
Mendengar kalimat Alfan, Aryan segera beranjak dari atas lantai tempatnya bersimpuh. Yah, ia sadar, meskipun dirinya adalah Ayah biologis dari gadis kecil itu, namun, yang negara tahu Alfan lah orang tuanya. Jika ia terus memaksakan hatinya yang ingin bertemu, maka resiko yang akan ia dapati nanti pasti sangat besar.
Ingin rasanya ia kembali membahas tentang kehidupannya bersama Rika, namun, melihat Alfan yang sekam tidak setuju dirinya berlama-lama di sana, ia segera berpamitan untuk pulang. Namun, sebelum benar-benar meninggalkan kediaman mewah itu, Aryan kembali memastikan jika Alfan benar-benar akan mengizinkan dirinya bertemu gadis kecil itu.
Alfan pun mengiyakan. Namun, semuanya harus ia pikirkan kembali. Karena bagaimana pun, Kayra masih sangat kecil untuk mengetahui apa yang terjadi di masa lalu ibunya.
Beberapa saat setelah kepergian Aryan, Alfan kembali mendekati Kia, dan duduk di samping wanita itu.
"Kalau kamu tidak keberatan, aku ingin mencatatkan pernikahan kita hari ini dan mendaftarkan Kia sebagai anak ku." Ujarnya saat tubuhnya sudah duduk di samping Kia.
"Maksud mu?" Tanya Kia tidak mengerti.
"Ijab kabul nya kita laksanakan hari ini, dan resepsi pernikahannya kita laksanakan tiga hari lagi, bagaimana?" Tanya Alfan.
Kia terdiam sejenak.
"Apa ini tidak terlalu terburu-buru?" Tanyanya lagi.
Alfan segera menggeleng.
"Lima tahun bukanlah waktu yang singkat, Kia. Aku tidak mau, laki-laki itu akan terus mencari tahu tentang hubungan kita, dan nanti melakukan hal yang lebih nekat dari hari ini." Jawab Alfan.
Mendengar ada langkah kaki yang melangkah menuju ruangan tempat ia dan Alfan berada, Kia segera berpaling tanpa sempat menjawab kalimat Alfan.
"Kami pulang dulu, Bang Daren harus ke kantor." Pamit Daniza.
__ADS_1
Kia segera beranjak dari sofa tempat ia duduk lalu menatap Daniza penuh rasa bersalah. Karena masalahnya, membuat wanita yang sedang tersenyum ke arahnya ini, menunda kepulangannya.
"Maafkan aku, Niz." Ucap Kia merasa bersalah.
"Santai aja, Kia. Semoga masalahnya cepat selesai ya." Jawab Daniza dan segera di aminkan oleh Kia di dalam hatinya. "Kami pulang, Bang. Cepat ajakin nikah, jangan sampai keburu di sambar mantan." Sambung Daniza lagi menggoda sang kakak.
Daren ikut tersenyum karena mendengar ucapan istrinya.
"Kami pulang ya, Fan. Selamat berjuang." Ucap Daren ikut menimpali pembicaraan.
Kia ikut melangkah menuju pintu depan untuk mengantar keluarga kecil itu menuju mobil mereka. Hingga beberapa saat kemudian, semua anggota keluarga yang masih menunggu dengan khawatir di ruang keluarga, ikut keluar dari ruangan itu menuju depan.
"Kalian sudah pada mau pulang?" Tanya Alfan saat melihat kedua Abang nya bersama keluarga kecil mereka, ikut keluar dari rumah lengkap dengan tas yang berisi pakaian.
"Iya, aku pikir kamu bakal adu jotos dulu dengan mantan." Ucap Aidar meledek.
Tria dan Tiara juga memberikan kata-kata semangat serta do'a agar masalah yang sedang di hadapi oleh Kia akan segera selesai. Setelah berpamitan pada orang-orang yang masih berdiri di pelataran rumah, mobil milik Aidar dan Azam, masing-masing mulai melaju meninggalkan pelataran rumah mewah itu.
Arion masih menggendong Kayra, sambil memperhatikan mobil yang tumpangi anak-anak dan cucunya yang lain mulai menjauh dari pelataran rumahnya.
