Kebebasan ADINDA

Kebebasan ADINDA
SAMBIL MENYELAM MINUM AIR


__ADS_3

Ungkapan itu menggambarkan hati Tuan Antoni. Dia yang sedari lama menaruh dendam terhadap Cakra karena persaingan bisnis mulai menemukan kartu as nya Cakra. "Skak mat kau Cakra" gumam Tuan Antoni dalam hati.


Siang itu Tuan Antoni mengajak Gerdian untuk menemani dirinya menghadiri seminar pengusaha. Awalnya dia menolak karena pasti bertemu dengan Cakra, tetapi Tuan Antoni terus meyakinkan nya sehingga akhirnya luluh juga.


"Pake pakaian yang sudah aku belikan ya nak. kamu akan tampak gagah hari ini," ujar Tuan Antoni.


"Baik pak, terimaksih untuk semua nya" balas nya.


"It's oke my son, permainan pertama dimulai, kamu harus percaya diri.


Tak berselang lama, keluarlah Tuan Antoni dengan di ikuti oleh sosok yang sangat tampan memakai balutan kemeja putih dan jas navy. Melihat itu Adinda menjadi terpana.


"Bang Ferdi tampan sekali. Aku gak pernah lihat abang segagah ini" ucap Ana kagum.


"benar banget itu. Abang seperti bukan Ferdian yang kami kenal " kckck suara tawa Lucy lepas.


"Jangan kaya gitu, doa in supaya abang selamat ya. Yaudah abang pergi dulu" jawab Ferdian.


Pergilah mereka dan memasuki mobil, tetapi tatapan Adinda masih mematung, melihat ini mama sampai heran.


"Adinda. Halooo, kok bengong. Nanti kesambet loh," kata mamanya.

__ADS_1


"Akh enggak mah, maaf" timpal Adinda bingung.


Di hotel D'pegasus, tempat para penguasa ekonomi berkumpul, terlihat Cakra bersama sang istri.


Deg deg deg hati Ferdian meradang. Pertama kali setelah kepergiannya 15 tahun silam baru melihatnya nya lagi, sosok jahat yang telah membunuh orang tuanya dan membuat dia sengsara.


"Sloww Fer, jangan terbuai perasaan, kamu datang sebagai orang lain, ku akan menyebut mu sebagai keponakan dari Yunani, jangan tegang. jika kamu tegang akan membuat dia curiga" bisik Tuan Antoni.


"ya pak, saya cuma masih sedikit takut" jawabnya.


"Tenang " timpal Tuan Antoni.


Di sapa nya beberapa kolega, sampai lah di meja Cakra dan istrinya.


"Hallo sodaraku, meskipun anda rival dalam bisnis tapi di belakang layar anda teman saya Pak Antoni" jawab Cakra.


Seketika pandangan Cakra beralih kepada sosok lelaki tampan di samping Tuan Antoni. Melihat matanya lekat, seketika dia ingat akan mata alm kaka nya.


"Mata nya~~~ seperti ku lekat memandang sosok Mas Pratama" gumamanya dalam hati.


"Siapa ini pak, saya baru pertama melihatnya" tanya Cakra kikuk.

__ADS_1


"Dia ini keponakan saya dari Yunani. Baru kemarin sampai Jakarta.


Oya perkenalkan ini teman om " beber Tuan Antoni.


Uluran tangan dan langsung di balas oleh Cakra. Seketika nyes aliran darah nya cepat memompa, seperti tak asing lagi dengan tangan ini, seperti pernah bertemu sebekumnya tapi entah siapa.


"Hallo om, perkenalkan saya Ferdian Lucas M, saya keponakan Om Antoni, lama menetap di Yunani. Senang bertegur sapa dengan om" P


pekik Ferdian.


Mendengar nama Ferdian di sebut seketika jantung nya terasa berhenti, bagaimana tidak nama itu sama dengan nama keponakan nya dulu yang entah dimana.


"Fe Fe Ferdian, senang berkenalan dengan anda" jawab nya kelu.


Acara semakin berlangsung ramai dengan kehadiran artis ibukota. tapi tatapan Cakra masih tertuju kepada Ferdian.


"Apa benar yang di katakan nya. Apa aku cuma halusinansi saja. Tapi tak mungkin anak itu, dia entah dimana sekarang. Tidak dan jangan pernah ingat mereka lagi, bagiku anak Mas Pratama sudah mati'' gundahnya dalam hati.


Melihat suaminya terus melamun di antara riuhnya sorak sorai orang lain membuat Selly menjadi heran.


"Mas~~ mas kenapa kamu melamun sejak tadi? apa yang kamu fikirkan mas?,,,"tanya Selly bingung sambil mengguncangkan tubuh sang suami.

__ADS_1


"Tak ada apa-apa. Hanya sedang ingin merenung saja" ungkapnya.


__ADS_2