuran sehingga ia di pojokkan.
“Ini aura Niu Gong? Bagaimana dia bisa tewas?” Xue Lingyi tercengang. Ia awalnya sudah sangat marah karena merasa bahwa Niu Gong pasti memburu Ren Jie, dan ia tidak tau di mana tempat itu berada karena ia di tahan oleh Kloning Niu Gong selama hampir lima menit.
Jarak yang di tempuh dalam lima menit sudah sangat jauh, mustahil baginya untuk mengetahui di mana Ren Jie dan Niu Gong berada, apa lagi keduanya menghapus jejak masing-masing dengan cara tertentu agar tidak ada yang mengikuti.
Siapa yang akan menyangka bahwa ketika Xue Lingyi ingin menghabisi Ling Tian karena merasa kesal, tiba-tiba melihat fenomena yang sudah pasti adalah fenomena yang terjadi akibat kejatuhan Dewa Kelas 1.
__ADS_1
Bahkan Ling Tian dan Liu Dongfeng terkejut bahwa Niu Gong telah jatuh.
Sementara itu, Dewa Kura-kura Hitam yang masih menonton dari pinggiran medan perang, menatap ke arah langit dengan gelengan kepala. Ia sudah menduga hal ini sedari awal walaupun mungkin ia akan sangat terkejut bahwa Niu Gong sebenarnya jatuh di tangan Ren Jie.
“Apakah pria tua dari Istana Surgawi Mimpi Ilahi itu membatu Ren Jie membunuh Niu Gong?” Tanya Dewa Kura-kura Hitam karena ia merasakan aura Ji Hua’er yang muncul.
“Ya, tetapi Ren Jie membunuhnya secara pribadi dalam pertempuran satu lawan satu.” ucap Ji Hua’er ketika ia tiba di samping Dewa Kura-kura Hitam.
“Apa?” Dewa Kura-kura Hitam terkejut dan langsung menoleh ke arah Ji Hua’er. Berita yang ia terima kali ini sungguh membuatnya sangat tidak percaya karena tidak pernah sejarahnya eksistensi Dewa Kelas 3 menghabisi Dewa Kelas 1.
“Jangan terlalu terkejut.” Ji Hua’er pun langsung menceritakan secara singkat tentang apa yang terjadi sebelumnya.
Mendengar cerita Ji Hua’er, Dewa Kura-kura Hitam terdiam karena kematian Niu Gong penuh dengan hinaan dan rasa malu.
“Tentu saja.” Ji Hua’er tersenyum menawan saat menjawab.
“Apa yang aku perdagangkan darinya untuk memberikan batu konsep Ruang dan Waktu tingkat ketiga?” Tanya Dewa Kura-kura Hitam.
“Maaf, ini adalah rahasia yang tidak bisa aku ungkapkan kepada siapapun, walaupun itu untuk dirimu, bos.” ucap Ji Hua’er lalu melanjutkan tanpa menunggu Dewa Kura-kura Hitam berbicara, “Aku akan pergi dalam beberapa tahun untuk melakukan sesuatu. Jangan cari aku untuk masalah yang tidak penting sebelum aku kembali seorang diri.”
Setelah itu, Ji Hua’er langsung menghilang seketika yang membuat Dewa Kura-kura Hitam memiliki garis-garis hitam di dahinya.
“Bocah tidak tau diri!” Dewa Kura-kura Hitam mengutuk Ji Hua'er.
Ji Hua’er adalah anak yang diadopsi oleh Klan Ji yang menguasai Paviliun Dewa Kura-kura Hitam, bakatnya sungguh mengerikan karena terlahir dengan konsep Ruang dan Waktu. Pada akhirnya, Ji Hua’er tumbuh menjadi sosok nomor dua di Paviliun Dewa Kura-kura Hitam.
__ADS_1
Dewa Kura-kura Hitam pun menggelengkan kepalanya lalu menatap kembali ke arah pertempuran yang berlangsung kembali di tempat yang tidak terlalu jauh.
**
Waktu terus berlalu dan Ren Jie yang terus bergerak ke arah tertentu telah berpergian selama hampir dua hari lamanya.
Ren Jie pun perlahan turun ke arah bawah karena di jarak sejauh ini dari Kota Dewa Kura-kura Hitam, tidak mungkin ada yang melacaknya kecuali ada eksistensi Dewa Kelas 1 tahap akhir yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
Ketika Ren Jie mendarat di sebuah pegunungan yang sangat sepi jauh dari tempat tinggal manusia, ia pun mengeluarkan buku hitam dan Koin Jiwa Raja Naga.
Ketika Ren Jie membuka buku hitam, kekuatan dahsyat meledak tetapi itu tidak mempengaruhinya sama sekali.
“Hm? Koin Jiwa Raja Naga tidak bereaksi kali ini yang tandanya bahwa Koin Jiwa Raja Naga ini tidak digunakan di sekitar tempat ini. Alasan kenapa di Rumah Lelang itu memiliki reaksi khusus, itu pasti dikarenakan sudah sangat lama kedua benda itu tidak saling berdekatan.” Gumam Ren Jie dan langsung menyimpan Koin Jiwa Raja Naga.
Lalu Ren Jie melihat ke arah buku hitam di barisan pertama dan membacanya dengan seksama. Tulisan yang ada di sana adalah tulisan yang sangat kuno, yaitu tulisan yang digunakan ketika ayahnya berada di atas tahta 33 Surga.
Tentu saja Ren Jie mengetahui bahasa itu dengan sangat baik.
“Bintang Brahma, Bintang yang diciptakan dan diberikan kepada Klan Bei. Ini untuk menghormati hubungan antara Kaisar Manusia dengan Buddha Agung Brahma Bei Xu.” Ren Jie yang membaca itu langsung paham bahwa di masa lalu ada seseorang bernama Bei Xu yang menjadi kenalan ayahnya dan itu juga pasti pendiri Kuil Buddha di Bintang Brahma.
Dikatakan bahwa Bei Xu tinggal di Kuil Buddha sampai menemui ajalnya, tugasnya adalah melindungi Alam Surga peringkat atas agar tidak di jamah oleh Iblis dan makhluk asing tertentu yang berasal dari luar 33 Surga.
Ren Jie terdiam dan bertanya-tanya apakah buku yang ia beli hanya akan menceritakan tentang sejarah karena di lembar pertama, itu menceritakan segala sesuatunya tentang Kuil Buddha dan salah satu dari 33 Alam Surga.
Tetapi, ketika membuka lembar kedua, wajah Ren Jie langsung berbinar karena ternyata halaman pertama adalah pendahulu yang menceritakan tentang Bintang Brahma. Dan halaman yang ia buka saat ini adalah apa yang ia butuhkan.
__ADS_1