
Sementara di dalam mobil, Adinda menangis dan menelpon kekasihnya Jerry.
"hallo sayang, bisa kita ketemu di caffe jasmin dekat sekolah kita dulu, aku ingin bicara tapi tidak di telpon ini" ucap Adinda
"bisa honey, tunggu ya aku segera kesana" jawabnya.
¥
¥
Di sebuah bar tampak seorang wanita sedang merangkul laki - laki paruh baya dengan keadaan lelaki yang mabuk berat dan susah untuk bangun lagi. ya lelaki itu tak lain dan tak bukan adalah Cakra. Dari tadi sore dia sudah habis berbotol botol minuman sampai dia oleng.
"Hey gimana dong ini, dia gak bangun juga. Gue takut dia modar disini. Gue takut di kira bunuh dia sama polisi ntar" ujar Carisa seorang LC berwajah khas timur tengah.
"Gue panik, takut beneran modar deh dia. Kalau dia gak tajir, gue gak sudi temenin aki - aki sampe mabok berat, mana tadi terus aja cipokin gue sampe bibir gue kebas, duh gimana dong. Ada yang tau alamat rumahnya gak sih" ucap Selvi dengan nada malas.
"Lah mening loe di ***** doang, gue habis nenenin tuh bayi tua sebelum loe datang, gue heran deh dia itu punya istri gak sih, masa hampir tiap hari mampir kesini, dan pake kita. Tapi duitnya banyak sih " kata Amanda.
Di rogoh nya dompet di saku kemeja Cakra dan di dapatnya kartu KTP nya. Tertera alamat nya.
Tak lama seorang driver online mengantar kan ia ke rumahnya dengan keadaan masih teler.
"Gilaaa bener tuh orang, sudah tua masih doyan sugar baby aja " gumam driver online.
__ADS_1
Sesampainya di rumah ia segera mengetuk pintu.
"Selamat malam. Ada keperluan apa anda datang ke rumah saya ?" tanya Selly di ambang pintu heran melihat lelaki asing.
"Apa ini benar rumah bapak Cakra Ferguso Mikarti?" tanya lelaki itu menanyakan alamat yang tertera pada ktp Cakra.
"Betul. Anda ini siapa, dan ada keperluan apa datang kemari?" selidik Selly.
"Ibu siapanya bapak?" tanya lelaki itu.
"Saya istrinya Tuan Cakra" dengusnya.
"Suami anda sekarang sedang berada dalam mobil saya. Beliau mabuk berat tak sadarkan diri. Saya driver taksi online di tugaskan mengantar suami anda dari pihak club malam " tutur nya.
di bawanya tubuh Cakra ke dalam rumah dan di batingkan di kamarnya. Melihat keadaan suaminya membuat Selly marah sekaligus sedih. Ia tahu jika suaminya sering mabuk sampai pinsan, dan ia pun tidak berani melarangnya, pernah suatu ketika ia menasihati suaminya akan tetapi yang di dapatkan hnyalah sebuah tamparan yang menyakitkan.
"Kenapa lagi sih mas selalu seperti ini,..hik hik hik,,!!!!" suara tangisan Selly di samping tubuh suaminya yang masih teler itu.
Pertemuan Adinda dengan Jerry di sebuah caffe, dinda menangis dan memeluk tubuh Jerry.?
"Kenapa kamu bisa membawa barang sebanyak ini honey? apa kamu kabur dari rumah?" tanya Jerry heran.
"Iya sayang, papa tau kita ciuman di pantai kemarin, dia menyuruh anak buahnya mengikuti kita" jawabnya lirih.
__ADS_1
"Astaga. Papamu sampai seperti itu pada kita" ujar Jerry sedikit kesal.
"Terus kamu sekarang mau kemana honey?" kata Jerry lagi.
"Entahlah" jawab Adinda hampa.
"Kalau boleh ku bantu, aku punya apartemen. Sudah lama tak aku tinggali, tapi suasanaya nyaman kok buat kamu, tinggal saja disana ya" ucap Jerry.
"Baiklah sayang, ku mau" jawabnya senang
sesudah percakapan itu mereka makan dan bersiap untuk ke apartemen nya Jerry.
Di pagi hari, Cakra baru bangun dari pinsannya, di lihatnya istri yang setia menunggu.
"mas sudah sadar, bagaimana enak mas mabuk semalaman?"tanya Selly kelu.
"Arrggghhh kepalaku sakit. Diamlah kamu Selly. Aku mabuk karena banyak pikiran akhir- akhir ini. Kenapa semenjak aku bertemu pemuda itu aku jadi sering memikirkan nya!!!!" kesal Cakra.
"Pemuda yang mana mas? aku gak paham, banyak sekali pemuda di dunia ini ," tanya Selly.
"Kamu ingat pemuda yang datang bersama Pak Antoni waktu itu, wajahnya mengingatkan ku pada mas Pratama!!! matanya, hidungnya ,bahkan tubuhnya tegap seperti sosok alm kakaku," tutur Cakra.
"Sudah mas jangan berpikiran seperi itu, tak mungkin itu mereka, mereka sudah mati mas. Jangan mengada - ada " ujar Selly dengan rasa tak kalah cemas.
__ADS_1
"Betul juga kata mu, mungkin aku terlalu mencemaskan yang bukan bukan, aku takut hartaku akan di ambil mereka, tapi aku yakin mereka sudah mati" ucap Cakra ....