
Cakra terus saja berteriak meminta pertongan hingga datanglah sebuah mobil yang sedang menarik hewan ternak lewat. Carka terus saja melambaikan tangannya agar mobil itu berhenti.
"Stopppp!! Tolong saja" ucap Cakra pada pengemudi mobil bak terbuka itu.
"Yaampun anda bisa di tengah hutan begini kenapa? Anda bukan begal kan pak?" tanya supir itu.
"Saya korban penculikan dan bukan begal! Tolong saja bisakah saya ikut menumpang?" tanya Cakra.
"Boleh! Tapi maaf anda duduknya di belakang karena disini kami berdua sempit.
" Tak apalah" Cakra pun menaiki mobil itu bersama kambing dan ayam.
Cakra langsung muntah tak kala kambing yang ada di sampingnya kencing dan langsung mengeluarkan biji sukro yang sangat banyak.
"Huekkkkkk, Huekkkkkk" Cakra langsung muntah melihat benda menjijikan itu.
"Bau sekali" ucapnya sembari menendang pantat kambing itu sampai membuat hewan itu marah dan menyeruduk tubuh Cakra sampai kesakitan.
"Siapan dasar hewan sialan. Kau menyeruduku" umpatnya.
Cakra pun sampai di rumahnya dan segera memberikan uang yang pada kedua supir itu.
Dia pun masuk kedalam rumahnya. Selly yang melihat cakra yang hanya memakai celana pendek saja terheran.
"Kau Cakra kan suamiku?" tanya Selly heran.
"Iya siapa lagi. Aku di culik dan di lepaskan di tengah hutan untungnya aku bisa kembali" ucapnya sembari mendudukan bokongnya di meja makan. Hal ini membuat Selly mual karena badan Cakra sangat bau kambing dan ayam.
"Siapa yang menyulikmu?" Selly bertanya sembari menutupi hidungnya.
Cakra tidak akan jujur jik ini semua ulah sugarbaby nya yang dia tipu karena kabur setelah bercinta.
"Entahlah! Mungkin musuhku" jawabnya.
"Cakra kau bau sekali. Sana kau mandi jangan pegang dulu makanan..Kau ini sangat menjijikan seperti gembel" Selly sangat tidak menyukai Cakra yang sekarang. Dihatinya sudah ada brondongnya yaitu Damian yang setiap saat selalu memuaskan dahaganya akan belaian dan sentuhan dari seorang pria.
"Kau kenapa berpenampilan seperti ABG begitu? Apa kau sudah punya kekasih hah? Kau selingkuh dibelakangku nenek tua? Berani-beraninya akan kubunuh pria nrengsek itu" pekik Cakra
"Hei, kau tak usah berlebihan seperti itu. Aku tidak sepertimu Cakra" jawab Selly yang segera pergi.
¥
Adinda menunggu Ferdian di sebuah taman. Hari ini Ferdian sengaja tidak bekerja karena ingin berduaan dengan sang kekasih.
"Sayang! Sudah lama menunggu?" tanya Ferdian yang baru datang.
"Tidak Fer! Aku rindu kamu" Adinda berkata demikian dengan malu-malu.
"Aku lebih-lebih merindukanmu sayang. Aku terlalu sibuk dan ini juga hari terakhir kamu jadi pengangguran bukan? Besokkan kau harus bekerja juga!" Ferdian mencium pipi sang kekasih dengan sayang.
"Fer malu ah ini di tempat umum" ucap Adinda sembari mencubit manja punggung sang kekasih.
"Biar saja! Biar dunia tahu kau ini kekasihku. Cintaku, dan calon ibu dari anaku" Ferdian sengaja mengencangkan suaranya membuat semua orang yang ada di sana menatapnya.
__ADS_1
"Fer!" seru Adinda pelan.
"Ya sayang!" balas Ferdian.
"Aku takut kau akan meninggalkanku" Adinda berucap dengan lirih.
"Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu sayang? Bagaimana mungkin aku lari dari cinta pertamaku? Seribu bidadari takan bisa mengantikanmu Adinda ku. Hatiku sudah terDinda-Dinda olehmu sayang" Ferdian mengelus pipi mulus sang kekasih.
"Aku percaya padamu sayang! Hanya saja aku takut jika harta dan kedudukanmu sekarang akan mempengaruhi sifat dan sikapmu padaku" ucap Adinda sembari memandang lamat netra jelaga itu.
"Sayang tidak akan terjadi. Mari sekarang kita buat perjanjian, Jika salah seorang dari kita berselingkuh, makan wajib langsung meninggalkannya" ucap Ferdian dengan tegas.
"Baiklah aku setuju" jawab Adinda mantap.
Mereka pun berpelukan dengan sangat dalam sampai tidak menghiraukan sekeliling.
Pelukan mereka pun terlepas takkala terdengar suara kriukkkk perut Adinda..Hal itu membuat Ferdian tersenyum geli.
"Sayang lapar ya?" tanya Ferdian.
"Heheh!! Iya Fer!" jawab Adinda malu-malu.
"Resto sekarang yuk! Aku pun sama laparnya" ucap Ferdian.
Mereka berdua pun pergi kesebuah restoran khas timur tengah dan langsung memesan makanan disana.
