
Siang itu Tuan Antonie segera menemui Ferdian dan kedua adiknya, ia ingin bertanya tentang siapa mereka sebenarnya.
"Nak Ferdi apa saya boleh bertanya sesuatu?" tanya Tuan Antonie pada Ferdian.
"Silahkan pak, apa yang bapak tanyakan pasti saya akan menjawabnya, " jawabnya sopan.
"Begini nak, maaf sekali. Apa tujuan nak Ferdi ke Jakarta? apa nak ferdi ada sodara atau kenalan?" tanya Taun Antoni.
Deg deg..
Gemuruh jantung menggebu. Apa ia harus jujur tentang siap dirinya pada orang yang belum lama dia kenal, apa saatnya membuka jati diri, bayangan Om Cakra semakin lekat, tapi ia sudah berjanji akan bicara jujur pada Antoni.
"Sejujurnya pak, saya kesini ingin menemui kakek saya, saya anak dari seorang pengusaha tetapi ayah saya sudah meninggal 15 tahun yang lalu, saya di asingkan dan di usir oleh om saya bersama kedua adik saya," jawabnya lirih.
"Apa... jadi kamu seorang anak pengusaha, kalau boleh saya tahu, apa kamu punya petunjuk tentang keluargamu nak? " tanya Tuan Antoni.
__ADS_1
Di berikannya selembar kertas usang dengan gambar 3 tiga lelaki gagah .
Deg hati Tuan Antonie tersentak, bagaimana tidak itu poto Tuan Katris dan kedua anaknya. Namun yang satu sudah tiada 15 tahun yang lalu.
"Ini kan pak Katris dengan kedua anaknya, betulkan?" desak nya.
"Betul pak, ini Om Cakra dan ini papah saya" lirihnya.
"Betul kamu anaknya Pratama? kolega sekaligus rival saya dalam dunia pengusaha. Beliau pengusaha hebat, tapi sayang nya umur nya pendek. Rumor mengatakan beliau dan istrinya terkena serangan jantung. Dan ketiga anaknya entah kemana" jawab Tuan Antoni.
Mendengar penuturan dari Ferdian membuat Tuan Antonie tak bisa berkata apa pun. Termenung dalam balutan hening. Melihat Ferdian ternyata seorang anak konglomerat tetapi di buang bak sampah kotoran.
"Apa kamu tahu nak penyebab kematian Pratama karena kami sesama kolega merasa kematiannya ada yang janggal karena terasa tiba-tiba. Saat itu seingat saya kita sedang pesta atas undangan kelaurga Pak Katris" tanya Antoni.
"Sebenarnya bukan serangan jantung pak. Papa dan mama saya di racun oleh tanteu Selly istrinya Om Cakra atas perintah Om Cakra sendiri demi menguasai harta kakek. Saat itu di dapur, saya tak sengaja lihat tanteu Selly menuangkan susuatu pada minuman orang tua kami. Ketika ia mengetahui bahwa saya melihat adegan itu tanpa pikir panjang saya berlari hendak mengambil gelas itu tapi sayang ajudan Om Cakra menghalangi saya dan mengurung saya di gudang. Hingga akhirnya saya mendengar riuh orang meminta tolong dan tak lama serine ambulance memenuhi gedung itu".
__ADS_1
Sambil bercerita di iringi isak tangis kala mengingat kejadian pahit itu.
"Lalu langkah apa yang akan kamu ambil Ferdi?" tanya Tuan Antoni.
"Saya akan mengambil semuanya dari Om Cakra. Saya akan rebut kembali apa yang sudah menjadi hak kami pak. Bertahun - tahun saya mengumpulkan keberanian itu, tapi entah bagaimana caranya, dan harus memulai dari mana, dan saya pun tak tau apa Kakek Katris masih hidup atau sudah tiada" ucap Ferdian.
"Kamu masih bisa Fer. Kakek mu belum meninggal. Tuan Katris telah lama pensiun di gantikan oleh anaknya Pak Cakra. Tapi saran saya kamu jangan terburu buru, tarik ulur sampai mangsa tepat sasaran, saya akan bantu kamu" tegas Tuan Antoni.
"Benar itu pak, bapak mau bantu saya?" .
"Ta saya akan bantu kamu ".
Senyum kemenangan terpancar di wajah Tuan Antonie. Bagai mana tidak ia akan mengetahui kehancuran perusahaan rivalnya, akan mengetahui kelemahan perusahaan Cakra.
"yess dengan cara ini aku akan pelan - pelan mengetahui kelemahan perusaahn kalian. Dengam begitu saingan tidak akan ada, take and give honey. Ferdian akan menjadi musuh yang akan menghentakan bom waktu. BOOOOMMM dan hancur sudah,,HA HA HA HA" tawa menggema memenuhi seisi ruangan kerja Tuan Antoni.
__ADS_1