
"Ikut aku ke taman belakang, kalau kamu ingin bicara" celetuk Adinda sambil berjalan dan di ikuti oleh Ferdian.
Sesampainya di taman belakang, Adinda duduk sambil memainkan ponsel tanpa menoleh ke arah Ferdian.
"Ingin bicara apa kamu Fer?" tanya Dinda ketus.
"Aku hanya ingin bicara kalau Pak Antoni sangat sedih dan menyesal telah menampar mu Dinda" jawabnya.
"Seumur hidup ku, baru pertama kali papah kasar terhadap ku Fer. Aku sakit hati sungguh," ungkap adinda lesu.
"Aku tahu papa mu sudah salah, tapi apa kamu pikir kamu juga tidak salah melawan orang tua hahhh?, Pak Antoni hanya ingin kamu mau fokus bekerja. Umur mu sudah 25 tahun, tapi kamu belum bekerja dan hanya mengikuti hobimu. Aku bicara begini karena tau dari papa mu, tak baik harus berdiam dengan orang tuamu, bicara lah agar semua clear " tutur Ferdian sambil mengelus rambut adinda.
"Aku hanya ingin bebas dari ini semua, aku hanya ingin menikmati hidup menyatu dengan alam, itu saja" kata Adinda sambil menangis lirih.
"Aku tahu kaMu mencintai hidupmu, tapi kamu juga harus mencintai orang tua mu. Mereka selama ini berjuang untuk mu. Saatnya kau berbakti pada mereka, sekarang temui papa mu, beliau sedang menunggu di balkon atas" pinta Ferdian.
__ADS_1
"Boleh, tapi peluk dulu," pinta Dinda merengrek seperi anak kecil.
"Peluklah sesukamu" jawabnya.
Mereka berpelukan sangat erat, ada kelegaan di dapat oleh Adinda.
Cuppppp Adinda mencium bibir Ferdian. Ferdian hanya diam termangu tak membalas ciuman Adinda ..
"Uppppsss maaf Fer, aku terlihat murahan mencium mu, anggap saja ini tanda terimakasih dari ku ," ucap Adinda sambil berlalu menuju balkon untuk menemui sang papa.
"Apa ini yang di maksud ciuman pertama,, " gumam Ferdian dalam hatinya yang bergejolak.
"Papa, aku minta maaf, sudah mendiamkan mu. Aku kecewa pada papa," ungkapnya.
"Putri papa. Kamu tahu nak, saat kau sangat lucu ketika marah. Maafkan papa ya nak, sudah membuat kamu terluka, papa sangat merasa bersalah. Mama dan papa tidak meminta apapun kepadamu, hanya satu kamu lebih peduli dengan perusahaan kita. Urus perusaahaan kita yang sudah mama dan papa bangun dari nol, kalau bukan kamu siapa lagi," pinta Tuan Antoni memohon.
__ADS_1
"Baiklah pa, aku akan lebih peduli pada perusahaan kita. Mulai besok aku akan mulai bekerja, tapi aku minta sama papa jangan halangi aku untuk mendaki pah," jawabnya.
"Hmmmmmzzz ,,,baiklah papa tak akan melarang kamu asalkan kamu fokus dengan perusahaan kita"
"bener pah,?" ucap adinda girang.
"Bener sayang," jawab Tuan Antoni
Ketika mereka sedang asik berbincang , munculah Nyonya Rossi dengan terharu. "Syukur kalian sudah baikan,, mama juga setuju dan tak akan melarang kamu naik gunung asal kamu mau bekerja di perusahaan kita" ungkapnya bahagia terharu.
"Terimaksih ma, pah, kalian sudah mengerti pada ku".
"Sudah kita terharunya. Kamu siap- siap nanti sore menghadiri louncing parfum terbaru kita. Harus cantik dan elegan, oke sayang" kata Nyonya Rossy.
"Arggghhhh mama baru juga baikan sudah di suruh bekerja" kesal nya.
__ADS_1
"Jangan membantah atau kami berubah pikiran" ucap Tuan Antoni sambil terkekeh senang.
Happy ending dengan Adinda, kembali ceria dengan kedua orang tuanya, membuat Ferdian merasa senang, dia berharap nasib nya pun sama dengan Adinda.