Kebebasan ADINDA

Kebebasan ADINDA
Tangisan Tuan Katris


__ADS_3

Pagi itu orang suruhan Tuan Kartis datang menemui di kediamannya. Lelaki yang bernama Bondan itu sudah membawa sesuatu pada tas yang dia bawa.


"Selamat siang Tuan" ucap Bonda dengan badan membungkuk.


"Siang... Kamu sudah berhasil menyelidiki nya?" tanya Tuan Katris.


"Sudah pak. Fakta bahwa mereka bukan lah kerabat dari Bapak Antoni. Beliau tidak mempunyai pertalian keluarga dengan ketiga anak itu. Menurut penelusuran tim kami mengetahui kalau mereka ikut ke Jakarta dengan anaknya Pak Antoni" tutur Bondan dengan ringkas.


"Yasudah terimasih untuk kerja kalian. Bonus Menanti akan langsung aku transfer ke rekening mu." ucap Tuan Katris.


"Terimasih Tuan. Kalau begitu saya pamit pulang dulu." Kata Bondan.


Tanpa di jawab , Dia hanya mengibaskan tangan nya saja.


Tak di sangka, sepasang mata telah melihat perbincangan Tuan Katris dengan Bondan dan mendengarnya dengan seksama. Lelaki itu tak lain dan tak bukan itu Cakra sendiri. Mendengar ayahnya yang sedang menyelidiki Ferdian dan kedua adiknya membuat Cakra seketika meradang ( Sialan. Ternyata papa sedang menyelidiki mereka. Itu berarti benar dugaanku bisa saja anak yang tinggal dengan Pak Antoni itu adalah keluargaku. Kenapa ku bisa lengah selama ini) gumamnya kesal.


Cakra pun langsung pulang dan tak jadi menemui sang ayah.


Sementara Tuan Katris langsung menelpon Tuan Antoni.


kringggggg


Suara dari telpon atas nama Pak katris pada handphone Tuan Antoni.


"Hallo selamat siang Pak Katris, ada apa anda menelpon saya?" tanya Tuan Antoni


"Selamat siang juga. Hari ini saya mau bertamu ke rumah mu, Apa Pak Antoni punya waktu senggang?" ucap Tuan Katris.


"Oh tentu saja. Rapat saya sudah beres. Sekarang saya juga mau pulang" jawab nya.

__ADS_1


"Baik kalau begitu. Saya akan kerumah mu sekarang" ucap Tuan Katris.


¥


Sementara di rumah Adinda hanya tidur, makan, Rebahan, sesekali bernyanyi membuat Nyonya Rossy sedikit kesal. Hanya itu yang Adinda lakukan pasca pengusiran terhadap Ferdian dan kedua adiknya. Rasa jenuh pun sesekali menghinggapi nya. Semenjak kepergian trio bersaudara itu ia sebenarnya merasa sedih dan menyesal, tetapi dia enggan mengakuinya karena gengsi.


Di tengah aksinya yang sedang dia lakukan ketika sedang bermain playstation di kejutkan oleh suara Nyonya Rossy yang menyindir Adinda.


"Bi Omah rajin banget sih, beda sama yang itu tuh. Kerjaannya hanya makan, tidur, rebahan.. kalau di pikir lebih berguna hidup Bi Omah deh yang bekerja" seloroh Nyonya Rossy sembari melihat ke arah Adinda.


mendengar sindiran sang mama membuat Adinda mencebil kesal.


" Bilang aja mama nyindir aku. Semenjak kepergian si Ferdi sama kedua adiknya, mama dan papa kok jadi marah - marah terus sama aku" kesal Adinda.


"Loh kamu kok kesal, mama kan cuma bicara sama Bi Omah bukan sama kamu. Sensi amat sih anak gadis mama" jawab Nyonya Rossi


Ketika suasana tegang. Datang lah Tuan Antoni.


"Gak tahu tuh pah. Mama nyindir aku terus" jawab Adida dengan wajah berengut.


"Bener itu mah? " tanya Tuan antoni


"Gak tahu tuh pah. Dinda kok jadi sensi gitu, padahal mama gak ngomong apa - apa. Papa ingat kan kemarin waktu mama ajak anak ini ke hotel kita yang ada di Bogor, dia malah pergi entah kemana. Papah juga tahu kan waktu papa ajak Dinda mengunjungi proyek baru di Malang, dia malah pura - pura sakit. Pengangguran macam dia itu yang bisa bikin aku cepat kena darah tinggi. Kalau di bandingin Ferdi lebih baik dia sih." tutur Nyonya Rossy dengan santai.


