Kebebasan ADINDA

Kebebasan ADINDA
Ikatan batin


__ADS_3

"Ya saya ingat itu" jawabnya.


kakek tua dengan kharisma yang masih belum pudar itu seketika melihat kedua gadis cantik dengan tatapan sendu.


Degg deggg deggg.


Degub jantung nya merasa terpompa kembali melihat mata dari Ana dan Lucy, mata yang selalu di rindukan oleh nya, serasa melihat alm pratama hidup kembali.


"Dan ini anak ibu?"tanya Tuan Katris lirih.


"Bukan pak, mereka keponakan saya yang baru saja tiba dari Yunani. Silahkan perkenalkan nama kalian kepada Pak Katris" sapa Rossy pada Ana dan Lucy.


"Haloo pak, perkenalkan saya Ana Suarezz M , dan adik saya Lucy Suarezz M, kami keponakan tanteu Rossy" ucap Ana dengan nada ramah. Mendengar nama mereka membuat Tuan Katris menjadi terperanjat, karena nama itu adalah nama cucu nya yang hilang 15 tahun silam.


"Betulkan kalian keponakan Ibu Rossy? karena nama kalian mengingatkan ku dengan cucuku" lirih nya dalam sambil memandangi kedua gadis itu.

__ADS_1


Melihat Tuan Katris yang sedikit curiga segera Nyonya Rossy membawa mereka pergi.


"Maaf pak kami harus pergi, saya doa kan semoga bapak cepat sembuh " ujar nya. Sedikit basa basi. Dia tak mau penyamaran ana dan lucy segera di ketahui oleh Tuan katris, (Hmmm ikatan batin itu memang kuat, dan betul pak mereka cucu anda yang hilang 15 tahun lalu karena keserakahan anak anda sendiri, kini mereka siap merebut kembali apa yang sudah menjadi hak mereka, permainan baru di mulai ) gumam Nyonya Rossy dalam hati nya.


Melihat Tuan Katris bersimpuh di lantai mall, membuat semua ajudannya pamik, tanpa pikir panjang segera di bopong oleh mereka.


"Tuan, apakan perlu saya membawa anda ke rumasakit ?" tanya Indro seorang ajudan yang bertubuh besar, tapi agak sedikit gemulai karena dia seorang homo sapiens (gay).


"Tak perlu, bawa saja aku pulang, mungkin aku sedikit cape saja" jawabnya singkat.


Sementara di rumah Tuan Antoni, Ferdian sedang memikirkan cara agar bisa membantu mencairkan suasana tegang antara Adinda dan Tuan Antoni. Dan tiiiinngggg ide brilian muncul. Dia menghampiri kamar Adinda dan di ketuknya.


Tokkkkk tokkkk tokkk.


"Boleh aku masuk nona" ucap Ferdian.

__ADS_1


"Kau mau apa? jangan ganggu aku, aku hanya butuh kesendirian faham. pergilah Fer" bentak Adinda saat mengetahui Ferdian ingin membujuknya.


"Ayo kita bicara baik- baik, Pak Antoni sangat sedih dengan caramu mengurung diri seharian Dinda. Coba kamu fikir apa kamu tak kasian pada mama dan papa mu? papamu memang salah tapi kau juga punya andil dalam masalah ini. Ayo lah bicara, jangan seperti anak kecil." jawabnya mengajak Adinda keluar.


"Pergi" teriak Adinda.


"Aku tak akan pergi, kalau kau masih kukuh dengan perdirian mu, maka pintu ini akan ku dobrak.. satu ,,dua,,ti........." ketika Ferdian hendak mendobrak pintu, seketika Adinda hendak keluar dan badan mereka pun bertubrukan.


Bruggggghhhh,, tubuh Ferdian seketika jatuh ke atas kasur dan menindih tubuh Adinda , menguncinya dan mereka larut dalam pandangan masing-masing. Dia menatap lekat wajah Ferdian yang tampan (Kalau di lihat gini ganteng juga sih, tapi masih ganteng pacar ku lah si Jerry. Tapi kenapa hatiku berdebar gini) gumam Adinda dalam hati.


(Cantik sekali dia, bahkan sorot matanya membuat aku merasa teduh, perasaan ini pertama muncul di hatiku. Tidak, tidak, jangan seperti ini Ferdian) gumam nya dalam hati.


Menyadari badannya berat karena tertindih Ferdian, Adinda pun mendorong tubuh Ferdian dengan keras sampai tersungkur. "Awww sakit, kau menendang si Joko ku sampe kebas) kata Ferdian sambil meringis memegangi miliknya.


" Mau apa kamu? dasar mesum. Awas ya ku adukan sama papa ku," jawabnya dengan nada marah.

__ADS_1


"Hey nona Adina, aku tak ada niat mesum dengan mu, aku hanya ingin kau keluar kamar. Aku hendak mendobrak pintu itu, tapi kaMu keburu keluar kamar" jawabnya membela diri.


__ADS_2