"Masuk yuk." Ajak Danira.
Setelah melihat pintu gerbang yang baru saja di lewati mobil kedua putranya, mulai di tutup oleh penjaga keamanan, Danira segera melangkah masuk ke dalam rumah di ikuti oleh suaminya yang masih terus memeluk cucu mereka.
Alfan dan Kia pun ikut melangkah masuk ke dalam rumah. Masih ada hal penting yang akan ia bicarakan mengenai rencananya hari ini. Benar, rencana pernikahannya dengan Kia harus di segerakan sebelum Aryan semua akan semakin rumit nanti. Ia tahu, Aryan tidak akan berhenti sampai di situ. Begitu jelas terlihat, jika laki-laki itu masih menyimpan rasa yang begitu besar terhadap Kia, dan ia tidak mau mengambil resiko kehilangan Kia untuk yang kedua kalinya.
__ADS_1
Perihal Kia saat ini sudah mencintainya atau belum, itu urusan nanti. Semua itu bisa ia usahakan sambil berjalannya waktu. Yang terpenting saat ini adalah, ia dan Kia sudah resmi menjadi suami istri di mata agama dan juga negara.
"Mami, Alfan dan Kia akan melangsungkan ijab kabul hari ini, dan langsung mendaftarkan pernikahan kami di pencatatan sipil." Ujar Alfan saat ia dan kedua orang tuanya sudah sampai di dalam rumah. Kia pun berada di ruangan itu. Menjadi penyimak antara o
Alfan dan kedua orang tuanya.
"Kia setuju?" Tanya Danira.
Menurutnya, apapun itu semuanya kembali lagi pada Kia. Karena bagaimana pun, Kia lah yang akan menjalaninya nanti.
"Kia ikut yang terbaik aja, Tan." Jawab Kia.
"Jangan terlalu berpasrah diri, Kia. Meskipun kita sebagai wanita, kita pun punya hak yang sama untuk mengemukakan pendapat." Ujar Danira memperingati. Ia suka menantu yang patuh seperti kedua menantunya yang lain, tapi akan menantu yang pandai dalam mengemukakan pendapat akan menjadi pendukung untuk putra nya nanti.
"Sepertinya rencana Alfan memang baik, Mi. Karena hari ini atau pun tiga hari nanti, pernikahan akan tetap terjadi. Untungnya, jika pernikahan itu terlaksana hari ini, kita akan memiliki kesempatan mencegah hal buruk yang akan terjadi dua hari lagi. Sepertinya putra Ganedra itu, tidak akan tinggal diam atas Kayra." Ujar Arion sambil semakin mengeratkan pelukannya di tubu gadis kecil yang sedang duduk di atas pangkuannya.
Tidak hanya Alfan yang sudah mencintai gadis kecil ini, namun, seluruh keluarganya sudah menganggap Kayra sebagai salah satu bagian dari keluarga besar mereka. Meskipun tidak ada ikatan darah di antara mereka, tetap saja Kayra sudah menjadi salah satu anak penting dalam keluarga.
"Terus tiga hari lagi gimana?" Tanya Danira.
"Resepsi pernikahan akan tetap berlangsung, Mi. Walau hanya akan di hadiri oleh keluarga besar saja. Alfan mau, seluruh keluarga mengenal Kia." Jawab Alfan.
Danira mengangguk setuju. Selama ini, hanya dirinya dan anak-anak serta menantunya yang tahu tentang Kia. Keluarga nya yang lain, belum tahu tentang Kia dan Kayra.
"Baiklah, akan segera Mami siapkan. Hari ini, kita akan langsung ke kantor urusan agama terdekat dulu." Ujar Danira. "Dokumen yang di kirimkan mantan kakak ipar mu dulu, masih kamu simpan kan?" Tanyanya lagi, Kali ini sudah menatap ke arah Kia.
__ADS_1
"Iya, Tante. Kia masih menyimpannya." Jawab Kia.
"Baiklah, nanti siapkan semuanya. Kita akan langsung ke kantor terkait hari ini." Ujar Danira lagi.