Kebebasan ADINDA

Kebebasan ADINDA
Eittzzz ketahuan juga


__ADS_3

Di cafee tulip sudah berkumpul ibu- ibu rempong. Geng sosialita yang bernama MOMY BLING BLING dengan baju corak macan, heboh sangat. Mereka tampak hedon dengan tas merk chandil dan perhiasan bertahtakan berlian. Tinggal Selly seorang yang masih di perjalanan, "Jeng Selly kemana ya, kok belum sampe juga," ucap Jeng Vivian. Ketua geng yang di gosipkan punya brondong. Tante berbadan gempal ini memang paling heboh di antara semua sosialita itu.


"Mungkin sibuk Jeng, tunggu aja sebentar" timpal Jeng Mayang, si tanteu dengan kerudung mewahnya. Usut punya usut dia seorang istri koruptor tetapi gaya hedonnya sangat tinggi.


Di luar tampak seorang lelaki berumur dengan rambut beruban kelimis tapi tampak gagah dengan balutan kemeja dan jas warna abu - abu, sedang menggandeng seorang wanita muda dengan pakaian sexy menggelayut di pundak nya.


"Dady ku sayang, makasih ea sudah meluangkan waktu nya untuk ku hari ini, i love u so muchhhh dady," kata wanita itu yang di ketahui bernama Rivana. Seorang mahasiswa yang menjadi kekasih gelap lelaki tua itu


"Love u too honey, apa yang tidak buat kamu, dady selalu menjadikan mu prioritas.Ayo masuk kita makan disinl saja" ucap nya.


Lalu mereka duduk di tepi cafe yang lumayan tersembunyi dari pengunjung lain.


Tetapi ketika salah satu dari ibu- ibu rempong itu melihat Cakra bersama wanita muda.


"Jeng, jeng lihat deh itu kan suami Jeng Selly, kenapa ada bersama wanita muda ya, apa aku salah lihat, tapi bener kok itu suaminya, perasaan dia belum punya anak deh ," kata Jeng Vivian heran.


"Bener itu jeng, itu Pak Cakra. Sama siapa ya dia, jangan- jangan itu selingkuhannya. Wajib kita video nikh sebagai bukti kalau nanti di butuhkan,," jawab Jeng Lisa.


Sementara di meja sebelah Cakra dan Rivana sedang makan. Sesekali ciuman manja dan nakal ia berikan kepada wanita itu. Peluk sensual mereka lakukan tanpa merasa malu dilihat orang di sekitarnya, tanpa sadar juga kamera selalu merekam adegan itu.

__ADS_1


"Cukup Jeng, kita sudah cukup bukti" ucap Jeng Vivian.


"Duh jadi kasian deh sama Jeng Selly. Dia selalu membanggakan suaminya, tanpa dia tau di belakang nya kek apa. Tapi kita harus merahasiakan nya dari Jeng Selly ya, kasian biarkan saja itu masalah pribadinya kita tak berhak ikut campur" ujar Jeng Ambar.


Tanpa sadar Cakra melihat geng yang di kenal sahabat istrinya. Dia terperanjat dan buru - mengajak Rivana pergi.


"Sayang bisa makannya udahan, kita pindah caffe aja. Disini dady gak nyaman " ujar Cakra panik


"Kenapa sih dady, makanannya enak kok," jawab Rivana.


"nurut aja sama dady ya" bill di bayar dan buru - buru melangkah. Belum sampai luar, tiba - tiba Jeng Vivian menyapa Cakra.


"Maaf saya harus pergi, saya masih banyak kerjaan," jawab Cakra tegas.


"Oh ya silakan" timpal Jeng Vivian.


Tak berselang Selly pun tiba di caffe dan menyapa teman-teman nya.


"Hai bestie senior ku. Maaf saya telat nikh, macet soalnya, belum mulai kan acaranya" sapa Selly.

__ADS_1


Melihat Selly, semua anggota geng nya menatap dengan mata nanar.


"Belum kok jeng, mari gabung" ucap Jeng Ambar


Di dalam mobil Cakra hanya diam. Dia masih memikirkan bagaimana dia bisa bertemu dengan teman istrinya.


"Sial sekali" guamannya.


"Dady kenapa diam saja, apa ada yang dady pikirkan, sejak ketemu dengan geng ibu - ibu rempong wajah dady tampak gelisah" tanya Rivana heran.


"Tidak kok honey, aku hanya sedang lapar saja, " balasnya singkat.


"Lapar mah makan jangan cemberut gitu" jawab Rivana.


"Aku lapar pengen makan kamu, " jawab Cakra sambil menunjuk buah dada kenyal Rivana.


"Dady mah nackal. Boleh sih, tapi transfer buat jajan ya" celoteh Rivana.


"Berapa pun honey, asal buat dady mu ini puas " jawabnya.

__ADS_1


__ADS_2