"Lah kalau gak ngerti kenapa kamu mengajaku kemari?" tanya Adinda sedikit kesal campur ingin tertawa.
"Ya kan aku bisa nanya sama kamu sayang" ucap Ferdian polos.
"Asal kamu tah, aku pun sama tak tahu cara makannya. Ini ada roti terus makannya sama apa ya? Oh apa pakai kuah kari ini mungkin ya? Dan ini nasi pakai bumbu begini dan di atasnya ada daging kambing begini aku rasa ini alasnya kebanyakan Fer untuk kita" Adinda tertawa melihat hidangan yang banyak tapi tak tahu cara makannya.
"Kirain kamu paham makannya kaya gimana, soalnya kan kamu tinggal di kota" Ucap Ferdian.
"Walaupun aku tinggal di kota tapi aku seorang petualang, pendaki jadi apa saja yang aku temui di alam ya aku makan. Aku tidak pernah makan mewah sebanyak ini" ucap Adinda.
"Yasudah sih kita makan saja. Makan mah dimana-mana juga sama kan masuk perut!" ucap Ferdian.
"Yasudah Fer ayo makan! Kita emang orang kaya yang udik ya" Adinda tertawa bersama sang kekasih.
¥
Selly tiba di rumahnya langsung mengamuk karena tas kesayangannya tidak ada di lemari kacanya. Dia langsung berhambur mencari ARTnya. Dia akan memaki ARTnya itu karena dia mengira bahwa dia sudah mencuri tas kesayangannya.
"Saroh kurang ajar kau dimana Saroh" Selly terus saja teriak.
"Iya nyonya saya disini" Ucap Saroh
Saroh sang ART yang sedang mencuci baju di belakang.
__ADS_1
Selly dengan emosi tak terkendali menghampiri wanita paruh baya itu, tangannya seketika mengangkat satu ember yang penuh dengan air bekas bilasan cucian kotor.
Byurrrrrrrrr!!! Air itu sengaja di siramkan ketubuh Saroh sampai basah kuyup.
Selly langsung menjambak rambut ART itu dengan sangat keras.
"Kau kemanakan tas satu milyarku pembantu sialan?" Selly terus mengunyeng rambut beruban itu.
"Saya tidak tahu nyonya" jawab Saroh sembari meringis.
"Jangan bohong kamu orang miskin" Selly terus saja menyiksa wanita yang lebih tua dari dirinya.
"Demi tuhan saya tidak mencuri. Nyonya lepas kau ini sangat keterlaluan" Saroh sudah emosi karena bukan pertama kali Selly menganiayanya.
Saroh balas melemparkan ember kekepala Selly membuat dia mengaduh.
"Sialan kau Saroh" suara Selly terpekik.
"Anda sudah sangat kejam pada saya nyonya! Saya juga manusia yang akan merasa terhina bila di perlakukan seperti binatang!" Saroh dengan beraninya mencengkram rahang selly. Dia menampar, menjambak ,menonjok perut Selly. Dan meludahinya.
"Itu bayaran mahal untukmu wanita biadab! Aku bekerja disini untuk mencari nafkah bukan untuk menjadi bulan-bulanan amarahmu.
Sebelum saroh pergi, dia menendang tubuh Selly dan menginjak wajahnya membuat Selly semakin mengaduh kesakitan.
" Ampun Saroh maafkan aku lirihnya.
"Tak ada hal yang harus di maafkan dari dirimu. Kau sering memaki dan menyakiti fisiku. Aku bertahan bekerja disini karena aku memang butuh biaya sekolah anaku. Kau memang wanita kejam. Keji" Saroh mengambil air bekas cucuian kotor dengan ember. Dia mengguyurkan air itu kebadan Selly dan sebelum benar-benar pergi dia meludahi wajah Selly dengan murka.
Selly sudah berbaring lemah di kasurnya dengan wajah yang memburu akibat oukulan Saroh sang ART. Saat itu Cakra datang dan menghampirinya.
"Kenapa wajahmu Selly?" tanya Cakra.
"Aku di pukuli saroh si pembantu sialan!" ucapnya lemah.
"No... No! Saroh tidak akan berani padamu jika kau tidak memulai duluan? Kenapa kau memarahinya Selly sampai dia berani seperti ini padamu?' tanya Cakra.
" Dia mengambil tas ku" ucap Selly sembari memegangi wajahnya.
"Tasmu yang Merah marun?" tanya Cakra.
"Ya itu. Tas itu hilang"jawab Selly.
" Tas itu ku jual 200 juta pada istri temanku! Ini uangnya sisa 50 juta lagi untuk kau saja. Pintar kan aku menjualnya dengan harga malah" ucap Cakra percaya diri.
"Kau menjualnya 200 juta? Kau tahu harga tas itu berapa?" Selly sudah murka dengan Cakra.
"Tas kecil itu ku prediksi hanya sekitar 50 jutaan" jawabnya enteng.
"Binatang kau Cakra! Tas ku harganya satu milyar. Kau harus mengganti itu" Selly dengan brutalnya menghajar Cakra dan menendangnya.
"Apa? Satu milyar? Pantasan saja Bu Wulandari sangat senang aku jual dengan harga segitu. Dia tidak menawar lagi" ucapnya.
Selly sudah kalap dia pun langsung pingsan.
__ADS_1