"Yasudah ma angkat saja si Ferdi dan kedua adiknya jadi anak kalian. sekaligus adopsi sana Bi Omah" ucap Adinda kesal.


Di tengah perdebatan, tiba - tiba bell rumah berbunyi dan di susul satpam membawa Tuan Katris ke dalam rumah nya.


"Maaf saya baru sampai" ucap Tuan katris

__ADS_1


"Tidak masalah pak. Saya juga baru sampai dirumah. Oh ya , ada apa gerangan Bapak Katris datang ke mari?. Dan silahkan duduk terlebih dahulu." kata Tuan Antoni.


Terlihat guratan ketegangan di Wajah Tuan Katris.


"Maaf jika saya kemari membuat kalian sedikit tidak nyaman. Karena jujur begitu besar ganjalan pada diri saya akhir - akhir ini. Saya minta kalian jujur akan identitas Ferdian dengan kedua adiknya kepada saya. Dan maaf saya akan mengatakan yang sebenarnya jika dalam seminggu kebelakang, Saya mencari tahu tentang semua kerabat kalian dan menanyakan tentang Ferdian. Dari hasil penyelidikan saya jika kalian sama sekali tidak mempunyai hubungan keluarga dengan Ferdian lantas dari mana asal usul mereka?" tutur Tuan Katris dengan suara yang parau.


mendengar ucapan lelaki tua itu membuat Tuan Antoni dan Nyonya Rossy saling melempar pandangan. Kata - kata yang akan mereka katakan seolah tercekat dan tak mampu untuk di keluarkan. Mereka harus memulai bicara bagaimana, Seolah mendapat serangan bom yang sangat mendadak.


Belum kelar urusan tentang kepergian trip bersaudara sekarang di serang lagi oleh kedatangan Tuan katris.


"Apa yang membuat anda meyelidiki semua kerabat saya. Ada apa dengan Ferdi? fakta apa yang Pak Katris inginkan dari kami?'tanya Tuan Antoni.


" Sebelumnya saya minta maaf kepada Pak Antoni dan Ibu, jika saya di katai seorang laki - laki tua yang tidak punya pekerjaan karena menyelidiki keponakan kalian. Tetapi entah sejak pertama bertemu Ana dan Lucy waktu itu ada rasa yang sulit untuk saya ungkapkan. Rasa hangat yang selama ini hilang. Melihat wajah Ferdian mengingatkan saya akan wajah Alm Pratama. Saya memang tidak punya bukti apapun yang kuat kalau mereka cucu saya yang hilang 15 tahun yang lalu. Maaf kalau saya salah dengan tindakan ini" tutur Tuan Katris dengan mata berkaca- kaca.


Tampak Tuan Antoni diam sejenak. Ia memikirkan sesuatu dari mana bagusnya untuk merangkai kata.


"Anda tidak salah pak" ucap Tuan Antoni.


Mendengar itu membuat Tuan Katris menegakan kepala ke arah Tuan Antoni.


kemudian tak berselang, tangan Nyonya Rossy menyenggol tangan suaminya.


"Papah mau ngapain, Jangan pernah bicara yang sebenarnya karena Ferdi sudah melarang nya" gumamnya dengan suara pelan.


"Papa hanya tidak tega membohongi orang sepuh mah. Saatnya beliau mengetahui yang sebenarnya" jawab sang suami.


Melihat suami - istri itu berdebat membuat keanehan di wajah Tuan Katris.


"Jujur lah pada saya Pak Antoni, apapun faktanya. apa kalian tega melihat saya mati dalam keadaan penasaran dan tanda tanya. Biarlah jika saya mati saya mau dengan keadaan tenang".ujar Tuan Katris.

__ADS_1


" Baiklah saya akan bicara jujur dengan anda. Ferdian, Ana , dan Lucy adalah cucu anda yang sudah hilang 15 tahun yang lalu. Mereka bisa mengenal keluarga kami karena mereka menyelamatkan putri kami sewaktu musibah kecelakaan ketika sedang mendaki di Puncak Piramid. Lalu saya mengajak mereka ke Jakarta karena mereka lah yang ingin ikut BlaBlaBla....." di ceritakan lah semua tentang masalalu trio bersuadara itu kecuali kejahatan yang telah Cakra lakukan dahulu. Biarlah itu yang akan menceritakan nanti Ferdian. Itu bukan kapasitasnya dia untuk bicara.


__ADS_2